30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Bak Monster, Sampah Pantai Kuta Tak Berhenti Menumpuk

MANGUPURA– Selama perhelatan KTT G20 dilakukan penutupan sementara pengangkutan dan pembuangan sampah di TPA Suwung. Kini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung sudah mulai beraktivitas dalam penanganan sampah. Namun, Senin (21/11) sampah di Pantai Kuta tepatnya di depan Hotel The Stone masih terlihat menumpuk. Pasalnya, petugas DLHK Badung melakukan pengangkutan sampah secara bertahap. Mengingat setiap hari sampah yang diangkut hampir tembus 225 ton.

Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung Anak Agung Gede Agung Dalem mengakui pengangkutan sampah setelah KTT G20 sudah dilakukan sejak tanggal 18 November 2022 untuk pengangkutan sampah ke TPA Suwung. “Ya, untuk pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA sudah kembali normal,” beber Agung Dalem, Senin kemarin.

Baca Juga:  Bus Sekolah Kerap Terlambat, Usul Bikin Jalur Khusus, Mungkinkah?

Menurutnya, setelah KTT G20 itu tidak ada penumpukan sampah dan masih normal. Kecuali sampah pantai, karena sampah terbesar di bibir pantai. Jadi harus dikumpulkan terlebih dahulu dan setelah terkumpul baru bisa diangkut. “Jadi tidak ada penumpukan sampah setelah KTT, kecuali sampah pantai itu harus dikumpulkan dulu, setelah itu baru bisa diangkut,” jelasnya.

Mengenai Pantai masih ada tercecer di Kuta, ia mengakui itu menunggu giliran armada untuk mengangkutnya. Karena pengangkutan sampah di pantai dilakukan secara bergiliran. “Jadi pengangkutan sampah pantai bergiliran. Intinya semua sampah pantai pasti kami angkut. Karena kami juga tetap ingin pantai selalu bersih,” pungkasnya. (dwi/rid)



MANGUPURA– Selama perhelatan KTT G20 dilakukan penutupan sementara pengangkutan dan pembuangan sampah di TPA Suwung. Kini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung sudah mulai beraktivitas dalam penanganan sampah. Namun, Senin (21/11) sampah di Pantai Kuta tepatnya di depan Hotel The Stone masih terlihat menumpuk. Pasalnya, petugas DLHK Badung melakukan pengangkutan sampah secara bertahap. Mengingat setiap hari sampah yang diangkut hampir tembus 225 ton.

Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung Anak Agung Gede Agung Dalem mengakui pengangkutan sampah setelah KTT G20 sudah dilakukan sejak tanggal 18 November 2022 untuk pengangkutan sampah ke TPA Suwung. “Ya, untuk pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA sudah kembali normal,” beber Agung Dalem, Senin kemarin.

Baca Juga:  Bus Sekolah Kerap Terlambat, Usul Bikin Jalur Khusus, Mungkinkah?

Menurutnya, setelah KTT G20 itu tidak ada penumpukan sampah dan masih normal. Kecuali sampah pantai, karena sampah terbesar di bibir pantai. Jadi harus dikumpulkan terlebih dahulu dan setelah terkumpul baru bisa diangkut. “Jadi tidak ada penumpukan sampah setelah KTT, kecuali sampah pantai itu harus dikumpulkan dulu, setelah itu baru bisa diangkut,” jelasnya.

Mengenai Pantai masih ada tercecer di Kuta, ia mengakui itu menunggu giliran armada untuk mengangkutnya. Karena pengangkutan sampah di pantai dilakukan secara bergiliran. “Jadi pengangkutan sampah pantai bergiliran. Intinya semua sampah pantai pasti kami angkut. Karena kami juga tetap ingin pantai selalu bersih,” pungkasnya. (dwi/rid)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/