alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 7, 2022

Virus Japanese Encephalitis Meningkat, Ini Langkah Diskes Bali

DENPASAR – Kasus penyebaran virus Japanese Encephalitis (JE) di Bali terus meningkat dari tahun ke tahun.

Padahal, virus yang pertama kali ditemukan di Jepang pertama 1871 itu sangat berbahaya. 8,5 persen penderitanya meninggal dunia.

Untuk mengantisipasi terus menularnya virus JE, Diskes Bali bersiap menyelenggarakn imunisasi massal.

Imunisasi virus JE yang akan dilakukan 1 Maret mendatang di Tabanan itu merupakan satu-satunya di Indonesia.

Imunisasi diperuntukkan bayi usia 9 bulan hingga remaja usia 15 tahun. Diskes menarget imunisasi sampai 946 ribu orang.

“Yang diserang virus JE adalah radang otak manusia umur 15 tahun ke bawah. Walau demikian orang dewasa bisa kena. Imunisasi ini gratis,” jelas pejabat asal Buleleng itu.

Baca Juga:  Kadiskes Klaim Bantu Balita Penderita Gangguan Otak, Padahal Faktanya…

 Ditanya kenapa imunisasi hanya di Bali, dijelaskan Suarjaya, imunisasi di Bali karena populasi babi di Bali banyak.

Virus JE yang dibawa dan ditularkan nyamuk jenis culex dengan cepat berkembang biak jika menggigit babi.

Gigitan nyamuk pada babi membuat babi sebagai amplifoer house atau memperbanyak jumlah virus.

“Nyamuk culex adalah nyamuk rumahan. Saat membawa virus JE dan menggigit manusia, maka akibatnya fatal bisa menyebabkan kematian. Nah, kalau menggigit babi maka virusnya berkembang banyak,” jelas pria berkacamata itu.

Suarjaya menyarankan kepada masyarakat yang memiliki kandang babi untuk menjaga kebersihan. Sebab, jika kandang babi kotor maka nyamuk berkembang menjdai banyak.

Tumpukan sampah dan barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk juga perlu dibersihkan. Kendati demikian, Suarjaya menegaskan bahwa daging babi sangat aman dikonsumsi meski sudah terserang virus JE.

Baca Juga:  Gaji Rp14 Juta Kurang, Kadiskes:Gaji Dokter Bali Mandara Cuma Rp6 juta

Sebab, babi hanya sebagai amplifier house, bukan sebagai penular. “Daging babi yang sudah dimasak sangat aman dikonsumsi. Penyebaran virus JE melalui nyamuk culex,” pungkasnya.



DENPASAR – Kasus penyebaran virus Japanese Encephalitis (JE) di Bali terus meningkat dari tahun ke tahun.

Padahal, virus yang pertama kali ditemukan di Jepang pertama 1871 itu sangat berbahaya. 8,5 persen penderitanya meninggal dunia.

Untuk mengantisipasi terus menularnya virus JE, Diskes Bali bersiap menyelenggarakn imunisasi massal.

Imunisasi virus JE yang akan dilakukan 1 Maret mendatang di Tabanan itu merupakan satu-satunya di Indonesia.

Imunisasi diperuntukkan bayi usia 9 bulan hingga remaja usia 15 tahun. Diskes menarget imunisasi sampai 946 ribu orang.

“Yang diserang virus JE adalah radang otak manusia umur 15 tahun ke bawah. Walau demikian orang dewasa bisa kena. Imunisasi ini gratis,” jelas pejabat asal Buleleng itu.

Baca Juga:  Tuntut Jatah 10 Persen Naker di RSBM, Warga Sanur Blokir Jalan By Pass

 Ditanya kenapa imunisasi hanya di Bali, dijelaskan Suarjaya, imunisasi di Bali karena populasi babi di Bali banyak.

Virus JE yang dibawa dan ditularkan nyamuk jenis culex dengan cepat berkembang biak jika menggigit babi.

Gigitan nyamuk pada babi membuat babi sebagai amplifoer house atau memperbanyak jumlah virus.

“Nyamuk culex adalah nyamuk rumahan. Saat membawa virus JE dan menggigit manusia, maka akibatnya fatal bisa menyebabkan kematian. Nah, kalau menggigit babi maka virusnya berkembang banyak,” jelas pria berkacamata itu.

Suarjaya menyarankan kepada masyarakat yang memiliki kandang babi untuk menjaga kebersihan. Sebab, jika kandang babi kotor maka nyamuk berkembang menjdai banyak.

Tumpukan sampah dan barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk juga perlu dibersihkan. Kendati demikian, Suarjaya menegaskan bahwa daging babi sangat aman dikonsumsi meski sudah terserang virus JE.

Baca Juga:  Puan Maharani Ikut Menteri Sosial Gelontor Bansos Tunai Rp30 M di Bali

Sebab, babi hanya sebagai amplifier house, bukan sebagai penular. “Daging babi yang sudah dimasak sangat aman dikonsumsi. Penyebaran virus JE melalui nyamuk culex,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/