alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Koster Rencana Nolkan Dana Hibah DPRD Bali, Adi: Lihat Dulu Urgensinya

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster berencana mengenolkan dana hibah anggota DPRD Bali.

Tahap awal, Gubernur Koster mengurangi dana hibah per anggota dewan Rp 6 miliar menjadi Rp 3 miliar. Ke depan, dana hibah jadi nol rupiah.

Menurut Gubernur Koster, dana hibah anggota dewan bakal digunakan untuk kepentingan produktif. Salah satunya membangun infrastruktur.

Yang sudah dilakukan adalah membangun proyek shortcut Denpasar – Singaraja. Ke depan, proyek yang dibangun adalah penataan kawasan suci Pura Besakih.

Namun, rencana Gubernur Koster mengenolkan dana hibah mendapat perlawanan anggota DPRD Bali. 

Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, pemotongan dana hibah harus ada kesepakatan dulu antara legislatif dan eksekutif. Tidak bisa sepihak. 

Selain itu, alasan pemotongan harus melihat urgensi  kebutuhannya. Karena menurut Adi Wiryatama, dana hibah dibutuhkan untuk pembangunan masyarakat. 

“Nanti kita lihat dulu. Itu kan kalau ada pengurangan, jadi eksekutif dan legislatif harus bicara bersama dulu. Lagian, dana hibah di dewan juga untuk pembangunan,” ujar Adi.

Ia mencontohkan seperti pembangunan shortcut, DPRD Bali sangat mendukung. Karena itu demi kepentingan masyarakat dan menjadi prioritas. 

Sehingga DPRD Bali sepakat dana hibah wakil rakyat dipotong menjadi Rp 3 miliar yang semula Rp 6 miliar. 

“Tapi, DPRD itu kan tujuannya untuk pembangunan, kita sama-sama membangun Bali. Jadi kita lihat urgensinya dulu. Kalau urgen, kenapa nggak duduk bersama untuk evaluasi,” bebernya. 



DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster berencana mengenolkan dana hibah anggota DPRD Bali.

Tahap awal, Gubernur Koster mengurangi dana hibah per anggota dewan Rp 6 miliar menjadi Rp 3 miliar. Ke depan, dana hibah jadi nol rupiah.

Menurut Gubernur Koster, dana hibah anggota dewan bakal digunakan untuk kepentingan produktif. Salah satunya membangun infrastruktur.

Yang sudah dilakukan adalah membangun proyek shortcut Denpasar – Singaraja. Ke depan, proyek yang dibangun adalah penataan kawasan suci Pura Besakih.

Namun, rencana Gubernur Koster mengenolkan dana hibah mendapat perlawanan anggota DPRD Bali. 

Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, pemotongan dana hibah harus ada kesepakatan dulu antara legislatif dan eksekutif. Tidak bisa sepihak. 

Selain itu, alasan pemotongan harus melihat urgensi  kebutuhannya. Karena menurut Adi Wiryatama, dana hibah dibutuhkan untuk pembangunan masyarakat. 

“Nanti kita lihat dulu. Itu kan kalau ada pengurangan, jadi eksekutif dan legislatif harus bicara bersama dulu. Lagian, dana hibah di dewan juga untuk pembangunan,” ujar Adi.

Ia mencontohkan seperti pembangunan shortcut, DPRD Bali sangat mendukung. Karena itu demi kepentingan masyarakat dan menjadi prioritas. 

Sehingga DPRD Bali sepakat dana hibah wakil rakyat dipotong menjadi Rp 3 miliar yang semula Rp 6 miliar. 

“Tapi, DPRD itu kan tujuannya untuk pembangunan, kita sama-sama membangun Bali. Jadi kita lihat urgensinya dulu. Kalau urgen, kenapa nggak duduk bersama untuk evaluasi,” bebernya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/