alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Viral Isu Megathrust Bersamaan dengan Gempa Bali, Ini Respons BPBD…

DENPASAR – Selasa (16/7) lalu, Bali diguncang gempa bumi dengan magnitudo 5,8 SR. Gempa ini juga menimbulkan puluhan kerusakan bangunan di seluruh Bali.

Lebih dari sepuluh orang dinyatakan luka berat dan ringan. Berselang seminggu kemudian, tepatnya, Rabu (24/7) kemarin, Bali Barat kembali diguncang gempa dengan kekuatan 4,9 SR.

Sejauh ini – versi BPBD Bali – belum ada laporan kerusakan bangunan maupun jatuhnya korban akibat gempa yang terjadi sekitar pukul 09.00 tersebut.

Gempa demi gempa yang terjadi selama sepekan terakhir seperti mengingatkan potensi terjadinya megathrust atau gempa bumi besar yang bisa menimbulkan tsunami.

Sebagaimana diketahui, sepekan lalu media nasional memberitakan potensi gempa dengan magnitude 8,8 SR dan tsunami di selatan pulau Jawa.

Baca Juga:  Gugus Tugas Sebut Belum Ada Kajian Virus Corona Beredar di Udara

Terkait gempa besar ini, Kepala BPBD Bali I Made Rentin mengaku sudah berkoordinasi dengan BMKG Wilayah III Denpasar.

Hasilnya, bahwa potensi megathrust bisa terjadi di seluruh indonesia. Tak terkecuali Bali.  Untuk Bali berpotensi mengalami megathrust hingga berkekuatan 8,8 SR.

Potensi di Bali ini sama dengan di pesisir selatan Jawa. Dan, wilayah Bali yang paling rawan berpotensi terjadi tsunami yakni Bali Selatan. Meski demikian, Bali Utara juga berpotensi.

“Potensi (megathrust) itu pasti selalu ada. Cuma prediksi kapan terjadinya dan berapa besarnya belum ada satupun ilmu dan alat yang bisa mempredikisi,” tutur Rentin.

Rentin meminta masyarakat tidak panik. Pemerintah saat ini sedang gencar melakukan mitigasi dan simulasi bencana setiap bulan pada tanggal 26. 

Baca Juga:  Gempa Berlalu, Guru dan Pelajar SD 1 Ungasan Jalani Trauma Healing


DENPASAR – Selasa (16/7) lalu, Bali diguncang gempa bumi dengan magnitudo 5,8 SR. Gempa ini juga menimbulkan puluhan kerusakan bangunan di seluruh Bali.

Lebih dari sepuluh orang dinyatakan luka berat dan ringan. Berselang seminggu kemudian, tepatnya, Rabu (24/7) kemarin, Bali Barat kembali diguncang gempa dengan kekuatan 4,9 SR.

Sejauh ini – versi BPBD Bali – belum ada laporan kerusakan bangunan maupun jatuhnya korban akibat gempa yang terjadi sekitar pukul 09.00 tersebut.

Gempa demi gempa yang terjadi selama sepekan terakhir seperti mengingatkan potensi terjadinya megathrust atau gempa bumi besar yang bisa menimbulkan tsunami.

Sebagaimana diketahui, sepekan lalu media nasional memberitakan potensi gempa dengan magnitude 8,8 SR dan tsunami di selatan pulau Jawa.

Baca Juga:  KABAR BAIK! Sejak Maret, 1.034 Pasien Covid-19 Sembuh di Bali

Terkait gempa besar ini, Kepala BPBD Bali I Made Rentin mengaku sudah berkoordinasi dengan BMKG Wilayah III Denpasar.

Hasilnya, bahwa potensi megathrust bisa terjadi di seluruh indonesia. Tak terkecuali Bali.  Untuk Bali berpotensi mengalami megathrust hingga berkekuatan 8,8 SR.

Potensi di Bali ini sama dengan di pesisir selatan Jawa. Dan, wilayah Bali yang paling rawan berpotensi terjadi tsunami yakni Bali Selatan. Meski demikian, Bali Utara juga berpotensi.

“Potensi (megathrust) itu pasti selalu ada. Cuma prediksi kapan terjadinya dan berapa besarnya belum ada satupun ilmu dan alat yang bisa mempredikisi,” tutur Rentin.

Rentin meminta masyarakat tidak panik. Pemerintah saat ini sedang gencar melakukan mitigasi dan simulasi bencana setiap bulan pada tanggal 26. 

Baca Juga:  Gugus Tugas Sebut Belum Ada Kajian Virus Corona Beredar di Udara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/