alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Keluar Masuk Bali Longgar, Virus Delta Diperkirakan Sudah Masuk Bali

DENPASAR – Meski belum ada hasil resmi uji sampel medis, virus Delta yang merupakan varian baru dari Covid-19 diperkirakan sudah masuk ke Bali.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada pembatasan ketat bagi orang yang masuk ke Bali. Pemerintah masih mengizinkan orang masuk ke Bali dengan rapid test antigen dan GeNose C-19.

Padahal, virus yang menyebabkan kasus lonjakan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI, itu bisa tidak terdeteksi dengan rapid test antigen, apalagi GeNose.

“Kalau melihat masih banyaknya transportasi keluar masuk Bali dan syarat masuk Bali yang longgar, saya asumsikan virus itu (Delta) sudah masuk ke Bali,” ungkap guru besar virology Unud, Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika, kemarin.

Baca Juga:  Tolak Angkutan Online, Gagal Cari Titik Temu, Minta Kadishub Mundur

Ilmuwan asal Jembrana itu mengungkapkan, filter masuk Bali yang tidak ketat memunculkan peluang orang membawa varian Delta ke Bali.

Menurut Prof. Mahardika, virus varian baru termasuk jenis Delta berkembang tidak sendiri. Virus berkembang karena ada kontribusi faktor lain.

“Kontribusi terbesar virus varian baru berkembang yaitu kerumunan manusia dan faktor lingkungan,” bebernya.

Ia pun sependapat dengan rencana penundaan pariwisata yang rencananya dibuka Juli. Mundurnya pembukaan pariwisata itu mengacu pada perkembangan terakhir tingkat hunian rumah sakit di Bali mulai meningkat.

Selain itu, kasus secara nasional trennya juga terus naik. “Maka wajar jika pembukaan pariwisata ditunda,” tukasnya.

Kendati demikian, pemerintah diminta tidak boleh leha-leha. Pemerintah wajib menggenjot vaksinasi hingga 70 persen, atau minimal 50 persen jumlah penduduk Bali.

Baca Juga:  Terjaring Tim Yustisi, 16 Orang Pelanggar Prokes di Rapid Antigen

Sebelum 50 persen, maka sangat riskan membuka pariwisata. Berdasar data yang didapat Jawa Pos Radar Bali, dari 4,3 juta penduduk di Bali, baru I.874.213 orang yang menerima vaksin dosis pertama dan 706.089 dosis kedua.

“Artinya pemerintah wajib mempercepat proses vaksinasi. Minimal 50 persen penduduk di Bali sudah divaksin,” jelas anggota Tim Pakar Bidang Medis Satgas Nasional Penanggulangan Covid-19 itu. 

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR – Meski belum ada hasil resmi uji sampel medis, virus Delta yang merupakan varian baru dari Covid-19 diperkirakan sudah masuk ke Bali.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada pembatasan ketat bagi orang yang masuk ke Bali. Pemerintah masih mengizinkan orang masuk ke Bali dengan rapid test antigen dan GeNose C-19.

Padahal, virus yang menyebabkan kasus lonjakan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI, itu bisa tidak terdeteksi dengan rapid test antigen, apalagi GeNose.


“Kalau melihat masih banyaknya transportasi keluar masuk Bali dan syarat masuk Bali yang longgar, saya asumsikan virus itu (Delta) sudah masuk ke Bali,” ungkap guru besar virology Unud, Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika, kemarin.

Baca Juga:  Covid-19 Menggila, Utusan Jokowi ke Bali, Disuruh Perbanyak Tes Swab

Ilmuwan asal Jembrana itu mengungkapkan, filter masuk Bali yang tidak ketat memunculkan peluang orang membawa varian Delta ke Bali.

Menurut Prof. Mahardika, virus varian baru termasuk jenis Delta berkembang tidak sendiri. Virus berkembang karena ada kontribusi faktor lain.

“Kontribusi terbesar virus varian baru berkembang yaitu kerumunan manusia dan faktor lingkungan,” bebernya.

Ia pun sependapat dengan rencana penundaan pariwisata yang rencananya dibuka Juli. Mundurnya pembukaan pariwisata itu mengacu pada perkembangan terakhir tingkat hunian rumah sakit di Bali mulai meningkat.

Selain itu, kasus secara nasional trennya juga terus naik. “Maka wajar jika pembukaan pariwisata ditunda,” tukasnya.

Kendati demikian, pemerintah diminta tidak boleh leha-leha. Pemerintah wajib menggenjot vaksinasi hingga 70 persen, atau minimal 50 persen jumlah penduduk Bali.

Baca Juga:  Layani Penumpang, Bandara Ngurah Rai Siapkan 14 Mesin GeNose C19

Sebelum 50 persen, maka sangat riskan membuka pariwisata. Berdasar data yang didapat Jawa Pos Radar Bali, dari 4,3 juta penduduk di Bali, baru I.874.213 orang yang menerima vaksin dosis pertama dan 706.089 dosis kedua.

“Artinya pemerintah wajib mempercepat proses vaksinasi. Minimal 50 persen penduduk di Bali sudah divaksin,” jelas anggota Tim Pakar Bidang Medis Satgas Nasional Penanggulangan Covid-19 itu. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/