alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Berita Hoax Kian Merajalela, Ini Permintaan Kabupaten Terkaya di Bali…

RadarBali.com – Begitu pesatnya berkembangan sosial media di dunia maya, sehingga publik mesti cerdas untuk memfilter informasi di sosial media.

Pasalnya, tak sedikit isu SARA dan hoax beredar di sosial media. Pun begitu belum lama ini Polri mengungkap sindikat penyebar isu SARA di media sosial.

Melihat dampaknya yang begitu besar, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung rutin melakukan pemantauan dan meminta masyarakat cerdas memanfaatkan media social..

Kadiskominfo Badung Wayan Weda Dharmaja mengatakan, kendati di Badung belum terhadap kasus tersebut tetapi pihaknya rutin untuk memantau dan juga mengantipasi.

Bahkan, juga telah bertemu dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk membahas tentang cyber crime. Namun pihaknya lebih banyak membahas mengenai upaya preventif atau pencegahan.

Baca Juga:  Pemkab Badung Kejar Penyelesaian LPPD

“Jadi kami sudah dirapatkan untuk bersama-sama nantinya melakukan pengawasan,” jelas Weda Dharmaja, Jumat (25/8).

Selain sudah berkordinasi dengan Pemprov Bali, pihaknya berencana untuk melakukan sosialisasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak, sehingga tidak mengundang permasalahan.

Apalagi masyarakat Badung dominan cukup aktif di media social. “Mungkin akan kami tindaklanjuti dengan sosialisasilah nanti,” terangnya.

Disinggung cara pelaporan kasus kejahatan di media sosial, Weda menjelaskan hal ini dilakukan secara bertahap.

Yakni mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke tingkat pusat, menyesuaikan besar-kecilnya kasus tersebut.

Namun di Badung hingga kemarin belum ada laporan kasus terkait yang diterima pihaknya. “Selama ini tidak ada laporan ke kami,” tegasnya.

Baca Juga:  Papan Reklame Tak Sesuai Masterplan di Badung Masih Dibiarkan Berdiri

Pejabat asal Sembung, Mengwi tersebut pun mengimbau masyarakat untuk bijak dan hati-hati dalam menggunakan media sosial.

Jangan sampai memancing permasalahan, seperti ketersinggungan pihak lain. Selain itu mesti cerdas juga menjaring informasi di media sosial.

“Manfaatkanlah media sosial untuk berkomunikasi dengan baik. Hindari membuat berita atau opini yang menyesatkan,” pungkasnya. 



RadarBali.com – Begitu pesatnya berkembangan sosial media di dunia maya, sehingga publik mesti cerdas untuk memfilter informasi di sosial media.

Pasalnya, tak sedikit isu SARA dan hoax beredar di sosial media. Pun begitu belum lama ini Polri mengungkap sindikat penyebar isu SARA di media sosial.

Melihat dampaknya yang begitu besar, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung rutin melakukan pemantauan dan meminta masyarakat cerdas memanfaatkan media social..

Kadiskominfo Badung Wayan Weda Dharmaja mengatakan, kendati di Badung belum terhadap kasus tersebut tetapi pihaknya rutin untuk memantau dan juga mengantipasi.

Bahkan, juga telah bertemu dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk membahas tentang cyber crime. Namun pihaknya lebih banyak membahas mengenai upaya preventif atau pencegahan.

Baca Juga:  Bupati Badung Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Tambakan Kecamatan Kubutambahan Buleleng

“Jadi kami sudah dirapatkan untuk bersama-sama nantinya melakukan pengawasan,” jelas Weda Dharmaja, Jumat (25/8).

Selain sudah berkordinasi dengan Pemprov Bali, pihaknya berencana untuk melakukan sosialisasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak, sehingga tidak mengundang permasalahan.

Apalagi masyarakat Badung dominan cukup aktif di media social. “Mungkin akan kami tindaklanjuti dengan sosialisasilah nanti,” terangnya.

Disinggung cara pelaporan kasus kejahatan di media sosial, Weda menjelaskan hal ini dilakukan secara bertahap.

Yakni mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke tingkat pusat, menyesuaikan besar-kecilnya kasus tersebut.

Namun di Badung hingga kemarin belum ada laporan kasus terkait yang diterima pihaknya. “Selama ini tidak ada laporan ke kami,” tegasnya.

Baca Juga:  Badung Siap Menjadi Lokasi Pelaksanaan Imunisasi Vaksin Covid-19

Pejabat asal Sembung, Mengwi tersebut pun mengimbau masyarakat untuk bijak dan hati-hati dalam menggunakan media sosial.

Jangan sampai memancing permasalahan, seperti ketersinggungan pihak lain. Selain itu mesti cerdas juga menjaring informasi di media sosial.

“Manfaatkanlah media sosial untuk berkomunikasi dengan baik. Hindari membuat berita atau opini yang menyesatkan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/