alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Hujan Lebat, Pohon Keramat Tumbang Menimpa Bale Piasan

RadarBali.com – Hujan yang terus mengguyur Kota Denpasar tiada henti menyebabkan pohon tumbang dan menimpa bale piasan Pura Prajapati Desa Pakraman Denpasar, Denpasar Barat, Jumat (24/11) kemarin.

Tumbangnya pohon tidak hanya merusak bale piasan (salah satu bangunan pura), tapi juga menimpa satu pelinggih, dan tembok penyengker pura.

Salah satu Panglingsir Pura Prajapati Desa Pakraman Denpasar Wayan Suitra  mengatakan, pohon yang berada sebelah timur pura dengan diameter kurang lebih 3 meter dan tinggi sekitar 25 tersebut termasuk pohon yang dikeramatkan.

Diakui, sebelum musibah datang, pada hari Rabu (23/11) lalu dilaksanakan upacara Pujawali. Sementara pada hari Kamis (24/11)  malam dilaksanakan upacara Penyineban.

Prajuru dan pengayah pura bahkan masih di pura sampai pukul 01.00. Kebetulan saat itu dalam keadaan hujan lebat disertai angin kencang.

Baca Juga:  Picu Polemik di Bali, Ini Isi Surat Klarifikasi Hare Krishna

Namun, tiba-tiba pohon diketahui tumbang pada pukul 04.00. Musibah itu diketahui tukang sapuh (tukang bersih- bersih pura).

 “ Dengan itu kami menginformasikan kepada para prajuru desa, maupun penglingsir serta pengayah pura dan kepada Badan Penanggulangan Bencana (BPBD)

Kota Denpasar serta OPD terkait untuk melaksanakan langkah pertama penanggulangan bencana,” ujar Wayan Suitra.

Menurut Suitra, setelah terjadi bencana pihaknya mengaku akan melaksanakan musyawarah dengan penglingsir, pengemong, dan pangempon pura serta seluruh perangkat Desa Pakraman Denpasar untuk mencari solusi.

 “Kami langsung tangkil ke Peranda (Sulinggih) untuk meminta petunjuk, seperti melaksanakan upacara alit yakni mengaturkan guru piduka atau mecaru,”jelasnya.

Setelah pelaksanaan upacara tersebut, pihaknya mengaku akan menunggu petunjuk dari Pemerintah Kota Denpasar maupun pihak Desa.

Baca Juga:  Mayat Pria Membusuk Gegerkan Warga Perum Nuansa Ratna Denpasar

Berdasar penghitungan sementara, kerugian yang dialami akibat bencana pohon tumbang tersebut sekitar Rp 150  juta.

“Kami masih menunggu petunjuk yang akan dilaksanakan setelah terjadinya musibah ini, dari Pemerintah daerah maupun pemerintah desa untuk melaksanakan perbaikan pura,” jelasnya.

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara setelah menerima informasi terjadi musibah pohon tumbang meninjau ke lokasi kejadian.

Sekda Rai Iswara didampingi Kepala BPBD Kota Denpasar IB. Joni Aribawa meninjau pelaksanaan penanggulangan bencana di pura tersebut.



RadarBali.com – Hujan yang terus mengguyur Kota Denpasar tiada henti menyebabkan pohon tumbang dan menimpa bale piasan Pura Prajapati Desa Pakraman Denpasar, Denpasar Barat, Jumat (24/11) kemarin.

Tumbangnya pohon tidak hanya merusak bale piasan (salah satu bangunan pura), tapi juga menimpa satu pelinggih, dan tembok penyengker pura.

Salah satu Panglingsir Pura Prajapati Desa Pakraman Denpasar Wayan Suitra  mengatakan, pohon yang berada sebelah timur pura dengan diameter kurang lebih 3 meter dan tinggi sekitar 25 tersebut termasuk pohon yang dikeramatkan.

Diakui, sebelum musibah datang, pada hari Rabu (23/11) lalu dilaksanakan upacara Pujawali. Sementara pada hari Kamis (24/11)  malam dilaksanakan upacara Penyineban.

Prajuru dan pengayah pura bahkan masih di pura sampai pukul 01.00. Kebetulan saat itu dalam keadaan hujan lebat disertai angin kencang.

Baca Juga:  Di-PHK, Kesal Dimarahi, Naik Tower, Nyawa Remaja Ini Nyaris Melayang

Namun, tiba-tiba pohon diketahui tumbang pada pukul 04.00. Musibah itu diketahui tukang sapuh (tukang bersih- bersih pura).

 “ Dengan itu kami menginformasikan kepada para prajuru desa, maupun penglingsir serta pengayah pura dan kepada Badan Penanggulangan Bencana (BPBD)

Kota Denpasar serta OPD terkait untuk melaksanakan langkah pertama penanggulangan bencana,” ujar Wayan Suitra.

Menurut Suitra, setelah terjadi bencana pihaknya mengaku akan melaksanakan musyawarah dengan penglingsir, pengemong, dan pangempon pura serta seluruh perangkat Desa Pakraman Denpasar untuk mencari solusi.

 “Kami langsung tangkil ke Peranda (Sulinggih) untuk meminta petunjuk, seperti melaksanakan upacara alit yakni mengaturkan guru piduka atau mecaru,”jelasnya.

Setelah pelaksanaan upacara tersebut, pihaknya mengaku akan menunggu petunjuk dari Pemerintah Kota Denpasar maupun pihak Desa.

Baca Juga:  Diguyur Hujan, Senderan Sungai Samblong Ambrol

Berdasar penghitungan sementara, kerugian yang dialami akibat bencana pohon tumbang tersebut sekitar Rp 150  juta.

“Kami masih menunggu petunjuk yang akan dilaksanakan setelah terjadinya musibah ini, dari Pemerintah daerah maupun pemerintah desa untuk melaksanakan perbaikan pura,” jelasnya.

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara setelah menerima informasi terjadi musibah pohon tumbang meninjau ke lokasi kejadian.

Sekda Rai Iswara didampingi Kepala BPBD Kota Denpasar IB. Joni Aribawa meninjau pelaksanaan penanggulangan bencana di pura tersebut.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/