alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Woow, Diskominfo Badung Tambah Alat Internet di Sekolah

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung telah memberikan layanan internet gratis di ruang publik khususnya sekolah.

Namun, belum lama ini jangkauan akses internet di sekolah tidak bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Akhirnya Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Badung menerapkan model pemasangan internet dengan penambahan alat. Sehingga internet bisa dijangkau di semua areal sekolah.

“Kita belum melakukan penambahan internet. Namun kita menerapkan model pemasangan Internet dulu, untuk mengetahui bagaimana areal di sekolah

itu bisa tercover internet dan semua siswa bisa memanfaatkannya,” jelas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Badung I Wayan Weda Dharmaja kemarin.

Kata dia, dalam penerapan model pemasangannya dibantu oleh pihak ketiga. Hanya saja alat ini dipasang di beberapa sekolah saja.

Baca Juga:  Pengungsi Serbu Denpasar, Dinsos: Logistik Aman Terkendali

Sekolah yang dijadikan model pemasangan internet itu yakni SDN 1 Krobokan, SDN 1 Mengwi, SMPN 1 Kuta dan SMPN 1 Mengwi.

“Jadi kita meminjam dulu alat kepada pihak ketiga, makanya kita pasang di dua sekolah SD dan dua SMP. Ini pun sebagai kajian untuk menentukan

lokasi titik pemasangan alat agar disemua areal sekolah mendapatkan wifi, termasuk kapasitas yang dibutukan dengan perbandingan jumlah siswa,” ujar birokrat asal Sembung ini.

Model penerapan yang dilakukan sebagai langkah awal menindaklanjuti keluhan internet di sekolah. Pasalnya internet yang ada belum menjangkau semua areal yang ada di sekolah.

“Kita ingin tahu, bagaimana  model yang harus kita pasang agar internet itu bisa tercover disemua areal, serta berapa si kapasitas yang diperlukan,” tegasnya.

Baca Juga:  Menko Luhut dan Pak Gub Minta Status Turun, PVMBG Putuskan Tetap Awas

Kata dia, jika penerapannya sudah bagus, selanjutnya akan gunakan di sekolah-sekolah yang lainnya.

Akses intenet yang dipasang saat ini dengan kecepatan 15 Mbps sebetulnya sudah cukup memadai. Kendala yang dihadapi sekarang adalah jangkauan yang hanya maksimal 50 meter saja. 

“Kalau anggaran kita tidak berani memastikan, kita lakukan ujicoba dulu model pemasangan ini. Jadi jika sekolah membutuhkan internet lebih cepat seperti untuk ujian dan lain-lain kami akan bantu dengan portabel,” pungkasnya. 



MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung telah memberikan layanan internet gratis di ruang publik khususnya sekolah.

Namun, belum lama ini jangkauan akses internet di sekolah tidak bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Akhirnya Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Badung menerapkan model pemasangan internet dengan penambahan alat. Sehingga internet bisa dijangkau di semua areal sekolah.

“Kita belum melakukan penambahan internet. Namun kita menerapkan model pemasangan Internet dulu, untuk mengetahui bagaimana areal di sekolah

itu bisa tercover internet dan semua siswa bisa memanfaatkannya,” jelas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Badung I Wayan Weda Dharmaja kemarin.

Kata dia, dalam penerapan model pemasangannya dibantu oleh pihak ketiga. Hanya saja alat ini dipasang di beberapa sekolah saja.

Baca Juga:  Tolak LGBT, Ketum LDII Sesalkan Bendera Pelangi di Kedubes Inggris

Sekolah yang dijadikan model pemasangan internet itu yakni SDN 1 Krobokan, SDN 1 Mengwi, SMPN 1 Kuta dan SMPN 1 Mengwi.

“Jadi kita meminjam dulu alat kepada pihak ketiga, makanya kita pasang di dua sekolah SD dan dua SMP. Ini pun sebagai kajian untuk menentukan

lokasi titik pemasangan alat agar disemua areal sekolah mendapatkan wifi, termasuk kapasitas yang dibutukan dengan perbandingan jumlah siswa,” ujar birokrat asal Sembung ini.

Model penerapan yang dilakukan sebagai langkah awal menindaklanjuti keluhan internet di sekolah. Pasalnya internet yang ada belum menjangkau semua areal yang ada di sekolah.

“Kita ingin tahu, bagaimana  model yang harus kita pasang agar internet itu bisa tercover disemua areal, serta berapa si kapasitas yang diperlukan,” tegasnya.

Baca Juga:  Hiu Karang Muncul di Perairan Nusa Dua, DKP Klaim Tak Membahayakan

Kata dia, jika penerapannya sudah bagus, selanjutnya akan gunakan di sekolah-sekolah yang lainnya.

Akses intenet yang dipasang saat ini dengan kecepatan 15 Mbps sebetulnya sudah cukup memadai. Kendala yang dihadapi sekarang adalah jangkauan yang hanya maksimal 50 meter saja. 

“Kalau anggaran kita tidak berani memastikan, kita lakukan ujicoba dulu model pemasangan ini. Jadi jika sekolah membutuhkan internet lebih cepat seperti untuk ujian dan lain-lain kami akan bantu dengan portabel,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/