alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Monumen Perjuangan Rakyat Bali Gandeng Pramuka

DENPASAR, Radar Bali – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Monumen Perjuangan Rakyat Bali gelar sarasahan peranan perempuan dalam perjuangan rakyat Bali dalam rangka mensosialisasikan perjuangan rakyat Bali yang tergambar pada diorama, Jumat (25/6).

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha saat membuka sarasehan mengatakan, Moumen Perjuangan Rakyat Bali yang kita lakukan secara bersama dalam suatu sikap luhur dalam upaya menggali, mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah Perjuangan Moumen Perjuangan Rakyat Bali sebagai warisan budaya bangsa. Yang saat ini dikemas dalam sarasahan peranan perempuan dalam perjuangan rakyat Bali yang berguna bagi masyarakat sebagai wujud implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru.

“Saya mengharapkan dengan adanya sinergitas antara Dinas Kebudayaan melalui UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali dapat membantu mensosialisakan Perjuangan Rakyat Bali baik domestic maupun mancanegara dalam memahami nilai-nilai juang yang tertanam dan terpatri dalam sanubari rakyat Bali, secara baik dan benar khususnya Diorama yang terpajang menggambarkan nilai-nilai budaya dan sejarah Perjuangan Rakyat Bali dari masa ke masa,” terang I Gede Arya Sugiartha. 

Baca Juga:  Hiii... Ribuan Ulat Bulu Serbu Lima Rumah Warga di Abianbase, Badung

I Made Rentin Selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali, menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi antara Pramuka dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melalui UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Kepala Dinas Kebudayaan selaku Ketua Mabi Saka Widya Budaya Bakti bisa mengaktifkan Satuan Karya Pramuka (Saka) Widya Budaya Bakti Sebagai Wadah Kegiatan Gerakan Pramuka penegak dan pandega, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah dalam pembentukan watak atau karakter serta keterampilan. 

“Kegiatan ini sejalan dengan Bela Negara salah satunya mengenal perjuangan rakyat Bali, perjuangan luluhur kita sampai mengorbankan jiwa dan raganya demi Indonesia,” ucap Made Rentin. 

Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali I Made Artana Yasa  menjelaskan, tujuan sarasehan yang digelar selama empat hari mulai tanggal 25, 28 sampai dengan 30 Juni 2021 ini peran perempuan pada perjuangan rakyat Bali bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, persatuan dan kesatuan serta meningkatkan rasa kebanggaan atas pearanan perempuan dalam perjuangan.

Baca Juga:  Usai Viral Tidur di Emperan, Bule Australia Nekat Tak Bayar Usai Makan

“Dengan diadakannya sarasehan kami berharap kepada peserta mensosialisasikan UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang tergambar pada diorama kepada masyarakat luas supaya tercapinya tingkat kunjungan masyarakat ke Museum Monumen Perjuangan Rakyat Bali,” Kata Made Artana Yasa.


DENPASAR, Radar Bali – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Monumen Perjuangan Rakyat Bali gelar sarasahan peranan perempuan dalam perjuangan rakyat Bali dalam rangka mensosialisasikan perjuangan rakyat Bali yang tergambar pada diorama, Jumat (25/6).

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha saat membuka sarasehan mengatakan, Moumen Perjuangan Rakyat Bali yang kita lakukan secara bersama dalam suatu sikap luhur dalam upaya menggali, mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah Perjuangan Moumen Perjuangan Rakyat Bali sebagai warisan budaya bangsa. Yang saat ini dikemas dalam sarasahan peranan perempuan dalam perjuangan rakyat Bali yang berguna bagi masyarakat sebagai wujud implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru.

“Saya mengharapkan dengan adanya sinergitas antara Dinas Kebudayaan melalui UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali dapat membantu mensosialisakan Perjuangan Rakyat Bali baik domestic maupun mancanegara dalam memahami nilai-nilai juang yang tertanam dan terpatri dalam sanubari rakyat Bali, secara baik dan benar khususnya Diorama yang terpajang menggambarkan nilai-nilai budaya dan sejarah Perjuangan Rakyat Bali dari masa ke masa,” terang I Gede Arya Sugiartha. 

Baca Juga:  Sembahyang Galungan Bergilir, Tetap Khidmat dengan Protokol Ketat

I Made Rentin Selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali, menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi antara Pramuka dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melalui UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Kepala Dinas Kebudayaan selaku Ketua Mabi Saka Widya Budaya Bakti bisa mengaktifkan Satuan Karya Pramuka (Saka) Widya Budaya Bakti Sebagai Wadah Kegiatan Gerakan Pramuka penegak dan pandega, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah dalam pembentukan watak atau karakter serta keterampilan. 

“Kegiatan ini sejalan dengan Bela Negara salah satunya mengenal perjuangan rakyat Bali, perjuangan luluhur kita sampai mengorbankan jiwa dan raganya demi Indonesia,” ucap Made Rentin. 

Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali I Made Artana Yasa  menjelaskan, tujuan sarasehan yang digelar selama empat hari mulai tanggal 25, 28 sampai dengan 30 Juni 2021 ini peran perempuan pada perjuangan rakyat Bali bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, persatuan dan kesatuan serta meningkatkan rasa kebanggaan atas pearanan perempuan dalam perjuangan.

Baca Juga:  Fungsional Mangrove Menurun, Kodam IX Udayana Inisiasi Pembibitan

“Dengan diadakannya sarasehan kami berharap kepada peserta mensosialisasikan UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang tergambar pada diorama kepada masyarakat luas supaya tercapinya tingkat kunjungan masyarakat ke Museum Monumen Perjuangan Rakyat Bali,” Kata Made Artana Yasa.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/