alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Sebelum Pembelajaran Tatap Muka di Denpasar Akan Dilakukan Simulasi

DENPASAR – Pemkot Denpasar menggelar rapat pembahasan persiapan pembelajaran tatap muka di Kota Denpasar, Senin (21/12) di Kantor Wali kota Denpasar. Rapat ini untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama 4 Menteri Tanggal 19 Desember 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. 

Rapat dipimpin Penjabat Sekda Kota Denpasar, I Made Toya. Sejumlah perwakilan OPD hadir.  Di antaranya dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kesehatan dan lainnya.

Toya mengatakan mulai diadakannya pembelajaran tatap muka di Kota Denpasar sangat penting untuk misalnya meminimalisasi terjadinya hal- hal negatif terkait pembelajaran daring selama ini.

“Namun kita juga jangan gegabah dalam melaksanakannya, terlebih dahulu perlu dilakukan adanya kajian lebih mendalam serta persiapan- persiapan yang matang menjelang digelarnya pembelajaran tatap muka ini, kata Toya.

Sebelum benar-benar dilakukan belajar tatap muka, kata dia, harus digelar simulasi yang melibatkan sekolah dan Satgas. Selain itu mesti juga melihat data penyebaran Covid-19 di wilayah bersangkutan.

“Misalnya wilayah itu masuk zona hijau, maka boleh digelar simulasi dengan memilih setidaknya satu sekolah dalam menjalankan simulasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Toya mengatakan, sebelum digelarnya simulasi juga hendaknya menurunkan Satgas covid-19 untuk mengecek kesiapan simulasi, dengan data siswa yang ikut sudah diinput sebelumnya agar dapat dipertanggungjawabkan nantinya apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Tentu pelaksanaan nya harus secara hati-hati dan sistematis.

Sementara Kepala Dinas Pendidiklan Kepemudaan dan Olahraga Denpasar, I Wayan Gunawan mengatakan dalam simulasi nanti pihak sekolah mengatur segala sesuatunya dan Kepala Sekolah memonitor semuanya terkait pelaksanaannya. Katanya, pembelajaran tatap muka ini akan dimulai per Januari tahun depan, namun tidak harus dipaksakan.

“Kita juga harus melihat fakta-fakta di lapangan nantinya, seperti perkembangan kasus dan kesiapan sekolah dalam menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Pembelajaran  tatap muka tidak harus serempak pada Januari tahun depan, harus dilihat juga kesiapan sekolah dan nantinya akan ditunjuk sekolah yang telah benar-benar siap, meskipun hanya satu dua sekolah,” kata Gunawan.

Sembari berharap panduan yang telah disusun bisa dijadikan pedoman, serta pelaksanaanya bisa dilakukan bertahap dari tingkat SMP dan seterusnya. Semoga saja sinergi yang baik dari semua pihak dan komponen bisa berjalan dengan baik sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.



DENPASAR – Pemkot Denpasar menggelar rapat pembahasan persiapan pembelajaran tatap muka di Kota Denpasar, Senin (21/12) di Kantor Wali kota Denpasar. Rapat ini untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama 4 Menteri Tanggal 19 Desember 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. 

Rapat dipimpin Penjabat Sekda Kota Denpasar, I Made Toya. Sejumlah perwakilan OPD hadir.  Di antaranya dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kesehatan dan lainnya.

Toya mengatakan mulai diadakannya pembelajaran tatap muka di Kota Denpasar sangat penting untuk misalnya meminimalisasi terjadinya hal- hal negatif terkait pembelajaran daring selama ini.

“Namun kita juga jangan gegabah dalam melaksanakannya, terlebih dahulu perlu dilakukan adanya kajian lebih mendalam serta persiapan- persiapan yang matang menjelang digelarnya pembelajaran tatap muka ini, kata Toya.

Sebelum benar-benar dilakukan belajar tatap muka, kata dia, harus digelar simulasi yang melibatkan sekolah dan Satgas. Selain itu mesti juga melihat data penyebaran Covid-19 di wilayah bersangkutan.

“Misalnya wilayah itu masuk zona hijau, maka boleh digelar simulasi dengan memilih setidaknya satu sekolah dalam menjalankan simulasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Toya mengatakan, sebelum digelarnya simulasi juga hendaknya menurunkan Satgas covid-19 untuk mengecek kesiapan simulasi, dengan data siswa yang ikut sudah diinput sebelumnya agar dapat dipertanggungjawabkan nantinya apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Tentu pelaksanaan nya harus secara hati-hati dan sistematis.

Sementara Kepala Dinas Pendidiklan Kepemudaan dan Olahraga Denpasar, I Wayan Gunawan mengatakan dalam simulasi nanti pihak sekolah mengatur segala sesuatunya dan Kepala Sekolah memonitor semuanya terkait pelaksanaannya. Katanya, pembelajaran tatap muka ini akan dimulai per Januari tahun depan, namun tidak harus dipaksakan.

“Kita juga harus melihat fakta-fakta di lapangan nantinya, seperti perkembangan kasus dan kesiapan sekolah dalam menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Pembelajaran  tatap muka tidak harus serempak pada Januari tahun depan, harus dilihat juga kesiapan sekolah dan nantinya akan ditunjuk sekolah yang telah benar-benar siap, meskipun hanya satu dua sekolah,” kata Gunawan.

Sembari berharap panduan yang telah disusun bisa dijadikan pedoman, serta pelaksanaanya bisa dilakukan bertahap dari tingkat SMP dan seterusnya. Semoga saja sinergi yang baik dari semua pihak dan komponen bisa berjalan dengan baik sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/