alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

PHRI Minta Pengusaha Hotel dan Restoran Jangan Langsung PHK Pekerja

MANGUPURA – Pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan dampaknya oleh para perusahaan di dunia pariwisata. Akibatnya, ada sejumlah perusahan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pekerja.

Namun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung berharap para pengusaha hotel maupun restoran tidak langsung segera untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan bahwa perusahaan tidak segera melakukan PHK. Karena  perusahaan bisa melakukan mempekerjakan karyawannya secara bergilir.

 

“Menurut saya, harus pelan-pelan berpikir. Karena karyawan kan susah lama mengabdi, selebihnya mereka tidak ingin mata pencariannya akan hilang,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (23/1).

Baca Juga:  Demi Bali Aman, Pelaku Industri Pariwisata Bali Batal Gelar Aksi Demo

 

Kata dia,  jika tingkat hunian hotel tersebut rendah, pihaknya menginginkan agar karyawannya digilir untuk bekerja. Sehingga semua karyawan akan merasa senasib atau diperlakukan yang sama.

 

“Jadi cari jalan yang baik, agar situasi  tetap kondusif. Pada intinya jangan memutus karyawan dengan tergesa-gesa,” bebernya.

 

Sementara ia belum mengetahui permasalahannya ada sejumlah Hotel yang melakukan PHK karyawannya. Namun pihaknya akan menanyakan, apa perusahaan atau hotel tersebut akan ditutup sehingga dilakukan PHK kepada puluhan karyawannya.

 

“Hotel memangnya mau tutup operasional? Sebenarnya kan bisa dilakukan bertahap, apalagi bisa mempekerjakan karyawan secara bergilir,” tegasnya kembali.

 

Imbuhnya,  dengan adanya permasalahan yang terus bergulir diharapkan ada solusi yang tepat. Sehingga pihak perusahaan dan karyawan sama-sama bisa menerima.

Baca Juga:  PHRI Badung Minta Pemerintah Evaluasi Bebas Visa

 

“Seperti permasalahan ini, yakni manajemen Hotel W Bali Seminyak sudah pernah dipanggil oleh Bapak Gubernur ketika karyawan demo. Bahkan saat itu diharapkan dengan situasi seperti ini tidak melakukan PHK buru-buru sehingga tidak lagi dampak sosial bagi masyarakat,” pungkasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

MANGUPURA – Pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan dampaknya oleh para perusahaan di dunia pariwisata. Akibatnya, ada sejumlah perusahan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pekerja.

Namun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung berharap para pengusaha hotel maupun restoran tidak langsung segera untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 


Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan bahwa perusahaan tidak segera melakukan PHK. Karena  perusahaan bisa melakukan mempekerjakan karyawannya secara bergilir.

 

“Menurut saya, harus pelan-pelan berpikir. Karena karyawan kan susah lama mengabdi, selebihnya mereka tidak ingin mata pencariannya akan hilang,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (23/1).

Baca Juga:  Layanan Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Tutup Sementara

 

Kata dia,  jika tingkat hunian hotel tersebut rendah, pihaknya menginginkan agar karyawannya digilir untuk bekerja. Sehingga semua karyawan akan merasa senasib atau diperlakukan yang sama.

 

“Jadi cari jalan yang baik, agar situasi  tetap kondusif. Pada intinya jangan memutus karyawan dengan tergesa-gesa,” bebernya.

 

Sementara ia belum mengetahui permasalahannya ada sejumlah Hotel yang melakukan PHK karyawannya. Namun pihaknya akan menanyakan, apa perusahaan atau hotel tersebut akan ditutup sehingga dilakukan PHK kepada puluhan karyawannya.

 

“Hotel memangnya mau tutup operasional? Sebenarnya kan bisa dilakukan bertahap, apalagi bisa mempekerjakan karyawan secara bergilir,” tegasnya kembali.

 

Imbuhnya,  dengan adanya permasalahan yang terus bergulir diharapkan ada solusi yang tepat. Sehingga pihak perusahaan dan karyawan sama-sama bisa menerima.

Baca Juga:  Pengusaha Hotel dan Restoran di Badung Harus Penuhi Persyaratan Ketat

 

“Seperti permasalahan ini, yakni manajemen Hotel W Bali Seminyak sudah pernah dipanggil oleh Bapak Gubernur ketika karyawan demo. Bahkan saat itu diharapkan dengan situasi seperti ini tidak melakukan PHK buru-buru sehingga tidak lagi dampak sosial bagi masyarakat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/