alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Ini Kendala Proyek Underpass Jika Ingin Target Tuntas Tepat Waktu

DENPASAR – Progress proyek Underpass baru 17 persen. Meski begitu rekanan diminta memajukan target penyelesaian proyek, dari awalnya September 2018 menjadi Agustus 2018.

Target dimajukan sebulan agar saat digelar pertemuan IMF-World Bank Annual Meeting yang akan diikuti 189 negara itu, underpass sudah bisa digunakan.

Hanya saja, masalah seperti lahan milik warga juga harus secepatnya diselesaikan. Sebab, sampai saat ini tanah di sisi utara underpass seluas 25 are belum bisa dibangun karena belum dibebaskan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I Nyoman Yasmara berharap Pemkab Badung segera membebaskan lahan warga, sehingga bisa dikerjakan.

Informasi yang diterima Yasmara, Pemkab Badung sedang menyiapkan pelepasan hak dan tinggal menyelesaikan administrasi.

Baca Juga:  Versi Lontar Kuno, Gempa Bali Terjadi saat Purnama Itu Pertanda Baik

Sementara lahan di sisi selatan yang berada di areal simpang Unud, Jimbaran, masih musyawarah harga dengan warga.

“Kami berharap permasalahan pembebasan lahan ini bisa selesai. Januari lahan di sisi utara sudah bebas sehingga bisa kami kerjakan,” tukas pria asal Gianyar itu.

Masalah lain yang harus diselesaikan yakni utilitas atau saluran pipa milik Pertamina dan PDAM Badung.

Menurut Yasmara, dibutuhkan kerja sama semua stakeholder untuk merelokasi utilitas yang ada di sekitaran Tugu Ngurah Rai.

Bagaimana dengan material pasir yang langka akibat erupsi Gunung Agung? “Pasir kami kebetulan selain dari Karangasem, juga mendatangkan dari Mataram dan Jawa. Meski harganya naik, tapi masih bisa kami dapatkan,” tukasnya.

Baca Juga:  Duh, Proyek Underpass Simpang Patung Kuda Tuban Tunggu Studi Kelayakan


DENPASAR – Progress proyek Underpass baru 17 persen. Meski begitu rekanan diminta memajukan target penyelesaian proyek, dari awalnya September 2018 menjadi Agustus 2018.

Target dimajukan sebulan agar saat digelar pertemuan IMF-World Bank Annual Meeting yang akan diikuti 189 negara itu, underpass sudah bisa digunakan.

Hanya saja, masalah seperti lahan milik warga juga harus secepatnya diselesaikan. Sebab, sampai saat ini tanah di sisi utara underpass seluas 25 are belum bisa dibangun karena belum dibebaskan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I Nyoman Yasmara berharap Pemkab Badung segera membebaskan lahan warga, sehingga bisa dikerjakan.

Informasi yang diterima Yasmara, Pemkab Badung sedang menyiapkan pelepasan hak dan tinggal menyelesaikan administrasi.

Baca Juga:  Air Mati, Netizen Sebut Akun Instagram PDAM Denpasar Curang

Sementara lahan di sisi selatan yang berada di areal simpang Unud, Jimbaran, masih musyawarah harga dengan warga.

“Kami berharap permasalahan pembebasan lahan ini bisa selesai. Januari lahan di sisi utara sudah bebas sehingga bisa kami kerjakan,” tukas pria asal Gianyar itu.

Masalah lain yang harus diselesaikan yakni utilitas atau saluran pipa milik Pertamina dan PDAM Badung.

Menurut Yasmara, dibutuhkan kerja sama semua stakeholder untuk merelokasi utilitas yang ada di sekitaran Tugu Ngurah Rai.

Bagaimana dengan material pasir yang langka akibat erupsi Gunung Agung? “Pasir kami kebetulan selain dari Karangasem, juga mendatangkan dari Mataram dan Jawa. Meski harganya naik, tapi masih bisa kami dapatkan,” tukasnya.

Baca Juga:  Setahun Terjadi 5.818 Gempa Bumi, Bali Masuk Jalur Gempa Dunia

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/