alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

PM Putin Jemput 500-an WN Russia di Bali, Ini Perintah Gubernur Koster

DENPASAR – Setelah Polandia, Russia akhirnya mempertimbangkan menjemput warga negaranya dari Indonesia, terutama Bali.

Keputusan pemerintahan Russia di bawah Perdana Menteri Vladimir Putin ini setelah melihat perkembangan persebaran virus corona di Indonesia.

Dalam suratnya yang dikirim ke Gubernur Bali Wayan Koster, Duta Besar Russia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva

memohon agar 500-an WN Russia yang masih berada di Bali diizinkan keluar dari hotel melintasi jalan menuju Bandara Ngurah Rai.

Menurut rencana, pesawat yang didatangkan dari Rusia akan take off dari Bandara Ngurah Rai pukul 20.55, Kamis (26/3) malam ini.

Sebagaimana diberitakan, Pemprov Bali memperpanjang “Nyepi” di Bali satu hari, Kamis hari ini. Sebagai dampaknya, aktivitas warga dibatasi.

Baca Juga:  Rencana Krematorium di Setra Bugbugan Denpasar Ditolak Warga

Kecuali apparat TNI/Polri, tenaga medis, dan hal lain yang bersifat emergency. “Sehubungan dengan hal tersebut, Bapak Gubernur meminta kepada aparat keamanan,

Bendesa Adat dan pecalang, di wilayah manapun hotel tempat warga Russia itu menginap, agar mengijinkan warga tersebut keluar melewati jalan menuju Bandara Ngurah Rai.

Tidak boleh menghambat, agar bisa sampai di bandara tepat waktu dan bisa terbang sesuai jadwal,” ujar Kadiskominfo Bali Gede Pramana dalam surat rilisnya yang diterima RadarBali.

Kadiskominfo juga menjelaskan, secara administrative yang berwenang merilis penjemputan WNA Russia di Bandara Ngurah Rai adalah Gubernur Wayan Koster.

Namun, karena situasinya serba mendadak, Gubernur langsung memerintahkan dirinya untuk memberikan keterangan kepada awak media.

Baca Juga:  Cegah Penyelewengan Dana Covid-19, Tim Gabungan Awasi Penyaluran BST


DENPASAR – Setelah Polandia, Russia akhirnya mempertimbangkan menjemput warga negaranya dari Indonesia, terutama Bali.

Keputusan pemerintahan Russia di bawah Perdana Menteri Vladimir Putin ini setelah melihat perkembangan persebaran virus corona di Indonesia.

Dalam suratnya yang dikirim ke Gubernur Bali Wayan Koster, Duta Besar Russia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva

memohon agar 500-an WN Russia yang masih berada di Bali diizinkan keluar dari hotel melintasi jalan menuju Bandara Ngurah Rai.

Menurut rencana, pesawat yang didatangkan dari Rusia akan take off dari Bandara Ngurah Rai pukul 20.55, Kamis (26/3) malam ini.

Sebagaimana diberitakan, Pemprov Bali memperpanjang “Nyepi” di Bali satu hari, Kamis hari ini. Sebagai dampaknya, aktivitas warga dibatasi.

Baca Juga:  Pekerja Migran Berdatangan, Jembrana Kekurangan Hotel untuk Karantina

Kecuali apparat TNI/Polri, tenaga medis, dan hal lain yang bersifat emergency. “Sehubungan dengan hal tersebut, Bapak Gubernur meminta kepada aparat keamanan,

Bendesa Adat dan pecalang, di wilayah manapun hotel tempat warga Russia itu menginap, agar mengijinkan warga tersebut keluar melewati jalan menuju Bandara Ngurah Rai.

Tidak boleh menghambat, agar bisa sampai di bandara tepat waktu dan bisa terbang sesuai jadwal,” ujar Kadiskominfo Bali Gede Pramana dalam surat rilisnya yang diterima RadarBali.

Kadiskominfo juga menjelaskan, secara administrative yang berwenang merilis penjemputan WNA Russia di Bandara Ngurah Rai adalah Gubernur Wayan Koster.

Namun, karena situasinya serba mendadak, Gubernur langsung memerintahkan dirinya untuk memberikan keterangan kepada awak media.

Baca Juga:  Jaga Kerukunan dan Kebersihan, Warga Tangtu Gelar Kerja Bakti Bersama

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/