alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Kejadian Lucu saat Kadis Koperasi Badung Ditawari Pinjol

MANGUPURA – Belakangan ini marak muncul tawaran pinjaman online (pinjol). Namun tak sedikit juga masyarakat yang bermasalah dengan pinjol. Terlebih, pinjol tersebut juga tidak diketahui keberadaannya dan juga legalitasnya.

 

Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung pun mengharapkan masyarakat dapat mempertimbangkan dan jangan tergiur melakukan pinjol.

 

Kepala Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, Made Widiana menerangkan, pinjol tersebut belum bisa diketahui keberadaannya.

 

Pihaknya memastikan pinjol tersebut bukan merupakan produk dari koperasi yang berada di bawah bimbingannya. Dia pun berharap agar masyarakat tidak terpancing bujuk rayuan dari pihak pinjol ilegal.

 

“Saat ini kami sedang melacak asal-usul perusahaan tersebut. Saya berharap masyarakat lebih cerdas menyikapi pinjol ilegal tersebut, jangan sampai terpancing tawaran pinjol ilegal,” terang Widiana, Minggu (22/8).

 

Menurutnya, kasus pinjol ilegal masih banyak ditemukan di masyarakat. Bahkan ia pernah mengalami kejadian lucu terkait pinjol ini.

Baca Juga:  Sekali Selamat saat Spearfishing, Kali Ini Nicholas Ditemukan Tewas

Widiana menceritakan, suatu hari dia sempat menerima tawaran pinjaman online. Dia ditelepon dari seseorang yang menawarkan pinjol.

Tak mau gampang tergiur iming-iming dari pinjol itu, Widiana pun memancing pihak pinjol itu menampakkan batang hidungnya. Caranya, dia mengajak pihak yang memberi tawaran itu bertemu.

 

“Saya sempat dihubungi, setelah saya pancing bahwa saya sedang memerlukan dana, saya minta ketemu dan menghadap di kantornya. Setelah saya begitukan, saya malah diblokir oleh yang bersangkutan,” terang Widiana lantas tersenyum.

 

Lebih lanjut, untuk meminimalkan adanya kasus pinjol ilegal, Widiana mengaku sudah melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya memberikan imbauan kepada masyarakat melalui Kepala Koperasi dan Camat di seluruh Kabupaten Badung.

Baca Juga:  Korban Pinjol Rp500 Ribu Jadi Rp70 Juta di Jembrana Ngaku Diteror

 

“Upaya kami sudah imbau kepada masyarakat lewat ketua-ketua koperasi untuk menyebarluaskan kepada anggota masing-masing supaya anggotanya tidak tergiur dengan pinjol itu. Untuk masyarakat luas, kami komunikasikan dengan camat agar memberikan imbauan kepada masyarakat,” ungkapnya.

 

Ia mengakui, sebenarnya pinjol ilegal dapat diidentifikasi. Sesuai dengan unggahan resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika, ada beberapa ciri-ciri dari pinjol ilegal.

 

Yakni memiliki bunga yang tinggi, jangka waktu pinjaman yang tidak jelas, tidak mencantumkan alamat perusahaan pada aplikasi atau website apapun, menggunakan cara penagihan yang tidak benar (mengandung kekerasan atau pencemaran nama baik), dan meminta mengakses data pribadi.

 

“Kontak nomor telepon yang ada di handphone juga diminta, kalau lewat dari jangka waktu pembayaran langsung akan dihubungi. Di sini masyarakat harus pintar-pintar memilih pinjaman,” pungkasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

MANGUPURA – Belakangan ini marak muncul tawaran pinjaman online (pinjol). Namun tak sedikit juga masyarakat yang bermasalah dengan pinjol. Terlebih, pinjol tersebut juga tidak diketahui keberadaannya dan juga legalitasnya.

 

Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung pun mengharapkan masyarakat dapat mempertimbangkan dan jangan tergiur melakukan pinjol.


 

Kepala Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, Made Widiana menerangkan, pinjol tersebut belum bisa diketahui keberadaannya.

 

Pihaknya memastikan pinjol tersebut bukan merupakan produk dari koperasi yang berada di bawah bimbingannya. Dia pun berharap agar masyarakat tidak terpancing bujuk rayuan dari pihak pinjol ilegal.

 

“Saat ini kami sedang melacak asal-usul perusahaan tersebut. Saya berharap masyarakat lebih cerdas menyikapi pinjol ilegal tersebut, jangan sampai terpancing tawaran pinjol ilegal,” terang Widiana, Minggu (22/8).

 

Menurutnya, kasus pinjol ilegal masih banyak ditemukan di masyarakat. Bahkan ia pernah mengalami kejadian lucu terkait pinjol ini.

Baca Juga:  MIRIS! Selain Utang Bank, Diduga Oknum Polisi Juga Terlilit Pinjol

Widiana menceritakan, suatu hari dia sempat menerima tawaran pinjaman online. Dia ditelepon dari seseorang yang menawarkan pinjol.

Tak mau gampang tergiur iming-iming dari pinjol itu, Widiana pun memancing pihak pinjol itu menampakkan batang hidungnya. Caranya, dia mengajak pihak yang memberi tawaran itu bertemu.

 

“Saya sempat dihubungi, setelah saya pancing bahwa saya sedang memerlukan dana, saya minta ketemu dan menghadap di kantornya. Setelah saya begitukan, saya malah diblokir oleh yang bersangkutan,” terang Widiana lantas tersenyum.

 

Lebih lanjut, untuk meminimalkan adanya kasus pinjol ilegal, Widiana mengaku sudah melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya memberikan imbauan kepada masyarakat melalui Kepala Koperasi dan Camat di seluruh Kabupaten Badung.

Baca Juga:  TEGANG! Demo Mahasiswa Tolak IMF Dibubarkan Paksa Pecalang dan Ormas

 

“Upaya kami sudah imbau kepada masyarakat lewat ketua-ketua koperasi untuk menyebarluaskan kepada anggota masing-masing supaya anggotanya tidak tergiur dengan pinjol itu. Untuk masyarakat luas, kami komunikasikan dengan camat agar memberikan imbauan kepada masyarakat,” ungkapnya.

 

Ia mengakui, sebenarnya pinjol ilegal dapat diidentifikasi. Sesuai dengan unggahan resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika, ada beberapa ciri-ciri dari pinjol ilegal.

 

Yakni memiliki bunga yang tinggi, jangka waktu pinjaman yang tidak jelas, tidak mencantumkan alamat perusahaan pada aplikasi atau website apapun, menggunakan cara penagihan yang tidak benar (mengandung kekerasan atau pencemaran nama baik), dan meminta mengakses data pribadi.

 

“Kontak nomor telepon yang ada di handphone juga diminta, kalau lewat dari jangka waktu pembayaran langsung akan dihubungi. Di sini masyarakat harus pintar-pintar memilih pinjaman,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/