alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Good News, Atasi Kemacetan, Jalan Iman Bonjol Bakal Diperlebar

DENPASAR – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII melalui Satker PJN Metropolitan Denpasar bakal menggarap proyek pelebaran jalan nasional di jalur utama di Kota Denpasar.

Tahap awal, Jalan Imam Bonjol Denpasar, mulai dari Simpang Jalan Gunung Soputan sampai Simpang Sunset Road, Badung, bakal diperlebar.

Untuk mewujudkan proyek tersebut, PJN Metropolitan Denpasar menganggarkan dana sebesar Rp 181,3 miliar yang bersumber dari APBN.

Jalan yang diperlebar menurut rencana sepanjang  2,25 km. Menurut rencana, lebar jalan yang awalnya 9 – 10 meter, bakal diperlebar menjadi 14 meter.

Akan ada empat jalur dan bisa digunakan untuk dua arah. “Proyek ini akan dikerjakan PT Wijaya Karya bekerjasama dengan PT Sinar Bali Binar Karya,” ujar Kepala Satker PJN Metropolitan Denpasar Ir AA Gde Sanjaya.

Baca Juga:  Proyek Pelebaran Jalan Imam Bonjol Paksa 2.000 Pohon Direlokasi

Untuk kelancaran proyek, PJN menggandeng Polda Bali untuk mengatur lalu lintas di area proyek. Menurut rencana, bakal ada perubahan arus lalu lintas.

Gde Sanjaya optimis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan kontrak yakini selama 400 hari sejak tandatangan kontrak 27 November 2017.

Diprediksi proyek kelar 31 Desember 2018 mendatang. “Awalnya 18 bulan karena tersedia 12 bulan.Tapi, kita target agar bisa lebih cepat,” paparnya.

Perubahan arus terpaksa dilakukan untuk kelancaran pemasangan alat penggali dan box culvert 5 x 3 meter di sungai Teba yang melintas di barat.

PPK 08 Simpang Dewaruci, Ida Bagus Made Artamana, menjelaskan, arus lalin di Simpang Nakula hingga Sunset Road akan berubah satu arah dari arah Denpasar menuju Kuta.

Baca Juga:  10 Menit, Ratusan Paket Sayur dan Nasi Bungkus GLO Ludes Dibagikan

Sedangkan arah sebaliknya akan dialihkan melalui jalan sunset road barat-Nakula Utara kembali ke Imam Bonjol.

“Proyek ini untuk mengatasi kemacetan di titik -titik sering krodit  yang kita garap. Sekaligus untuk mendukung pelaksanaan IMF-WB akhir tahun ini,” jelas Artamana.



DENPASAR – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII melalui Satker PJN Metropolitan Denpasar bakal menggarap proyek pelebaran jalan nasional di jalur utama di Kota Denpasar.

Tahap awal, Jalan Imam Bonjol Denpasar, mulai dari Simpang Jalan Gunung Soputan sampai Simpang Sunset Road, Badung, bakal diperlebar.

Untuk mewujudkan proyek tersebut, PJN Metropolitan Denpasar menganggarkan dana sebesar Rp 181,3 miliar yang bersumber dari APBN.

Jalan yang diperlebar menurut rencana sepanjang  2,25 km. Menurut rencana, lebar jalan yang awalnya 9 – 10 meter, bakal diperlebar menjadi 14 meter.

Akan ada empat jalur dan bisa digunakan untuk dua arah. “Proyek ini akan dikerjakan PT Wijaya Karya bekerjasama dengan PT Sinar Bali Binar Karya,” ujar Kepala Satker PJN Metropolitan Denpasar Ir AA Gde Sanjaya.

Baca Juga:  10 Menit, Ratusan Paket Sayur dan Nasi Bungkus GLO Ludes Dibagikan

Untuk kelancaran proyek, PJN menggandeng Polda Bali untuk mengatur lalu lintas di area proyek. Menurut rencana, bakal ada perubahan arus lalu lintas.

Gde Sanjaya optimis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan kontrak yakini selama 400 hari sejak tandatangan kontrak 27 November 2017.

Diprediksi proyek kelar 31 Desember 2018 mendatang. “Awalnya 18 bulan karena tersedia 12 bulan.Tapi, kita target agar bisa lebih cepat,” paparnya.

Perubahan arus terpaksa dilakukan untuk kelancaran pemasangan alat penggali dan box culvert 5 x 3 meter di sungai Teba yang melintas di barat.

PPK 08 Simpang Dewaruci, Ida Bagus Made Artamana, menjelaskan, arus lalin di Simpang Nakula hingga Sunset Road akan berubah satu arah dari arah Denpasar menuju Kuta.

Baca Juga:  GEGER! Tim Medis Berpakaian Lengkap Evakuasi Bule Tewas di Imam Bonjol

Sedangkan arah sebaliknya akan dialihkan melalui jalan sunset road barat-Nakula Utara kembali ke Imam Bonjol.

“Proyek ini untuk mengatasi kemacetan di titik -titik sering krodit  yang kita garap. Sekaligus untuk mendukung pelaksanaan IMF-WB akhir tahun ini,” jelas Artamana.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/