alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

MIRIS! Tak Lagi Putih, Pasir Pantai Kuta Berubah Jadi Kecokelatan

KUTA – Pantai Kuta tidak hanya akrab dengan permasalahan sampah. Kondisi pasir di Pantai Kuta saat ini juga memprihatinkan.

Pasir Kuta tidak lagi putih seperti dulu. Warnanya berubah menjadi kecokelatan, tak sebersih dulu. Di beberapa titik, kondisi pasir Pantai Kuta juga compang-camping.

Seperti yang tampak di belakang Pasar Seni, Kuta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Wayan Puja menyebut untuk memisahkan pasir dari sampah sulit dilakukan.

Termasuk dengan cara manual dipungut dengan tangan, sampah akan tetap menempel. Namun, menurutnya pasir yang nempel di sampah tidak seberapa.

“Mau tidak mau pasir pasti ada yang nempel di sampah. Siapa saja ke pantai, kalau pulang pasti pasirnya nempel di kaki,” ujar Puja.

Baca Juga:  92 Persen Bank Sampah di Badung Mati Suri, Begini Langkah DLHK Badung

Ditanya warna pasir yang tidak lagi putih, Puja mengaku tidak tahu persis. Dia menduga pasir berubah bercampur sisa sampah atau akibat banjir di beberapa tempat di Bali, sehingga airnya bercampur dengan air laut.

Terkait kondisi pasir yang compang-camping, Puja menduga disebabkan terjangan ombak. Belakangan ombak besar sering menghantam hingga pesisir.

Ia menambahkan, saat ini 130 orang petugas kebersihan bergantian membersihkan Pantai Kuta. Meski sampah datang terus, “pasukan hijau” terus berjuang.

“Mereka berjemur di tepi pantai dengan udara panas. Semoga sampah yang datang segera berkurang,” pungkasnya.



KUTA – Pantai Kuta tidak hanya akrab dengan permasalahan sampah. Kondisi pasir di Pantai Kuta saat ini juga memprihatinkan.

Pasir Kuta tidak lagi putih seperti dulu. Warnanya berubah menjadi kecokelatan, tak sebersih dulu. Di beberapa titik, kondisi pasir Pantai Kuta juga compang-camping.

Seperti yang tampak di belakang Pasar Seni, Kuta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Wayan Puja menyebut untuk memisahkan pasir dari sampah sulit dilakukan.

Termasuk dengan cara manual dipungut dengan tangan, sampah akan tetap menempel. Namun, menurutnya pasir yang nempel di sampah tidak seberapa.

“Mau tidak mau pasir pasti ada yang nempel di sampah. Siapa saja ke pantai, kalau pulang pasti pasirnya nempel di kaki,” ujar Puja.

Baca Juga:  Bali Siap Hadapi Bencana, Pak Gub Minta 5 Negara Cabut Travel Warning

Ditanya warna pasir yang tidak lagi putih, Puja mengaku tidak tahu persis. Dia menduga pasir berubah bercampur sisa sampah atau akibat banjir di beberapa tempat di Bali, sehingga airnya bercampur dengan air laut.

Terkait kondisi pasir yang compang-camping, Puja menduga disebabkan terjangan ombak. Belakangan ombak besar sering menghantam hingga pesisir.

Ia menambahkan, saat ini 130 orang petugas kebersihan bergantian membersihkan Pantai Kuta. Meski sampah datang terus, “pasukan hijau” terus berjuang.

“Mereka berjemur di tepi pantai dengan udara panas. Semoga sampah yang datang segera berkurang,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/