alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Dinkes Bali Bidik PKRS Demi Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

DENPASAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bali.

Upayanya, seperti pertemuan promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) di Hotel Kepundung, Denpasar, Jumat (10/5) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM berharap, kucuran dana promosi kesehatan dari

Dokumen Pelaksanaan Anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (DPA APBD) Provinsi Bali, mampu dimanfaatkan maksimal.

Promosi kesehatan, ungkap Suarjaya, ada di semua lini. Baik puskesmas maupun rumah sakit. Upaya pencegahan dan meningkatkan derajat kesehatan, harus diwujudkan di setiap program rumah sakit.

Promosi kesehatan merupakan upaya edukasi,  agar masyarakat memahami pentingnya arti kesehatan.

’’Misalnya, ada seorang pasien TBC. Dari awal sang pasien dibina agar penyakit yang dideritanya tidak menular. Diedukasi cara merawat diri agar tidak sakit berkepanjangan,

Baca Juga:  Dinkes Benarkan Virus Varian Baru B1351 dari Afrika Selatan Masuk Bali

cara batuk bagaimana, tidak meludah sembarangan, pola makan, dan lain-lain. Hingga dilakukan home visit untuk memastikan lingkungan rumah pasien sehat,” ucap Suarjaya.

Inti PKRS, terangnya, upaya mengubah perilaku pasien, keluarga pasien, lingkungan rumah sakit, dan masyarakat luas agar berperilaku hidup bersih dan sehat.

’’Rumah sakit di samping memikirkan pelayanan kesehatan, juga harus membuat para pasien cepat sembuh dan tidak kembali ke rumah sakit,” paparnya,

sembari menyebut pertemuan kemarin dihadiri petugas promosi kesehatan kabupaten se-Bali, hingga kepala bidang kesehatan se-Bali.

Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUP Sanglah dr. Ni Made Ayu Lestari, Mars, mengupas materi pelaksanaan PKRS di dalam dan luar gedung rumah sakit.

Baca Juga:  WNA Positif Corona Meninggal di Bali, Dinkes Tracking Jejak Almarhum

Implementasi PKRS, terangnya, membidik lima sasaran. Yakni; pasien, pengunjung, keluarga pasien, SDM rumah sakit, dan masyarakat di sekitar rumah sakit.

Bentuk promosi kesehatan di RS Sanglah, ungkap Ayu Lestari, berupa pembagian brosur. Promosi kesehatan untuk masyarakat sekitar RS Sanglah

dilakukan lewat kerja sama dengan puskesmas. Termasuk memanfaatkan teknologi informasi. (rba/djo)



DENPASAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bali.

Upayanya, seperti pertemuan promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) di Hotel Kepundung, Denpasar, Jumat (10/5) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM berharap, kucuran dana promosi kesehatan dari

Dokumen Pelaksanaan Anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (DPA APBD) Provinsi Bali, mampu dimanfaatkan maksimal.

Promosi kesehatan, ungkap Suarjaya, ada di semua lini. Baik puskesmas maupun rumah sakit. Upaya pencegahan dan meningkatkan derajat kesehatan, harus diwujudkan di setiap program rumah sakit.

Promosi kesehatan merupakan upaya edukasi,  agar masyarakat memahami pentingnya arti kesehatan.

’’Misalnya, ada seorang pasien TBC. Dari awal sang pasien dibina agar penyakit yang dideritanya tidak menular. Diedukasi cara merawat diri agar tidak sakit berkepanjangan,

Baca Juga:  Dinkes Benarkan Virus Varian Baru B1351 dari Afrika Selatan Masuk Bali

cara batuk bagaimana, tidak meludah sembarangan, pola makan, dan lain-lain. Hingga dilakukan home visit untuk memastikan lingkungan rumah pasien sehat,” ucap Suarjaya.

Inti PKRS, terangnya, upaya mengubah perilaku pasien, keluarga pasien, lingkungan rumah sakit, dan masyarakat luas agar berperilaku hidup bersih dan sehat.

’’Rumah sakit di samping memikirkan pelayanan kesehatan, juga harus membuat para pasien cepat sembuh dan tidak kembali ke rumah sakit,” paparnya,

sembari menyebut pertemuan kemarin dihadiri petugas promosi kesehatan kabupaten se-Bali, hingga kepala bidang kesehatan se-Bali.

Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUP Sanglah dr. Ni Made Ayu Lestari, Mars, mengupas materi pelaksanaan PKRS di dalam dan luar gedung rumah sakit.

Baca Juga:  Adik-adik Pelajar Perhatikan, Soal Unas SMP Dibikin Lebih Sulit

Implementasi PKRS, terangnya, membidik lima sasaran. Yakni; pasien, pengunjung, keluarga pasien, SDM rumah sakit, dan masyarakat di sekitar rumah sakit.

Bentuk promosi kesehatan di RS Sanglah, ungkap Ayu Lestari, berupa pembagian brosur. Promosi kesehatan untuk masyarakat sekitar RS Sanglah

dilakukan lewat kerja sama dengan puskesmas. Termasuk memanfaatkan teknologi informasi. (rba/djo)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/