alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Soal DTW Sangeh Buka untuk Prewedding, Ini Kata Satgas Covid-19 Badung

BADUNG – Postingan Ida Bagus Saskara, warga Sangeh, Abiansemal, Badung yang viral di Facebook dibenarkan pengelola DTW Alas Pala Sangeh, Made Mohon.

 

Made Mohon membenarkan bahwa sampai saat ini akibat penutupan obyek wisata, tidak ada pemasukan yang diterima.

 

Sehingga Mohon berharap agar masyarakat dan pemerintah setempat dapat memberikan bantuan untuk pakan monyet dengan memberikan donasi atau makanan monyet secara langsung.

 

“Kami sangat bersyukur sudah banyak yang memberikan makanan secara langsung, walaupun di tengah perekonomian yang seperti ini. bagi yang mau memberikan donasi dapat datang langsung ke DTW Alas Pala Sangeh,” ujar Mohon.

- Advertisement -

 

Secara terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra Ketika dikonfirmasi terkait permintaan warga agar objek wisata Sangeh dibuka minimal untuk prewedding, mengatakan, selama PPKM Level 4 untuk sementara pembukaan obyek wisata masih belum dapat dilakukan. 

Baca Juga:  Final! Ini Nama 36 Pegawai yang Rebutan 12 Jabatan Kadis di Denpasar

 

Kata Jaya Saputra, jika nanti level PPKM di Bali, khususnya Badung sudah turun menjadi level 3 atau level 2, baru bisa dilakukan untuk membuka objek wisata.

 

“Mudah-mudahan minggu depan statusnya sudah turun, kami juga masih menunggu kebijakan dari pusat dan dari provinsi,” pungkasnya.

 

Sebelumnya seorang warga bernama Ida Bagus Saskara asal Desa Sangeh, Abiansemal, Badung membuat postingan di media sosial Facebook. Postingannya itu menjadi viral dan dibagikan berkali-kali.

 

“Kalau dibuka untuk prewedding itu tidak sampai menyebabkan kerumunan, karena kalau dilihat dari luas hutan yang mencapai kurang lebih 12 hektare, jika ada dua hingga 5 pasang pengantin yang menyewa setidaknya dapat membantu pemasukan,” ujar pria 46 tahun tersebut, saat dihubungi Selasa (24/8).

Baca Juga:  UPDATE! Sebelum Terpapar Terima Kerabat dari Daerah Terjangkit Corona

 

Aspirasi yang disampaikan oleh Saskara juga telah viral di media sosial. Bahkan menurut Saskara ada pihak kepolisian yang mendatanginya.

 

“Tadi ada yang mendatangi saya terkait status saya itu. Beliau mengapresiasi apa yang saya sampaikan, tapi maunya dia (polisi) kalau ada keinginan seperti postingan saya agar duduk bersama antara pengelola, Bendesa, dan Perbekel. Padahal kebijakan untuk membuka obyek wisata bukan kewenangan mereka,” paparnya

- Advertisement -

BADUNG – Postingan Ida Bagus Saskara, warga Sangeh, Abiansemal, Badung yang viral di Facebook dibenarkan pengelola DTW Alas Pala Sangeh, Made Mohon.

 

Made Mohon membenarkan bahwa sampai saat ini akibat penutupan obyek wisata, tidak ada pemasukan yang diterima.

 

Sehingga Mohon berharap agar masyarakat dan pemerintah setempat dapat memberikan bantuan untuk pakan monyet dengan memberikan donasi atau makanan monyet secara langsung.

 

“Kami sangat bersyukur sudah banyak yang memberikan makanan secara langsung, walaupun di tengah perekonomian yang seperti ini. bagi yang mau memberikan donasi dapat datang langsung ke DTW Alas Pala Sangeh,” ujar Mohon.

 

Secara terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra Ketika dikonfirmasi terkait permintaan warga agar objek wisata Sangeh dibuka minimal untuk prewedding, mengatakan, selama PPKM Level 4 untuk sementara pembukaan obyek wisata masih belum dapat dilakukan. 

Baca Juga:  Ribuan Turis Tiongkok Tertahan di Bali, Koster Sebut Tak Masalah

 

Kata Jaya Saputra, jika nanti level PPKM di Bali, khususnya Badung sudah turun menjadi level 3 atau level 2, baru bisa dilakukan untuk membuka objek wisata.

 

“Mudah-mudahan minggu depan statusnya sudah turun, kami juga masih menunggu kebijakan dari pusat dan dari provinsi,” pungkasnya.

 

Sebelumnya seorang warga bernama Ida Bagus Saskara asal Desa Sangeh, Abiansemal, Badung membuat postingan di media sosial Facebook. Postingannya itu menjadi viral dan dibagikan berkali-kali.

 

“Kalau dibuka untuk prewedding itu tidak sampai menyebabkan kerumunan, karena kalau dilihat dari luas hutan yang mencapai kurang lebih 12 hektare, jika ada dua hingga 5 pasang pengantin yang menyewa setidaknya dapat membantu pemasukan,” ujar pria 46 tahun tersebut, saat dihubungi Selasa (24/8).

Baca Juga:  Fix, Badung Mulai Efektifkan Rumah Singgah untuk Pekerja Migran

 

Aspirasi yang disampaikan oleh Saskara juga telah viral di media sosial. Bahkan menurut Saskara ada pihak kepolisian yang mendatanginya.

 

“Tadi ada yang mendatangi saya terkait status saya itu. Beliau mengapresiasi apa yang saya sampaikan, tapi maunya dia (polisi) kalau ada keinginan seperti postingan saya agar duduk bersama antara pengelola, Bendesa, dan Perbekel. Padahal kebijakan untuk membuka obyek wisata bukan kewenangan mereka,” paparnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/