alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Sebelum Maemuna Gantung Diri, Sang Suami Juga Bunuh Diri dan Berwasiat

Belum jelas apa yang membuat Maemuna melakukan gantung diri di Kantor Satpol PP Kota Denpasar. Ia gantung diri saat di dalam sel binaan setelah ditangkap karena linglung. Muncul dugaan bahwa Maemuna bunuh diri untuk menyusul suaminya yang diduga tewas bunuh diri.

 

ANDRE SULLA, Denpasar

KANTOR Satpol PP Kota Denpasar di Jalan Kecubung Nomor 4, Denpasar berubah heboh. Seorang warga yang ditangkap karena diduga linglung melakukan aksi gantung diri di toilet ruang binaan Jempiring II, Kantor Satpol PP Kota Denpasar, Jumat (25/3) sekitar pukul 07.30.

Maemuna, nama warga itu. Perempuan berusia 27 ini sehari sebelumnya atau Kamis, 24 Maret 2022 sekitar Pukul 22.30 Wita, ditangkap karena linglung di depan Kantor Bea Cukai Bali, Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar.

 

Ketika diinterogasi petugas Satpol PP, perempuan itu mengaku bernama Maemuna. Seorang janda. Dia berasal dari Linkungan Kuang, Desa Kuang, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, NTB.

Tidak banyak yang bisa dikorek pihak Satpol PP pada malam itu. Maka, Maemuna dimasukkan ke ruang binaan Jempiring II.

 

Pagi, sekitar 07.30 Wita, petugas pun memanggil Maemuna. Namun, yang dipanggil tak menyahut. Setelah sekian lama, petugas pun masuk ke ruang binaan. Dan ditemukan tubuh Maemuna tewas usai gantung diri di toilet ruangan tersebut.

 

Polisi pun melakukan olah TKP atas penemuan warga bunuh diri di Kantor Satpol PP Kota Denpasar. Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi menjelaskan, ditemukan sejumlah bukti lain saat polisi melakukan olah TKP tewasnya Maemuna.

 

Bukti-bukti itu adalah tas slempang warna hitam, dompet warna hitam, dompet bercorak hitam dan hijau, uang kertas Rp 100.000 (3 lembar), uang kepingan Rp500 dan Rp200, foto suami, KTP korban, pas foto, copy akta nikah, kartu voucer telepon seluler, nota, surat vaksin.

 

Nah, dari sekian barang bawaan Maemuna, ada secarik kertas tulis tangan yang diduga dari suami dari Maemuna. Nama suaminya itu Haerul Anam, asal Dusun Kerajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Pada bagian atas surat itu tertulis surat wasiat. Pada surat wasiat itu Haerul Anam menyatakan bila dia mati agar tidak perlu diotopsi maupun mencari tahu penyebab kematiannya.

 

“Saya cuma ingin dikubur di kampung halaman saya. Genteng – Banyuwangi,” kata Haerul Anam dalam surat wasiatnya.

 

Polisi pun menduga, surat itu adalah surat dari suami Maemuna bernama Haerul Anam sebelum melakukan bunuh diri.

 

“Ternyata ada bukti surat wasiat suami untuknya yang juga meninggal dengan cara bunuh diri. Kuat dugaan dia nekat mengakhiri hidup karena suaminya sudah dahulu meninggal dunia dengan cara bunuh diri,” kata Sukadi.

Sukadi pun menegaskan, hasil pemeriksaan oleh tim Inafis Polresta Denpasar, diduga meninggal akibat bunuh diri dengan menjerat lehernya menggunakan tali tas miliknya, hingga lemas dan meninggal.

 

“Murni bunuh diri,” tegas Sukadi.

 

Jasad wanita ini dievakuasi ambulans BPBD Kota Denpasar dari TKP ke RS Sanglah, sekitar pukul 12.00. Belum ada kelanjutan informasi, jasad korban ini akan dibawa ke mana. Apakah ke Genteng, asal suaminya, atau ke Taliwang asal Maemuna.



Belum jelas apa yang membuat Maemuna melakukan gantung diri di Kantor Satpol PP Kota Denpasar. Ia gantung diri saat di dalam sel binaan setelah ditangkap karena linglung. Muncul dugaan bahwa Maemuna bunuh diri untuk menyusul suaminya yang diduga tewas bunuh diri.

 

ANDRE SULLA, Denpasar

KANTOR Satpol PP Kota Denpasar di Jalan Kecubung Nomor 4, Denpasar berubah heboh. Seorang warga yang ditangkap karena diduga linglung melakukan aksi gantung diri di toilet ruang binaan Jempiring II, Kantor Satpol PP Kota Denpasar, Jumat (25/3) sekitar pukul 07.30.

Maemuna, nama warga itu. Perempuan berusia 27 ini sehari sebelumnya atau Kamis, 24 Maret 2022 sekitar Pukul 22.30 Wita, ditangkap karena linglung di depan Kantor Bea Cukai Bali, Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar.

 

Ketika diinterogasi petugas Satpol PP, perempuan itu mengaku bernama Maemuna. Seorang janda. Dia berasal dari Linkungan Kuang, Desa Kuang, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, NTB.

Tidak banyak yang bisa dikorek pihak Satpol PP pada malam itu. Maka, Maemuna dimasukkan ke ruang binaan Jempiring II.

 

Pagi, sekitar 07.30 Wita, petugas pun memanggil Maemuna. Namun, yang dipanggil tak menyahut. Setelah sekian lama, petugas pun masuk ke ruang binaan. Dan ditemukan tubuh Maemuna tewas usai gantung diri di toilet ruangan tersebut.

 

Polisi pun melakukan olah TKP atas penemuan warga bunuh diri di Kantor Satpol PP Kota Denpasar. Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi menjelaskan, ditemukan sejumlah bukti lain saat polisi melakukan olah TKP tewasnya Maemuna.

 

Bukti-bukti itu adalah tas slempang warna hitam, dompet warna hitam, dompet bercorak hitam dan hijau, uang kertas Rp 100.000 (3 lembar), uang kepingan Rp500 dan Rp200, foto suami, KTP korban, pas foto, copy akta nikah, kartu voucer telepon seluler, nota, surat vaksin.

 

Nah, dari sekian barang bawaan Maemuna, ada secarik kertas tulis tangan yang diduga dari suami dari Maemuna. Nama suaminya itu Haerul Anam, asal Dusun Kerajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Pada bagian atas surat itu tertulis surat wasiat. Pada surat wasiat itu Haerul Anam menyatakan bila dia mati agar tidak perlu diotopsi maupun mencari tahu penyebab kematiannya.

 

“Saya cuma ingin dikubur di kampung halaman saya. Genteng – Banyuwangi,” kata Haerul Anam dalam surat wasiatnya.

 

Polisi pun menduga, surat itu adalah surat dari suami Maemuna bernama Haerul Anam sebelum melakukan bunuh diri.

 

“Ternyata ada bukti surat wasiat suami untuknya yang juga meninggal dengan cara bunuh diri. Kuat dugaan dia nekat mengakhiri hidup karena suaminya sudah dahulu meninggal dunia dengan cara bunuh diri,” kata Sukadi.

Sukadi pun menegaskan, hasil pemeriksaan oleh tim Inafis Polresta Denpasar, diduga meninggal akibat bunuh diri dengan menjerat lehernya menggunakan tali tas miliknya, hingga lemas dan meninggal.

 

“Murni bunuh diri,” tegas Sukadi.

 

Jasad wanita ini dievakuasi ambulans BPBD Kota Denpasar dari TKP ke RS Sanglah, sekitar pukul 12.00. Belum ada kelanjutan informasi, jasad korban ini akan dibawa ke mana. Apakah ke Genteng, asal suaminya, atau ke Taliwang asal Maemuna.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/