alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Ubah Botol Bekas Jadi Transformers, Bakal Dipamerkan ke Solo

RadarBali.com– Transformers yang muncul dari gambaran film-film tak harus diwujudkan dengan bahan mahal.

Tokoh Optimus Prime dan Bumblebee dalam serial film Transformers ternyata dibikin dengan botol bekas. Dan, hasilnya tak kalah menarik pula.

Ini seperti yang dibuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung.  Mereka membuat tiruan robot dari bahan botol bekas dan bakal dipamerkan di Solo, Jateng.

Mereka berkreasi di Green House atau Rumah Gotic DLHK Badung. Lokasi nya di kompleks  areal Puspem Badung, persis di selatan Gedung Depo Arsip Badung.

Senin lalu (21/8) Jawa Pos Radar Bali bertandang ke Green House atau Rumah Gotic. Memang benar, terlihat dua robot berbahan botol  bekas air mineral dan soft drink itu berdiri tegak.

Para petugas dari DLHK pun terlihat sibuk merapikan robot berbahan botol bekas tersebut. Dua robot itu yang dibikin adalah Optimus Prime dan Bumblebee dalam serial film Transformers. Tingginya sekitar 2,5 meter. 

Robot botol bekas ini pun terlihat unik. Karena botol-botol tersebut juga dicat sesuai dengan warna karakter aslinya macam di film. Selain itu, ada satu patung Spiderman yang dibuat dari limbah styrofoam.  

I Wayan Semaji Jaya Aditama selaku desainer pembuatan robot daur ulang dari botol bekas itu menerangkan, pembuatan robot ini ide dari Kepala DLKH Badung, Putu Eka Merthawan.

Baca Juga:  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Apresiasi Penjelasan Bupati Giri Prasta

Pembuatannya dengan bahan botol bekas air mineral. Pembuatannya ini melibatkan sedikitnya 15 orang dari staf DLHK Badung.

“Satu robot menghabiskan 1.200 botol, jadi kalau dua robot totalnya 2400 botol, ” jelas Semaji Jaya Aditama yang didampingi  Made Puni selaku Koordinator Rumah Gotic  atau Green House DLHK Badung.

Robot daur ulang itu mendulang tinggi sekitar 2,5 meter. Namun robot tersebut didesain knockdown.

Artinya robot tersebut bisa dibongkar pasang. “Robot ini sengaja kami desain knockdown, sehingga gampang membawanya dan bisa dilepas sewaktu-waktu,” ungkap pria yang juga pegawai di DLHK Badung ini.

Proses pembuatan nya juga tidak terlalu, mereka memakan waktu sekitar satu minggu. Namun kerjanya tergolong ngebut.

Pasalnya, semua tim bekerja dari pukul 09.00 sampai 21.00. Pembuatan awal mereka menyusun kerangka terlebih dahulu menggunakan besi. Kemudian dilakukan pengecatan botol-botol bekas.

Setelah rangka jadi dan botol selesai di cat, baru rakit membentuk karakter dua tiruan robot tersebut yang ditempel dengan lem. 

Namun dalam menyusun ini juga tidak mudah, mereka betul-betul detail  dan teliti dalam menyusun botol-botol bekas itu.

Baca Juga:  Gerakan Plastic Exchange di Saba; 1,7 Ton Sampah Plastik Ditukar Beras

“Jadi, pengerjaan kami lembur. Karena betul-betul harus teliti. Karena menyusun botol-botol ini tidak mudah, ” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan menerangkan, pembuatan tiruan robot dari bahan botol bekas ini akan dibawa dalam sebuah acara pameran, pentas seni, dialog budaya dan pameran foto Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental pada 25-28 Agustus di Solo.

DLHK Badung adalah satu-satunya mewakili Bali dalam pameran tersebut. Nah, memilih untuk membuat robot transformer ini karena dua tokoh ini adalah tokoh sentral untuk perubahan.

Pasalnya, perubahan dari Badung bukan untuk nasional tetapi untuk internasional. “Kelas kami itu wisata internasional atau kelas dunia. Jadi, ini semacam aplikasi agar lebih mudah dan Transformers kan identik anak muda, ” jelasnya.

Pembuatan robot ini menggunakan bahan dasar sampah botol bekas.  Sehingga  ada sebuah pembelajaran kepada generasi muda bahwa sampah bisa didaur ulang jadi benda seni. 

“Setelah pameran di Solo, nanti akan dipamerkan juga pada HUT Mangupura tentunya kami akan bikin satu lagi robot Transformers berbahan bekas yang lebih besar, ” pungkasnya.



RadarBali.com– Transformers yang muncul dari gambaran film-film tak harus diwujudkan dengan bahan mahal.

Tokoh Optimus Prime dan Bumblebee dalam serial film Transformers ternyata dibikin dengan botol bekas. Dan, hasilnya tak kalah menarik pula.

Ini seperti yang dibuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung.  Mereka membuat tiruan robot dari bahan botol bekas dan bakal dipamerkan di Solo, Jateng.

Mereka berkreasi di Green House atau Rumah Gotic DLHK Badung. Lokasi nya di kompleks  areal Puspem Badung, persis di selatan Gedung Depo Arsip Badung.

Senin lalu (21/8) Jawa Pos Radar Bali bertandang ke Green House atau Rumah Gotic. Memang benar, terlihat dua robot berbahan botol  bekas air mineral dan soft drink itu berdiri tegak.

Para petugas dari DLHK pun terlihat sibuk merapikan robot berbahan botol bekas tersebut. Dua robot itu yang dibikin adalah Optimus Prime dan Bumblebee dalam serial film Transformers. Tingginya sekitar 2,5 meter. 

Robot botol bekas ini pun terlihat unik. Karena botol-botol tersebut juga dicat sesuai dengan warna karakter aslinya macam di film. Selain itu, ada satu patung Spiderman yang dibuat dari limbah styrofoam.  

I Wayan Semaji Jaya Aditama selaku desainer pembuatan robot daur ulang dari botol bekas itu menerangkan, pembuatan robot ini ide dari Kepala DLKH Badung, Putu Eka Merthawan.

Baca Juga:  Murah dan Efektif, Layanan GeNose C19 Diminati Penumpang Pesawat

Pembuatannya dengan bahan botol bekas air mineral. Pembuatannya ini melibatkan sedikitnya 15 orang dari staf DLHK Badung.

“Satu robot menghabiskan 1.200 botol, jadi kalau dua robot totalnya 2400 botol, ” jelas Semaji Jaya Aditama yang didampingi  Made Puni selaku Koordinator Rumah Gotic  atau Green House DLHK Badung.

Robot daur ulang itu mendulang tinggi sekitar 2,5 meter. Namun robot tersebut didesain knockdown.

Artinya robot tersebut bisa dibongkar pasang. “Robot ini sengaja kami desain knockdown, sehingga gampang membawanya dan bisa dilepas sewaktu-waktu,” ungkap pria yang juga pegawai di DLHK Badung ini.

Proses pembuatan nya juga tidak terlalu, mereka memakan waktu sekitar satu minggu. Namun kerjanya tergolong ngebut.

Pasalnya, semua tim bekerja dari pukul 09.00 sampai 21.00. Pembuatan awal mereka menyusun kerangka terlebih dahulu menggunakan besi. Kemudian dilakukan pengecatan botol-botol bekas.

Setelah rangka jadi dan botol selesai di cat, baru rakit membentuk karakter dua tiruan robot tersebut yang ditempel dengan lem. 

Namun dalam menyusun ini juga tidak mudah, mereka betul-betul detail  dan teliti dalam menyusun botol-botol bekas itu.

Baca Juga:  Ketika Pramuka Gianyar Diajarkan Menyulap Botol Bekas Menjadi Bernilai

“Jadi, pengerjaan kami lembur. Karena betul-betul harus teliti. Karena menyusun botol-botol ini tidak mudah, ” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan menerangkan, pembuatan tiruan robot dari bahan botol bekas ini akan dibawa dalam sebuah acara pameran, pentas seni, dialog budaya dan pameran foto Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental pada 25-28 Agustus di Solo.

DLHK Badung adalah satu-satunya mewakili Bali dalam pameran tersebut. Nah, memilih untuk membuat robot transformer ini karena dua tokoh ini adalah tokoh sentral untuk perubahan.

Pasalnya, perubahan dari Badung bukan untuk nasional tetapi untuk internasional. “Kelas kami itu wisata internasional atau kelas dunia. Jadi, ini semacam aplikasi agar lebih mudah dan Transformers kan identik anak muda, ” jelasnya.

Pembuatan robot ini menggunakan bahan dasar sampah botol bekas.  Sehingga  ada sebuah pembelajaran kepada generasi muda bahwa sampah bisa didaur ulang jadi benda seni. 

“Setelah pameran di Solo, nanti akan dipamerkan juga pada HUT Mangupura tentunya kami akan bikin satu lagi robot Transformers berbahan bekas yang lebih besar, ” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/