alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Tim Riset Keilmuan FKIP Unmas Denpasar

Sukses Gelar FGD dan Pelatihan Hyflex Guru SMP Saraswati 1 Denpasar

DENPASAR, radarbali.id – Continous Profesional Development (CPD) merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini menjadi suatu prioritas terutama di dalam perubahan paradigma pembelajaran dari pembelajaran luring menuju pembelajaran daring. Ke depannya, adaptasi pembelajaran daring saat ini akan tetap terus dibawa untuk dalam berbagai jenis model pembelajaran hibrida yang mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.

Beranjak dari hal tersebut, tim riset keilmuan FKIP Unmas Denpasar mengadakan FGD dan Pelatihan Hyflex (Hybrid Flexible Learning) di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Semangat belajar para guru SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar dalam meningkatkan kompetensi terlihat sangat tinggi. Pada pelaksanakan FGD (Focus Group Discussion) dan pelatihan, para guru sangat aktif dalam menyampaikan masukan dan pemikiran dalam menyikapi pembelajaran hibrida di masa pandemi dan juga pasca pandemi.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian menjadi perhatian yang penting. Tim Riset Keilmuan ini merupakan kolaborasi antara dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris (I Gde Putu Agus Pramerta, S.Pd., M.Pd.), dosen program studi Pendidikan Biologi (Ida Bagus Ari Arjaya, S.Pd., M.Pd.), dan 5 mahasiswa FKIP Unmas Denpasar (Putu Ayu Trisna Devi, Kadek Gangga Dwi Putra, Kadek Widi Margana Yasa, Ni Luh Putu Asrini dan Bernadus Pawe Due).

Dalam pelaksanaannya, tim ini berkolaborasi dengan dua narasumber yang memiliki kompetensi dalam hal penggunaaan teknologi dalam pembelajaran. Prof. Dr. Ni Nyoman Parwati. M.Pd berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang “Apa dan Bagaimana Hybrid Flexible Learning”. Diskusi intensif dan interaktnif antara guru dan pemateri terkait dengan kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran campuran (blended learning) dan teknologi yang dibutuhkan dalam penerapan kelas berbasis HyFlex.

Pelatihan HyFlex secara teknis dan implementatif diberikan oleh Bapak Made Herry Santosa, Ph.D. Kegiatan FGD dan pelatihan tersebut telah memberikan pengalaman lebih terhadap guru terkait pembelajaran berbasis HyFlex. Guru-guru dapat mengetahui cara mendesain suatu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan pada kelas berbasis HyFlex, dimana contohnya seperti Station Rotation dan Virtual Flipped Classroom. Diskusi interaktif, observasi terhadap suatu rancangan pembelajaran, hingga mendesain suatu rancangan pembelajaran dalam konteks kelas HyFlex terjadi secara bermakna. Kegiatan ini pun memberikan dampak positif baik itu bagi guru-guru SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar dan juga Tim Riset Keilmuan FKIP Unmas Denpasar sebagai bagian dari pengembangan model pembelajaran berbasis HyFlex. (rba/ken)



DENPASAR, radarbali.id – Continous Profesional Development (CPD) merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini menjadi suatu prioritas terutama di dalam perubahan paradigma pembelajaran dari pembelajaran luring menuju pembelajaran daring. Ke depannya, adaptasi pembelajaran daring saat ini akan tetap terus dibawa untuk dalam berbagai jenis model pembelajaran hibrida yang mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.

Beranjak dari hal tersebut, tim riset keilmuan FKIP Unmas Denpasar mengadakan FGD dan Pelatihan Hyflex (Hybrid Flexible Learning) di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Semangat belajar para guru SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar dalam meningkatkan kompetensi terlihat sangat tinggi. Pada pelaksanakan FGD (Focus Group Discussion) dan pelatihan, para guru sangat aktif dalam menyampaikan masukan dan pemikiran dalam menyikapi pembelajaran hibrida di masa pandemi dan juga pasca pandemi.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian menjadi perhatian yang penting. Tim Riset Keilmuan ini merupakan kolaborasi antara dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris (I Gde Putu Agus Pramerta, S.Pd., M.Pd.), dosen program studi Pendidikan Biologi (Ida Bagus Ari Arjaya, S.Pd., M.Pd.), dan 5 mahasiswa FKIP Unmas Denpasar (Putu Ayu Trisna Devi, Kadek Gangga Dwi Putra, Kadek Widi Margana Yasa, Ni Luh Putu Asrini dan Bernadus Pawe Due).

Dalam pelaksanaannya, tim ini berkolaborasi dengan dua narasumber yang memiliki kompetensi dalam hal penggunaaan teknologi dalam pembelajaran. Prof. Dr. Ni Nyoman Parwati. M.Pd berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang “Apa dan Bagaimana Hybrid Flexible Learning”. Diskusi intensif dan interaktnif antara guru dan pemateri terkait dengan kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran campuran (blended learning) dan teknologi yang dibutuhkan dalam penerapan kelas berbasis HyFlex.

Pelatihan HyFlex secara teknis dan implementatif diberikan oleh Bapak Made Herry Santosa, Ph.D. Kegiatan FGD dan pelatihan tersebut telah memberikan pengalaman lebih terhadap guru terkait pembelajaran berbasis HyFlex. Guru-guru dapat mengetahui cara mendesain suatu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan pada kelas berbasis HyFlex, dimana contohnya seperti Station Rotation dan Virtual Flipped Classroom. Diskusi interaktif, observasi terhadap suatu rancangan pembelajaran, hingga mendesain suatu rancangan pembelajaran dalam konteks kelas HyFlex terjadi secara bermakna. Kegiatan ini pun memberikan dampak positif baik itu bagi guru-guru SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar dan juga Tim Riset Keilmuan FKIP Unmas Denpasar sebagai bagian dari pengembangan model pembelajaran berbasis HyFlex. (rba/ken)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/