alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Tamiang Bali Mandiri Panen Lele dan Sayur Sistem Bioflok & Hidroponik

ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI

DENPASAR – Yayasan Tamiang Bali Mandiri melalui Agro Learning Center (ALC) bersinergi dengan Pemkot Denpasar mendorong pertanian dengan sistem bioflok atau hidroponik. Kali ini dilaksanakan panen perdana ikan lele dan sayur hidroponik yang ditandai dengan pengambilan ikan lele dan sayur langsung oleh Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, A.A. Bayu Brahmasta dan sejumlah pihak.

Beberapa pihak yang ikut panen Lela dan sayur itu antara lain Ketua HKTI Bali Prof. Ir. Nyoman Suparta; Ketua Prodi MSP Univ Warmadewa, Dr. Ir. Dewa Nyoman Sudita; dan Direktur ALC Nyoman Baskara. Panen dilakukan di Kebun Agro Learning Center, Jalan Cekomaria Gg. Raya No.5, Denpasar Utara, pada Selasa (26/1).

Sementara Pendiri Agro Learning Center, Ir. I Nyoman Baskara, M.M mengatakan, dari kegiatan ini pihaknya ingin menonjolkan visinya yaitu menuju pertanian maju dan sejahtera. Melalui visi tersebut kita masuk ke dalam 5 misi. 

“Dari misi tersebutlah kami membuat soft launching dengan tema Bali Menuju Mandiri Pangan. Kami sengaja untuk mengangkat tema ini dan mengundang para ahli dan pemerintah agar dapat bersinergi untuk menuju Bali mandiri pangan,” jelasnya.

Kegiatan panen ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Selain ikan lele, dilaksanakan juga panen beberapa jenis sayuran antara lain sayur bayam, pakcoy, kangkung, dan selada. 

Sayur yang dipanen saat ini merupakan sayur yang ditanam melalui media hidroponik. Setelah pelaksanaan panen dilanjutkan dengan testing aneka menu dari olahan sayur dan ikan lele tersebut yang dimasak oleh chef Gelan.

Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, A.A. Bayu Brahmasta mengatakan, bioflok ini merupakan program pemerintah dalam mendorong sistem pertanian untuk  meningkatkan produksi ikan air tawar dengan mudah. Khusus untuk di Yayasan Tamiang Bali Mandiri ini akan lebih banyak ke pembelajaran. 

“Kami berharap dari beberapa inovasi yang dibuat ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk dapat menerapkannya di rumah masing masing. Terlebih dalam kondisi pandemi seperti sekarang sangat baik untuk menerapkan sistem bioflok atau bercocok tanam dengan hidroponik, selain tidak memerlukan lahan yang luas kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran belanja khususnya untuk kebutuhan dapur,” ujarnya. 

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi yang mengajak masyarakat untuk bercocok tanam di rumah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia  mengingat saat ini dalam situasi pandemi covid-19. Sehingga tentunya dapat mendorong masyarakat untuk mandiri dalam pengadaan bahan pangan sehari-hari.



ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI

DENPASAR – Yayasan Tamiang Bali Mandiri melalui Agro Learning Center (ALC) bersinergi dengan Pemkot Denpasar mendorong pertanian dengan sistem bioflok atau hidroponik. Kali ini dilaksanakan panen perdana ikan lele dan sayur hidroponik yang ditandai dengan pengambilan ikan lele dan sayur langsung oleh Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, A.A. Bayu Brahmasta dan sejumlah pihak.

Beberapa pihak yang ikut panen Lela dan sayur itu antara lain Ketua HKTI Bali Prof. Ir. Nyoman Suparta; Ketua Prodi MSP Univ Warmadewa, Dr. Ir. Dewa Nyoman Sudita; dan Direktur ALC Nyoman Baskara. Panen dilakukan di Kebun Agro Learning Center, Jalan Cekomaria Gg. Raya No.5, Denpasar Utara, pada Selasa (26/1).

Sementara Pendiri Agro Learning Center, Ir. I Nyoman Baskara, M.M mengatakan, dari kegiatan ini pihaknya ingin menonjolkan visinya yaitu menuju pertanian maju dan sejahtera. Melalui visi tersebut kita masuk ke dalam 5 misi. 

“Dari misi tersebutlah kami membuat soft launching dengan tema Bali Menuju Mandiri Pangan. Kami sengaja untuk mengangkat tema ini dan mengundang para ahli dan pemerintah agar dapat bersinergi untuk menuju Bali mandiri pangan,” jelasnya.

Kegiatan panen ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Selain ikan lele, dilaksanakan juga panen beberapa jenis sayuran antara lain sayur bayam, pakcoy, kangkung, dan selada. 

Sayur yang dipanen saat ini merupakan sayur yang ditanam melalui media hidroponik. Setelah pelaksanaan panen dilanjutkan dengan testing aneka menu dari olahan sayur dan ikan lele tersebut yang dimasak oleh chef Gelan.

Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, A.A. Bayu Brahmasta mengatakan, bioflok ini merupakan program pemerintah dalam mendorong sistem pertanian untuk  meningkatkan produksi ikan air tawar dengan mudah. Khusus untuk di Yayasan Tamiang Bali Mandiri ini akan lebih banyak ke pembelajaran. 

“Kami berharap dari beberapa inovasi yang dibuat ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk dapat menerapkannya di rumah masing masing. Terlebih dalam kondisi pandemi seperti sekarang sangat baik untuk menerapkan sistem bioflok atau bercocok tanam dengan hidroponik, selain tidak memerlukan lahan yang luas kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran belanja khususnya untuk kebutuhan dapur,” ujarnya. 

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi yang mengajak masyarakat untuk bercocok tanam di rumah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia  mengingat saat ini dalam situasi pandemi covid-19. Sehingga tentunya dapat mendorong masyarakat untuk mandiri dalam pengadaan bahan pangan sehari-hari.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/