alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

2,4 Juta Orang Indonesia Kena Katarak, SDM Polri Gelar Operasi Katarak

DENPASAR – Salah satu penyebab kebutaan adalah katarak. Karena itu, bagi yang menderita katarak, operasi merupakan cara untuk mengurangi kebutaan.

Dalam rangkaian Rakerbin SDM Polri tahun 2019 dilaksanakan Bakti Sosial Operasi Katarak hasil kerja sama Polri, Polda Bali, PT Industri dan Jamu Sido Muncul dan Perdami.

Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Seluruh Indonesia (Perdami) Bali dr I Wayan Gede Jayanegara, Sp.M(K) mengatakan baksos ini bagian dari pengabdian ke masyarakat.

“Kami ingin menuntaskan angka kebutaan akibat katarak. Dengan adanya operasi katarak ini bisa menuntaskan.

Ada lebih dari 8 RSUD  yang bekerjasama untuk melaksanakan operasi. Pasien dioperasi di RSUD tempat mereka tinggal,” ujar dr Wayan Gede Jayanegara, Selasa (24/9) di Denpasar.

Kabid Dokkes Polda Bali dr Nyoman Edi Purnama yang juga ketua panitia Baksos mengatakan, tercatat ada 658 pasien katarak yang dioperasi di RS Bhayangkara, RS Bali Mandara, serta RSUD seluruh Bali.

Wakapolda Bali Brigjen Wayan Sunarta mewakili Kapolda Bali menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan baksos ini.

Baca Juga:  Mengenal Sosok Pahlawan Kesehatan Indonesia: Prof Kusnandi Rusmil

“Semoga baksos ini bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya. Ia menjelaskan pasien katarak didata oleh Bhabinkamtimbas yang ada di seluruh Bali.

Pasien kemudian dicek dan diperiksa untuk memastikan mereka bisa dioperasi. Sementara itu, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menuturkan, Sido Muncul pertama kali melakukan operasi katarak tahun 2011.

“Saat itu kami mendapat data ada 2,4 juta orang buta di Indonesia karena katarak. Kami pun tergerak untuk turut membantu. Sampai 2019 ini sudah 52 ribu pasien yang dibantu,” ungkapnya.

Selain itu, perusahaan jamu ini juga menyalurkan dana CSRnya untuk membantu operasi bibir sumbing serta rumah singgah untuk penderita kanker.

“Kami lakukan ini supaya bisa berbagi dan berpromosi. Dana CSR kami ada Rp 20 miliar semoga termanfaatkan dengan baik. Masih banyak yang membutuhkan pertolongan dan semoga bisa ditiru perusahaan lain,” ujar Irwan.

Ia pun menceritakan pengalaman diajak bekerja sama dengan Kapolda Metro Jaya yang kini menjadi Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk bersinergi membuat operasi katarak tiap dua minggu.

Baca Juga:  Panjang Tol Gilimanuk – Mengwi 95 Km, Start Proyek 2021, Tuntas 2024

Asisten SDM Polri Irjen Dr. Eko Indro Heri MM saat membuka baksos mengatakan ini kali kedua pihaknya kerjasama dengan PT. Sido Muncul.

“Kami ada kegiatan rapat koordinasi dan pembinaan SDM di Bali. Jadi, sekalian kami mengadakan baksos operasi katarak. Kami ingin berbagi dengan masyarakat sekitar,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan untuk melakukan sesuatu yang diingat, lakukanlah hal yang ekstrem. PT. Sido Muncul sudah membuktikannya.

Perusahaan jamu ini banyak mendukung kegiatan sosial dan apa yang mereka lakukan ini tidak membuat bangkrut, malah makin maju.

“Baksos ini wujud kepedulian kami untuk masyarakat yang tidak mampu. Mari kita fokus membangun SDM dari hulu sampai hilir.

Faktor kesehatan jadi penentu untuk perbaiki kualitas hidup. Selain itu, baksos ini sinergi Polri, Perdami, dan Sido Muncul,” ujar Irjen Eko.

 

 



DENPASAR – Salah satu penyebab kebutaan adalah katarak. Karena itu, bagi yang menderita katarak, operasi merupakan cara untuk mengurangi kebutaan.

Dalam rangkaian Rakerbin SDM Polri tahun 2019 dilaksanakan Bakti Sosial Operasi Katarak hasil kerja sama Polri, Polda Bali, PT Industri dan Jamu Sido Muncul dan Perdami.

Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Seluruh Indonesia (Perdami) Bali dr I Wayan Gede Jayanegara, Sp.M(K) mengatakan baksos ini bagian dari pengabdian ke masyarakat.

“Kami ingin menuntaskan angka kebutaan akibat katarak. Dengan adanya operasi katarak ini bisa menuntaskan.

Ada lebih dari 8 RSUD  yang bekerjasama untuk melaksanakan operasi. Pasien dioperasi di RSUD tempat mereka tinggal,” ujar dr Wayan Gede Jayanegara, Selasa (24/9) di Denpasar.

Kabid Dokkes Polda Bali dr Nyoman Edi Purnama yang juga ketua panitia Baksos mengatakan, tercatat ada 658 pasien katarak yang dioperasi di RS Bhayangkara, RS Bali Mandara, serta RSUD seluruh Bali.

Wakapolda Bali Brigjen Wayan Sunarta mewakili Kapolda Bali menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan baksos ini.

Baca Juga:  Serius Usut Kasus "Bu Desak", Polda Bali Koordinasi ke Mabes Polri

“Semoga baksos ini bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya. Ia menjelaskan pasien katarak didata oleh Bhabinkamtimbas yang ada di seluruh Bali.

Pasien kemudian dicek dan diperiksa untuk memastikan mereka bisa dioperasi. Sementara itu, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menuturkan, Sido Muncul pertama kali melakukan operasi katarak tahun 2011.

“Saat itu kami mendapat data ada 2,4 juta orang buta di Indonesia karena katarak. Kami pun tergerak untuk turut membantu. Sampai 2019 ini sudah 52 ribu pasien yang dibantu,” ungkapnya.

Selain itu, perusahaan jamu ini juga menyalurkan dana CSRnya untuk membantu operasi bibir sumbing serta rumah singgah untuk penderita kanker.

“Kami lakukan ini supaya bisa berbagi dan berpromosi. Dana CSR kami ada Rp 20 miliar semoga termanfaatkan dengan baik. Masih banyak yang membutuhkan pertolongan dan semoga bisa ditiru perusahaan lain,” ujar Irwan.

Ia pun menceritakan pengalaman diajak bekerja sama dengan Kapolda Metro Jaya yang kini menjadi Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk bersinergi membuat operasi katarak tiap dua minggu.

Baca Juga:  Usai Ditangkap, Ternyata Bripda PMRMK Sempat Kabur Hingga Buleleng

Asisten SDM Polri Irjen Dr. Eko Indro Heri MM saat membuka baksos mengatakan ini kali kedua pihaknya kerjasama dengan PT. Sido Muncul.

“Kami ada kegiatan rapat koordinasi dan pembinaan SDM di Bali. Jadi, sekalian kami mengadakan baksos operasi katarak. Kami ingin berbagi dengan masyarakat sekitar,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan untuk melakukan sesuatu yang diingat, lakukanlah hal yang ekstrem. PT. Sido Muncul sudah membuktikannya.

Perusahaan jamu ini banyak mendukung kegiatan sosial dan apa yang mereka lakukan ini tidak membuat bangkrut, malah makin maju.

“Baksos ini wujud kepedulian kami untuk masyarakat yang tidak mampu. Mari kita fokus membangun SDM dari hulu sampai hilir.

Faktor kesehatan jadi penentu untuk perbaiki kualitas hidup. Selain itu, baksos ini sinergi Polri, Perdami, dan Sido Muncul,” ujar Irjen Eko.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/