alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Tak Sesuai Masterplan, Pol PP Potong 100 Tiang Reklame, Pemilik Protes

MANGUPURA –Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung melakukan pemotongan tiang reklame, Senin (21/10) kemarin. P

otongan dimulai di kawasan Badung bagian selatan dan memprioritaskan pemotongan reklame yang besar.

Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengakui, pemotongan start pukul 09.00. Petugas langsung mendatangi tiang reklame yang telah diberikan tanda pekan lalu.

Namun ada pemilik yang tidak terima penertiban tersebut. Namun setelah diberikan penjelasan oleh petugas, pemilik akhirnya mengerti.

“Sebetulnya kegiatan kami mulai pukul 09.00. Tapi tadi ada pemilik yang tidak terima, sehingga baru bisa mulai pukul 11.00,” kata Suryanegara.

Kata dia, ada yang mengaku tidak mendapat informasi soal penertiban. Ada pula yang meminta agar tiang reklame tidak dipotong karena alasan ekonomi.

Baca Juga:  Vila Gay Langgar Norma, DPRD Badung Minta Pemilik Vila Tanggung Jawab

“Alasannya beragam. Tapi kami memberikan penjelasan bahwa tindakan mereka memasang tiang reklame di lokasi tersebut

menyalahi aturan. Akhirnya setelah melakukan pendekatan, mereka mengerti dan pemotongan berjalan lancar,” jelasnya.

Pemotongan, lanjut Suryanegara memprioritaskan tiang yang besar. Sejumlah tukang khusus pun dikerahkan.

Hingga sore, baru tiga tiang yang berhasil dibereskan. “Kami potong yang besar-besar dulu sebagai awal. Nanti yang lebih kecil menyusul,” katanya.

Kegiatan pemotongan melibatkan beberapa instansi. Di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Camat, TNI, Polri, dan lainnya.  

Sebelumnya, Suryanegara mengatakan ada sekitar 100 tiang reklame yang diputuskan untuk dipotong. Sebagian ada yang tidak sesuai masterplan.

Baca Juga:  Ada Ribuan Pelanggar Prokes di Badung, Dominan Tak Pakai Masker

Sebagian lagi ada yang melanggar. Tiang-tiang tersebut dominan berada di kawasan Badung selatan, seperti Kuta, Kuta Selatan, dan Kuta Utara.

Ada pula di Badung tengah, seperti Mengwi. “Paling sedikit di Kecamatan Petang. Sekitar satu-dua reklame,” pungkasnya.



MANGUPURA –Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung melakukan pemotongan tiang reklame, Senin (21/10) kemarin. P

otongan dimulai di kawasan Badung bagian selatan dan memprioritaskan pemotongan reklame yang besar.

Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengakui, pemotongan start pukul 09.00. Petugas langsung mendatangi tiang reklame yang telah diberikan tanda pekan lalu.

Namun ada pemilik yang tidak terima penertiban tersebut. Namun setelah diberikan penjelasan oleh petugas, pemilik akhirnya mengerti.

“Sebetulnya kegiatan kami mulai pukul 09.00. Tapi tadi ada pemilik yang tidak terima, sehingga baru bisa mulai pukul 11.00,” kata Suryanegara.

Kata dia, ada yang mengaku tidak mendapat informasi soal penertiban. Ada pula yang meminta agar tiang reklame tidak dipotong karena alasan ekonomi.

Baca Juga:  Kesadaran Bermasker di Badung Rendah, Warga Lokal dan Asing Sama Saja

“Alasannya beragam. Tapi kami memberikan penjelasan bahwa tindakan mereka memasang tiang reklame di lokasi tersebut

menyalahi aturan. Akhirnya setelah melakukan pendekatan, mereka mengerti dan pemotongan berjalan lancar,” jelasnya.

Pemotongan, lanjut Suryanegara memprioritaskan tiang yang besar. Sejumlah tukang khusus pun dikerahkan.

Hingga sore, baru tiga tiang yang berhasil dibereskan. “Kami potong yang besar-besar dulu sebagai awal. Nanti yang lebih kecil menyusul,” katanya.

Kegiatan pemotongan melibatkan beberapa instansi. Di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Camat, TNI, Polri, dan lainnya.  

Sebelumnya, Suryanegara mengatakan ada sekitar 100 tiang reklame yang diputuskan untuk dipotong. Sebagian ada yang tidak sesuai masterplan.

Baca Juga:  Disiplin Pudar, Pol PP Badung Kerahkan 1.969 Linmas Sidak Prokes

Sebagian lagi ada yang melanggar. Tiang-tiang tersebut dominan berada di kawasan Badung selatan, seperti Kuta, Kuta Selatan, dan Kuta Utara.

Ada pula di Badung tengah, seperti Mengwi. “Paling sedikit di Kecamatan Petang. Sekitar satu-dua reklame,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/