alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, October 6, 2022

Puluhan Gepeng Dipulangkan ke Daerah Asal, Terbanyak dari Karangasem

MANGUPURA– Petugas gabungan kembali menertibkan puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kerap minta-minta di Badung.

Kasatpol PP Badung, I Gst Agung Ketut Suryanegara menjelaskan, petugas gabungan melakukan patroli rutin dalam mendukung Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat (Tibumtranmas). Sasarannya adalah menertibkan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang mengganggu wisatawan ketika berkunjung ke objek wisata di Badung.

“Program ini memang sudah agenda menjelang G20. Jadi kami bersih-bersih untuk mendukung Tibumtranmas. Apalagi, Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) semakin masif, tiap malam berjalan terutama di wilayah hukum Kuta, Kuta Selatan dan Kuta Utara,” jelas Suryanegara, Rabu (21/9).

Patroli yang dilakukan pekan lalu itu petugas mengamankan 46 orang gepeng. Rincian 7 orang dari Tenganan Bangli dan 39 orang asal Pedahan, Desa Tianyar dan Munti Gunung, Karangasem. Saat diamankan, beberapa gepeng sedang beraksi pada lampu lalu lintas dengan meminta-minta dan menjajakan kerupuk. “Mereka kami amankan di Kecamatan Kuta tepatnya dari Kedonganan hingga sampai Jalan Dewi Sri Kuta. Kami akan tetap melakukan pemantauan agar gepeng tidak muncul lagi,” terang birokrat asal Denpasar ini.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Kartu Indonesia Sehat Diblokir, Dinsos Lakukan Validasi

Terkait penertiban gepeng, pihaknya  memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Di antaranya, mengecek kesehatan, berkoordinasi dengan Imigrasi dan Dinas Sosial (Dinsos). Setelah diberikan pengarahan gepeng pun dikembalikan ke tempat asalnya. “Untuk penertiban gepeng ada SOPnya, bila terjaring yang pasti dilakukan adalah cek kesehatan ke puskesmas terdekat. Setelah itu, kalau WNA dibawa ke imigrasi, kalau domestik kami buatkan surat pengantar rekomendasi ke Dinsos selanjutnya akan dikembalikan ke daerah asal,” terangnya.

Hingga Agustus 2022 terdapat 38 gepeng yang ditertibkan, 5 anak terlantar, 6 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dan 7 WNA. “Dengan diterbitkannya Tibumtranmas kami harapkan pengunjung yang datang ke Badung nyaman,” pungkasnya. (dwi)



MANGUPURA– Petugas gabungan kembali menertibkan puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kerap minta-minta di Badung.

Kasatpol PP Badung, I Gst Agung Ketut Suryanegara menjelaskan, petugas gabungan melakukan patroli rutin dalam mendukung Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat (Tibumtranmas). Sasarannya adalah menertibkan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang mengganggu wisatawan ketika berkunjung ke objek wisata di Badung.

“Program ini memang sudah agenda menjelang G20. Jadi kami bersih-bersih untuk mendukung Tibumtranmas. Apalagi, Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) semakin masif, tiap malam berjalan terutama di wilayah hukum Kuta, Kuta Selatan dan Kuta Utara,” jelas Suryanegara, Rabu (21/9).

Patroli yang dilakukan pekan lalu itu petugas mengamankan 46 orang gepeng. Rincian 7 orang dari Tenganan Bangli dan 39 orang asal Pedahan, Desa Tianyar dan Munti Gunung, Karangasem. Saat diamankan, beberapa gepeng sedang beraksi pada lampu lalu lintas dengan meminta-minta dan menjajakan kerupuk. “Mereka kami amankan di Kecamatan Kuta tepatnya dari Kedonganan hingga sampai Jalan Dewi Sri Kuta. Kami akan tetap melakukan pemantauan agar gepeng tidak muncul lagi,” terang birokrat asal Denpasar ini.

Baca Juga:  Tekan Polusi di Bali, Ramai-ramai Bersepeda Listrik di Tengah Pandemi

Terkait penertiban gepeng, pihaknya  memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Di antaranya, mengecek kesehatan, berkoordinasi dengan Imigrasi dan Dinas Sosial (Dinsos). Setelah diberikan pengarahan gepeng pun dikembalikan ke tempat asalnya. “Untuk penertiban gepeng ada SOPnya, bila terjaring yang pasti dilakukan adalah cek kesehatan ke puskesmas terdekat. Setelah itu, kalau WNA dibawa ke imigrasi, kalau domestik kami buatkan surat pengantar rekomendasi ke Dinsos selanjutnya akan dikembalikan ke daerah asal,” terangnya.

Hingga Agustus 2022 terdapat 38 gepeng yang ditertibkan, 5 anak terlantar, 6 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dan 7 WNA. “Dengan diterbitkannya Tibumtranmas kami harapkan pengunjung yang datang ke Badung nyaman,” pungkasnya. (dwi)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/