alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Video Ombak Tinggi Hancurkan Pantai Nusa Dua Viral, Ini Kata BPBD Bali

DENPASAR – Sebuah video yang menunjukan gelombang tinggi menghancurkan pesisir Nusa Dua beredar luas di media sosial.

Di dalam video itu dijelaskan gelombang tinggi menghancurkan sejumlah fasilitas wisata dan pura yang terletak di pesisir pantai.

Video ini sendiri mulai beredar luas sejak Rabu (24/7) siang. Di dalam video juga dijelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada hari Rabu. 

Terkait beredarnya video ini, pihak BPBD Provinsi Bali menegaskan bahwa video itu adalah hoax. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, Kamis (25/7) siang.

“Itu adalah hoax. Video itu adalah kejadian tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 26 Juni 2018,” tegas I Made Rentin.

Baca Juga:  Viral! Aksi Balap Liar di Jalan Depan RS Bali Mandara, Ini Kata Polisi

Menurutnya, begitu mendapatkan informasi tentang viralnya video tersebut (judul video: Gelombang tinggi porak-porandakan Pura di Pantai Nusa Dua),

BPBD Bali langsung menghubungi pihak manajemen ITDC yang juga di dalam video disebutkan bahwa salah satu lokasi gelombang tinggi terjadi di Water Blow, ITDC Nusa Dua. 

“Pihak ITDC langsung menugaskan 2 orang security yang sedang bertugas malam untuk mengecek ke TKP, dan diperoleh laporan bahwa kondisi aman terkendali,

dari pagi hingga malam (Rabu tanggal 24/7) tidak ada terjangan gelombang tinggi, dan semua bangunan termasuk pura masih berdiri kokoh,” tambah Rentin.

Karena itu, BPBD Provinsi Bali mengimbau agar masyarakat selalu cerdas dalam menyimak berita di media sosial maupun yang tersebar di dunia maya. 

Baca Juga:  Viral! Pengendara Motor di Bali Tantang Duel Polisi Lalu Lintas

Kata dia, bahwa kemajuan teknologi informasi semestinya diimbangi dengan kecerdasan dalam menelaah pemberitaan.

Hoax bisa merasahkan masyarakat. Apalagi Bali sebagai destinasi utama pariwisata sangat terpengaruh dengan pemberitaan seperti ini.

Karena faktor keamanan menjadi faktor utama dalam dunia pariwisata. “Sekali lagi kami mengimbau, mari menjadi netizen cerdas,

ikut serta dan menjadi bagian dalam mencerdaskan publik, melalui pemberitaan yang benar dan bertanggung jawab,” tandasnya. 



DENPASAR – Sebuah video yang menunjukan gelombang tinggi menghancurkan pesisir Nusa Dua beredar luas di media sosial.

Di dalam video itu dijelaskan gelombang tinggi menghancurkan sejumlah fasilitas wisata dan pura yang terletak di pesisir pantai.

Video ini sendiri mulai beredar luas sejak Rabu (24/7) siang. Di dalam video juga dijelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada hari Rabu. 

Terkait beredarnya video ini, pihak BPBD Provinsi Bali menegaskan bahwa video itu adalah hoax. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, Kamis (25/7) siang.

“Itu adalah hoax. Video itu adalah kejadian tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 26 Juni 2018,” tegas I Made Rentin.

Baca Juga:  Ternyata Tak Mudah Bekukan Ormas Anarkis, Ini Tahapannya Versi Sekda..

Menurutnya, begitu mendapatkan informasi tentang viralnya video tersebut (judul video: Gelombang tinggi porak-porandakan Pura di Pantai Nusa Dua),

BPBD Bali langsung menghubungi pihak manajemen ITDC yang juga di dalam video disebutkan bahwa salah satu lokasi gelombang tinggi terjadi di Water Blow, ITDC Nusa Dua. 

“Pihak ITDC langsung menugaskan 2 orang security yang sedang bertugas malam untuk mengecek ke TKP, dan diperoleh laporan bahwa kondisi aman terkendali,

dari pagi hingga malam (Rabu tanggal 24/7) tidak ada terjangan gelombang tinggi, dan semua bangunan termasuk pura masih berdiri kokoh,” tambah Rentin.

Karena itu, BPBD Provinsi Bali mengimbau agar masyarakat selalu cerdas dalam menyimak berita di media sosial maupun yang tersebar di dunia maya. 

Baca Juga:  Guru - Mantan Murid Tepergok di Ruangan Terkunci, Begini Respon Disdik

Kata dia, bahwa kemajuan teknologi informasi semestinya diimbangi dengan kecerdasan dalam menelaah pemberitaan.

Hoax bisa merasahkan masyarakat. Apalagi Bali sebagai destinasi utama pariwisata sangat terpengaruh dengan pemberitaan seperti ini.

Karena faktor keamanan menjadi faktor utama dalam dunia pariwisata. “Sekali lagi kami mengimbau, mari menjadi netizen cerdas,

ikut serta dan menjadi bagian dalam mencerdaskan publik, melalui pemberitaan yang benar dan bertanggung jawab,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/