alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Proyek Jalan Setapak di Sanur Disorot karena Bongkar Kelapa Bengkok

DENPASAR – Proyek jalan setapak di Pantai Sanur, Denpasar masih dalam proses pengerjaan. Tampak warung-warung pinggir pantai sudah terbongkar. Yang menjadi sorotan justru pohon kelapa yang harus ikut dibongkar lantaran menghalangi pengerjaan proyek. 

 

Kepala Satuan Nonvertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (SNVT  PJSA) Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Made Deny mengatakan progres jalan setapak sepanjang Pantai Sanur sudah memasuki 36 persen sesuai dengan target pada bulan.

Kata dia, pengerjaannya sedang dilakukan sampai saat ini sehingga dia berharap pengunjung pantai harap maklum ada gangguan proyek. 

 

Disinggung mengenai pohon kelapa yang menjadi sorotan, Ia menyatakan rencananya akan dipindahkan.

 

“Ya rencananya akan dipindahkan. Masih dalam pengerjaan,” ujarnya. 

 

Menurutnya, dalam penataan Pantai Sanur diakui menemukan kendala. Namun, Denny menganggap itu hal biasa terjadi dalam pelaksanaan proyek.

 

“Kendala pasti ada setiap pkerjaan, tapi  semoga bisa  cepat  clear demi sanur yang lebih baik,” jelasnya.

 

Namun, ada keluhan masih ada pedagang kecil yang coba mencari peruntungan. Hal itu diungkapkan  Anggota DPRD Denpasar asal Sanur, IB Kiana. Dia mengatakan, pengsuaha hotel mengeluhkan ada warung-warung kecil yang dibangun sehingga merusak keindahan pantai. 

 

“Pada dasarnya pengusaha mendukung membongkar bangunan ratusan juta. Namun berharap setelah itu jangan tumbuh warung-warung baru,” ujarnya. 

 

 

Menurut Gus Kiana jika dibuatkan tempat menaruh peralatan perahu pengusaha tidak mempermasalahkan, namun jika ada warung-warung kecil baginya tidak adil bagi pengusaha sekitar yang membuat bangunan semi permanen yang bernilai ratusan juta. 

 

Selain itu, Tokoh asal Sanur ini juga meminta pelaksana proyek memperhatikan kebersihan. Tidak ada barang-barang ang berantakan bekas proyek yang  justru membuat wisatawan kabur. 

 

“Pelaksana proyek begitu habis bongkar tolong dibersihkan. Bongkar potong kayu satu sisi sudah membantu membuka areal dia dipakai tidak dibersihkan  merugikan hotel. Mereka minta kepastian jangan kepentingan politik takut kehilangan suara diberikan tempat tidak diharuskan. Mungkin sudah ada yang mrnghadap  ke Pak Wali Kota. Jangan membuat tamu susah jalan tidak karena tidak begitu  cepat ditata walaupun kita tahu tidak  segampang itu membersihkan,” jelas Politisi Hanura ini. 

 

Terkait pohon yang  tumbuh menghalangi jalan menurutnya jika mendukung keindahan dia mendukung desain dari pusat untuk mencipakan keindahan di Pantai Sanur. 



DENPASAR – Proyek jalan setapak di Pantai Sanur, Denpasar masih dalam proses pengerjaan. Tampak warung-warung pinggir pantai sudah terbongkar. Yang menjadi sorotan justru pohon kelapa yang harus ikut dibongkar lantaran menghalangi pengerjaan proyek. 

 

Kepala Satuan Nonvertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (SNVT  PJSA) Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Made Deny mengatakan progres jalan setapak sepanjang Pantai Sanur sudah memasuki 36 persen sesuai dengan target pada bulan.

Kata dia, pengerjaannya sedang dilakukan sampai saat ini sehingga dia berharap pengunjung pantai harap maklum ada gangguan proyek. 

 

Disinggung mengenai pohon kelapa yang menjadi sorotan, Ia menyatakan rencananya akan dipindahkan.

 

“Ya rencananya akan dipindahkan. Masih dalam pengerjaan,” ujarnya. 

 

Menurutnya, dalam penataan Pantai Sanur diakui menemukan kendala. Namun, Denny menganggap itu hal biasa terjadi dalam pelaksanaan proyek.

 

“Kendala pasti ada setiap pkerjaan, tapi  semoga bisa  cepat  clear demi sanur yang lebih baik,” jelasnya.

 

Namun, ada keluhan masih ada pedagang kecil yang coba mencari peruntungan. Hal itu diungkapkan  Anggota DPRD Denpasar asal Sanur, IB Kiana. Dia mengatakan, pengsuaha hotel mengeluhkan ada warung-warung kecil yang dibangun sehingga merusak keindahan pantai. 

 

“Pada dasarnya pengusaha mendukung membongkar bangunan ratusan juta. Namun berharap setelah itu jangan tumbuh warung-warung baru,” ujarnya. 

 

 

Menurut Gus Kiana jika dibuatkan tempat menaruh peralatan perahu pengusaha tidak mempermasalahkan, namun jika ada warung-warung kecil baginya tidak adil bagi pengusaha sekitar yang membuat bangunan semi permanen yang bernilai ratusan juta. 

 

Selain itu, Tokoh asal Sanur ini juga meminta pelaksana proyek memperhatikan kebersihan. Tidak ada barang-barang ang berantakan bekas proyek yang  justru membuat wisatawan kabur. 

 

“Pelaksana proyek begitu habis bongkar tolong dibersihkan. Bongkar potong kayu satu sisi sudah membantu membuka areal dia dipakai tidak dibersihkan  merugikan hotel. Mereka minta kepastian jangan kepentingan politik takut kehilangan suara diberikan tempat tidak diharuskan. Mungkin sudah ada yang mrnghadap  ke Pak Wali Kota. Jangan membuat tamu susah jalan tidak karena tidak begitu  cepat ditata walaupun kita tahu tidak  segampang itu membersihkan,” jelas Politisi Hanura ini. 

 

Terkait pohon yang  tumbuh menghalangi jalan menurutnya jika mendukung keindahan dia mendukung desain dari pusat untuk mencipakan keindahan di Pantai Sanur. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/