alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Pejabat Foto Bareng Tanpa Jaga Jarak, Gendo Bandingkan Kasus JRX SID

DENPASAR – Kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang melilit front man Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias JRX SID masih bergulir di Polda Bali.

Pro kontra mewarnai perjalanan kasus yang melilit sang musisi sekaligus aktivis lingkungan ini. Yang menarik, di tengah bergulirnya kasus JRX SID,

perilaku indispliner ditunjukkan pejabat Negara saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) 2020 yang berlangsung di Nusa Dua, Badung.

Para pejabat itu justru foto bareng tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Mereka tidak menjaga jarak alias physical distancing dan tidak memakai masker.

Tampak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Kepala Bappenas, Menteri Koperasi, dan lainnya.

Setelah diunggah di media sosial, aksi para pejabat tersebut kontan mengundang reaksi warganet. Tak terkecuali oleh Wayan Gendo Suardana, kuasa hukum JRX SID.

Baca Juga:  Jadi Tempat Singgah Korban Corona,Bandara Ngurah Rai Disinfeksi 2 Hari

Melalui platform Facebook, Gendo menulis kritikan tajam yang diberi judul,” Entah Apa Jadinya Jika Ini Dilakukan Oleh JRX?”.

“Jika mau menghakimi orang karena perilaku indispliner protokol kesehatan maka seharusnya yang paling disorot, diadili adalah perilaku para pejabat karena merekalah sesungguhnya pendulum utama dari kampanye ini,” tulis Gendo.

Menurutnya, protokol kesehatan bukan hanya ditujukan kepada masyarakat, tapi harus dicontohkan oleh pejabat

“Jika perilaku mereka tidak dibisa dicontoh padahal merekalah stake holder utama kebijakan, sebab merekalah yg meminta rakyat percaya, lalu bagaimana dengan foto ini?

Adakah orang akan berteriak keras agar mereka diadili dengan UU wabah penyakit menular? Atau karena mereka difoto ini berpose sopan layaknya masyarakat MADANI NAN BERADAB, sehingga tak layak disoroti?” sentilnya keras.

Baca Juga:  Pandemi, Tradisi “Nyakan Diwang” di Banjar Buleleng Tetap Lestari

“Mereka yang percaya protokol kesehatan saja berperilaku begini, bagaimana bagi yang tidak percaya. Atau apakah mereka ini sejatinya tidak percaya protokol kesehatan?” imbuhnya.

Gendo Suardana lantas membayangkan jika yang berpose seperti itu adalah JRX SID, kliennya. Pasti reaksinya akan berbeda.

“Saya hanya membayangkan, jika JRX berpose seperti ini, tudingan apa yg akan muncul. Iya sekarang saya percaya ttg ketimpangan relasi kuasa bukan hanya muncul dr penguasa dia bahkan

muncul pada sipil yg mengaku pengusung demokrasi. Mumpung ada kambing hitam bernama JRX dgn relasi kuasa terlemah, maka dia akan diserang. Parahnya pake alasan adat ketimuran pula?” tuturnya.

Sebagai penutup, dia menulis hastag satire,  #adilsejakdalampikiran #relasikuasa #timpang #protokol kesehatan.



DENPASAR – Kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang melilit front man Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias JRX SID masih bergulir di Polda Bali.

Pro kontra mewarnai perjalanan kasus yang melilit sang musisi sekaligus aktivis lingkungan ini. Yang menarik, di tengah bergulirnya kasus JRX SID,

perilaku indispliner ditunjukkan pejabat Negara saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) 2020 yang berlangsung di Nusa Dua, Badung.

Para pejabat itu justru foto bareng tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Mereka tidak menjaga jarak alias physical distancing dan tidak memakai masker.

Tampak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Kepala Bappenas, Menteri Koperasi, dan lainnya.

Setelah diunggah di media sosial, aksi para pejabat tersebut kontan mengundang reaksi warganet. Tak terkecuali oleh Wayan Gendo Suardana, kuasa hukum JRX SID.

Baca Juga:  Duh, Operasi Yustisi, Masih Ditemukan Warga Tidak Gunakan Masker

Melalui platform Facebook, Gendo menulis kritikan tajam yang diberi judul,” Entah Apa Jadinya Jika Ini Dilakukan Oleh JRX?”.

“Jika mau menghakimi orang karena perilaku indispliner protokol kesehatan maka seharusnya yang paling disorot, diadili adalah perilaku para pejabat karena merekalah sesungguhnya pendulum utama dari kampanye ini,” tulis Gendo.

Menurutnya, protokol kesehatan bukan hanya ditujukan kepada masyarakat, tapi harus dicontohkan oleh pejabat

“Jika perilaku mereka tidak dibisa dicontoh padahal merekalah stake holder utama kebijakan, sebab merekalah yg meminta rakyat percaya, lalu bagaimana dengan foto ini?

Adakah orang akan berteriak keras agar mereka diadili dengan UU wabah penyakit menular? Atau karena mereka difoto ini berpose sopan layaknya masyarakat MADANI NAN BERADAB, sehingga tak layak disoroti?” sentilnya keras.

Baca Juga:  Ribuan Korban HIV/Aids Tersebar di Bali, Ini Solusi Togar Situmorang…

“Mereka yang percaya protokol kesehatan saja berperilaku begini, bagaimana bagi yang tidak percaya. Atau apakah mereka ini sejatinya tidak percaya protokol kesehatan?” imbuhnya.

Gendo Suardana lantas membayangkan jika yang berpose seperti itu adalah JRX SID, kliennya. Pasti reaksinya akan berbeda.

“Saya hanya membayangkan, jika JRX berpose seperti ini, tudingan apa yg akan muncul. Iya sekarang saya percaya ttg ketimpangan relasi kuasa bukan hanya muncul dr penguasa dia bahkan

muncul pada sipil yg mengaku pengusung demokrasi. Mumpung ada kambing hitam bernama JRX dgn relasi kuasa terlemah, maka dia akan diserang. Parahnya pake alasan adat ketimuran pula?” tuturnya.

Sebagai penutup, dia menulis hastag satire,  #adilsejakdalampikiran #relasikuasa #timpang #protokol kesehatan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/