alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Vaksinasi di DPRD Bali Bikin Antre dan Kerumunan, Ini Pembelaan Kadis

DENPASAR – Beredar video vaksinasi di DPRD Bali mengakibatkan antrean dan kerumunan  di halaman DPRD Bali Senin (26/4). Meski demikian, Kepala Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya memberikan pembelaan.

 

Suarjaya mengatakan, bahwa setiap vaksin selalu antre. Menurutnya, hal itu hal biasa. 

 

 

“Antre vaksinasi hal yang biasa terjadi,” kelit Suarjaya. 

 

Dia menyatakan bahwa antrean itu disebabkan kegiatan vaksinasi sempat tertunda hari raya Kuningan.  Dikatakan, sasaran vaksinasi masih menyasar pekerja publik. 

 

Di hari yang sama, Pemerintah Kota Denpasar juga melakukan kegiatan vaksin di wilayah Renon. Diwawancarai terpisah, Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini menjelaskan, setelah pelaksanaan vaksinasi serentak menuju Sanur yang merupakan zona Hijau tuntas, pelaksanaan vaksinasi massal dilanjutkan dengan menyasar Kelurahan Renon. Hal ini mengingat Kelurahan Renon merupakan penyangga  Zona Hijau Sanur.

Baca Juga:  Dua Subak Rebutan Air, Anggota DPRD Bali Bilang Sabar

 

“Tentu upaya ini tak lepas dari letak geografis Kelurahan Renon yang berbatasan langsung dengan Sanur, sehingga dengan pelaksanaan vaksinasi massal ini dapat secara berkesinambungan mencegah penularan Covid-19, dan pelaksanaan vaksinasi dimulai hari ini, Senin (26/4),” ujar di sela pelaksanaan vaksinasi

 

Lebih lanjut dijelaskan, sebanyak 8.000 masyarakat menjadi target sasaran pelaksanaan vaksinasi massal di Kelurahan Renon. Angka tersebut meliputi masyarakat yang memiliki KTP-El Kelurahan Renon, masyarakat yang beraktivitas di Kelurahan Renon serta masyarakat yang bekerja di wilayah Kelurahan Renon.

 

“Sasaran adalah penduduk tetap dengan KTP-el Renon, masyarakat yang ber KTP Denpasar atau Luar denpasar yang memiliki STLD atau Keterangan Domisili, atau masyarakat yang bekerja dengan menunjukan surat keterangan bekerja,” kata Sri Armini

Baca Juga:  Muncul Dua Versi Bentrok TNI Vs Warga Sidatapa saat Tes Rapid Antigen

 

Secara teknis terdapat 4 titik pelaksanaan vaksinasi di Kelurahan Renon. Yakni Wantilan Sewaka Prema Renon, Banjar Adat Pande Renon, Banjar Adat Peken Renon, dan Banjar Kelod Renon.

 

“Jadi masyarakat yang berusia 18 Tahun ke atas dengan catatan tidak sedang hamil dan menyusui dapat mengikuti vaksinasi dengan melengkapi persyaratan administrasi di atas,” ujarnya

 

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi massal yang menyasar 8.000 masyarakat Kelurahan Renon ini menggunakan jenis vaksin yang sama dengan di wilayah Sanur, yakni Astra Zeneca.

 

“Jadi vaksinasi Covid-19 ini merupakan langkah pencegahan penularan Covid-19 untuk membentuk antibodi, sehingga dapat mendukung percepatan penanganan Covid-19 dapat dimaksimalkan. Walaupun mendapatkan vaksinasi kami harapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.


DENPASAR – Beredar video vaksinasi di DPRD Bali mengakibatkan antrean dan kerumunan  di halaman DPRD Bali Senin (26/4). Meski demikian, Kepala Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya memberikan pembelaan.

 

Suarjaya mengatakan, bahwa setiap vaksin selalu antre. Menurutnya, hal itu hal biasa. 

 

 

“Antre vaksinasi hal yang biasa terjadi,” kelit Suarjaya. 

 

Dia menyatakan bahwa antrean itu disebabkan kegiatan vaksinasi sempat tertunda hari raya Kuningan.  Dikatakan, sasaran vaksinasi masih menyasar pekerja publik. 

 

Di hari yang sama, Pemerintah Kota Denpasar juga melakukan kegiatan vaksin di wilayah Renon. Diwawancarai terpisah, Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini menjelaskan, setelah pelaksanaan vaksinasi serentak menuju Sanur yang merupakan zona Hijau tuntas, pelaksanaan vaksinasi massal dilanjutkan dengan menyasar Kelurahan Renon. Hal ini mengingat Kelurahan Renon merupakan penyangga  Zona Hijau Sanur.

Baca Juga:  Muncul Dua Versi Bentrok TNI Vs Warga Sidatapa saat Tes Rapid Antigen

 

“Tentu upaya ini tak lepas dari letak geografis Kelurahan Renon yang berbatasan langsung dengan Sanur, sehingga dengan pelaksanaan vaksinasi massal ini dapat secara berkesinambungan mencegah penularan Covid-19, dan pelaksanaan vaksinasi dimulai hari ini, Senin (26/4),” ujar di sela pelaksanaan vaksinasi

 

Lebih lanjut dijelaskan, sebanyak 8.000 masyarakat menjadi target sasaran pelaksanaan vaksinasi massal di Kelurahan Renon. Angka tersebut meliputi masyarakat yang memiliki KTP-El Kelurahan Renon, masyarakat yang beraktivitas di Kelurahan Renon serta masyarakat yang bekerja di wilayah Kelurahan Renon.

 

“Sasaran adalah penduduk tetap dengan KTP-el Renon, masyarakat yang ber KTP Denpasar atau Luar denpasar yang memiliki STLD atau Keterangan Domisili, atau masyarakat yang bekerja dengan menunjukan surat keterangan bekerja,” kata Sri Armini

Baca Juga:  Perbekel Tejakula Mundur dari Bursa Caleg DPRD Bali, Alasannya…

 

Secara teknis terdapat 4 titik pelaksanaan vaksinasi di Kelurahan Renon. Yakni Wantilan Sewaka Prema Renon, Banjar Adat Pande Renon, Banjar Adat Peken Renon, dan Banjar Kelod Renon.

 

“Jadi masyarakat yang berusia 18 Tahun ke atas dengan catatan tidak sedang hamil dan menyusui dapat mengikuti vaksinasi dengan melengkapi persyaratan administrasi di atas,” ujarnya

 

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi massal yang menyasar 8.000 masyarakat Kelurahan Renon ini menggunakan jenis vaksin yang sama dengan di wilayah Sanur, yakni Astra Zeneca.

 

“Jadi vaksinasi Covid-19 ini merupakan langkah pencegahan penularan Covid-19 untuk membentuk antibodi, sehingga dapat mendukung percepatan penanganan Covid-19 dapat dimaksimalkan. Walaupun mendapatkan vaksinasi kami harapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/