30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Diguyur Hujan, Tembok Rumah di Mumbul Ambruk

MANGUPURA– Hujan deras melanda kawasan Kuta Selatan, Rabu (23/11) malam kemarin.Akibatnya tembok penyengker rumah milik warga, Made Budi Astawa, di Perumahan Samatha Mumbul A5, kelurahan Benoa, ambruk diterjang banjir.

Banjir juga menghanyutkan sebanyak 5 sepeda motor dan menghantam 2 mobil. Beruntung tidak ada korban jiwa dan ada sebanyak 3 warga mengalami luka lecet akibat terkena serpihan tembok.

Menurut Komang Yoga keluarga dari pemilik rumah menceritakan sebelum banjir melanda, memang hujan cukup deras. Saat itu, di rumah milik Budi Astawa sedang dilakukan upacara piodalan di merajan setempat serangkaian hari Tilem Sasih Kalima.

Usai piodalan, seluruh keluarga sempat makan bersama. Sementara  Yoga bersama keluarganya yang tinggal di Jimbaran, rencananya kembali ke rumahnya karena piodalan sudah selesai. Namun hujan  hujan tak kunjung reda. Ia  memilih untuk menunggu hujan reda. Berselang beberapa lama, terjadi banjir dan sekitar pukul 22.30 tiba-tiba tembok penyengker rumah, roboh ke arah garasi. Saat tembok roboh, di garasi ada pemilik rumah Budi Astawa bersama iparnya dan ibu. “Kebetulan saat kejadian ada 3 orang, terkena serpihan tembok dan mengalami luka lecet dan bengkak. Ada Ipar, kakak dan ibu yang mengalami keseleo di tangan,”  jelasnya, Kamis (24/11).

Baca Juga:  Kisruh Internal Diskotik Sky Garden, Begini Respons DPRD Badung

Selain merobohkan tembok, banjir ini juga menghanyutkan 5 sepeda motor yang terparkir di luar. Bahkan ada satu sepeda motor hanyut sampai masuk gorong-gorong. Sementara itu, paving jalan di perumahan juga hanyut sampai sejauh 10 meter. Selain itu beberapa material yang hanyut seperti meja, kursi juga menumpuk di sudut tempat suci rumah tersebut yang baru usai melakukan upacara. “Paving jalan juga ikut hanyut,” ungkapnya.

 

Sementara  Nyoman Susila, salah seorang tetangga korban, yang saat kejadian ada di lokasi mengakui  dia sudah melihat airnya cukup deras akibat hujan deras. Saat itu dia sempat memberitahu korban dengan mengatakan kalau airnya deras sekali dan sempat dilihat oleh korban. Namun selang beberapa saat tiba-tiba terdengar suara tembok roboh dan ternyata tembok pembatas rumah korban sudah ambruk.  Sebagai antisipasi kedepan kemungkinan nanti dia bersama warga akan membuat semacam lobang yang lebih besar sehingga air yang datang dari atas bisa tersalurkan. “Namanya musibah alam memang susah dibendung, mungkin nanti kita akan lakukan antisipasi agar kejadian ini tidak terulang,” bebernya.

Baca Juga:  Ada 11 Ancaman Bencana di Karangasem, BPBD Imbau Masyarakat Waspada

Secara terpisah Kepala Lingkungan (Kaling) Mumbul, Nyoman Astawa yang langsung turun saat kejadian mengungkapkan terjangan air memang cukup besar dikarenakan hujan yang sangat deras. Selain itu di tempat itu drainasenya relatif sangat kecil. Saat dia turun ke lokasi memang melihat tembok yang roboh dan  ada korban jiwa. Melainkan hanya ada keluarga korban yang mengalami luka. “Kami berharap kejadian ini mendapat perhatian dari pihak pemerintah. Misalnya dengan membantu meringankan beban korban. Selain itu juga dengan mengambil langkah antisipasi agar tidak terjadi bencana ke depannya,” pungkasnya. (dwija putra/radar bali)



MANGUPURA– Hujan deras melanda kawasan Kuta Selatan, Rabu (23/11) malam kemarin.Akibatnya tembok penyengker rumah milik warga, Made Budi Astawa, di Perumahan Samatha Mumbul A5, kelurahan Benoa, ambruk diterjang banjir.

Banjir juga menghanyutkan sebanyak 5 sepeda motor dan menghantam 2 mobil. Beruntung tidak ada korban jiwa dan ada sebanyak 3 warga mengalami luka lecet akibat terkena serpihan tembok.

Menurut Komang Yoga keluarga dari pemilik rumah menceritakan sebelum banjir melanda, memang hujan cukup deras. Saat itu, di rumah milik Budi Astawa sedang dilakukan upacara piodalan di merajan setempat serangkaian hari Tilem Sasih Kalima.

Usai piodalan, seluruh keluarga sempat makan bersama. Sementara  Yoga bersama keluarganya yang tinggal di Jimbaran, rencananya kembali ke rumahnya karena piodalan sudah selesai. Namun hujan  hujan tak kunjung reda. Ia  memilih untuk menunggu hujan reda. Berselang beberapa lama, terjadi banjir dan sekitar pukul 22.30 tiba-tiba tembok penyengker rumah, roboh ke arah garasi. Saat tembok roboh, di garasi ada pemilik rumah Budi Astawa bersama iparnya dan ibu. “Kebetulan saat kejadian ada 3 orang, terkena serpihan tembok dan mengalami luka lecet dan bengkak. Ada Ipar, kakak dan ibu yang mengalami keseleo di tangan,”  jelasnya, Kamis (24/11).

Baca Juga:  Dua Warga Tewas Tertimpa Tembok, Wabup Salurkan Santunan

Selain merobohkan tembok, banjir ini juga menghanyutkan 5 sepeda motor yang terparkir di luar. Bahkan ada satu sepeda motor hanyut sampai masuk gorong-gorong. Sementara itu, paving jalan di perumahan juga hanyut sampai sejauh 10 meter. Selain itu beberapa material yang hanyut seperti meja, kursi juga menumpuk di sudut tempat suci rumah tersebut yang baru usai melakukan upacara. “Paving jalan juga ikut hanyut,” ungkapnya.

 

Sementara  Nyoman Susila, salah seorang tetangga korban, yang saat kejadian ada di lokasi mengakui  dia sudah melihat airnya cukup deras akibat hujan deras. Saat itu dia sempat memberitahu korban dengan mengatakan kalau airnya deras sekali dan sempat dilihat oleh korban. Namun selang beberapa saat tiba-tiba terdengar suara tembok roboh dan ternyata tembok pembatas rumah korban sudah ambruk.  Sebagai antisipasi kedepan kemungkinan nanti dia bersama warga akan membuat semacam lobang yang lebih besar sehingga air yang datang dari atas bisa tersalurkan. “Namanya musibah alam memang susah dibendung, mungkin nanti kita akan lakukan antisipasi agar kejadian ini tidak terulang,” bebernya.

Baca Juga:  Kisruh Internal Diskotik Sky Garden, Begini Respons DPRD Badung

Secara terpisah Kepala Lingkungan (Kaling) Mumbul, Nyoman Astawa yang langsung turun saat kejadian mengungkapkan terjangan air memang cukup besar dikarenakan hujan yang sangat deras. Selain itu di tempat itu drainasenya relatif sangat kecil. Saat dia turun ke lokasi memang melihat tembok yang roboh dan  ada korban jiwa. Melainkan hanya ada keluarga korban yang mengalami luka. “Kami berharap kejadian ini mendapat perhatian dari pihak pemerintah. Misalnya dengan membantu meringankan beban korban. Selain itu juga dengan mengambil langkah antisipasi agar tidak terjadi bencana ke depannya,” pungkasnya. (dwija putra/radar bali)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/