alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Petugas Dam yang Hanyut di Sungai Renon Tewas Tersangkut di Bawah Jembatan

DENPASAR – Petugas pintu dam bernama Wayan Redun, 55 yang sempat hanyut di arus sungai Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar ditemukan tewas. Jasadnya ditemukan tersangkut di bawah jembatan, Kamis (26/5/2022) sekitar pukul 18.30 WITA.

“Target sudah dapat ditemukan di Jalan Mertasari, tepatnya di sebelah kanan atau barat dari TPS Suwung, Denpasar Selatan,” kata Agus Yudana selaku koordinator lapangan dalam operasi SAR pencarian korban, Jumat (27/5/2022).

Jasad korban ditemukan oleh masyarakat yang ikut membantu petugas SAR mencari korban di sepanjang aliran sungai. Menurut Yudana, jasad korban ditemukan tersangkut di bawah jembatan Jalan Sidakarya. Jaraknya kurang lebih 3.7 KM dari lokasi korban jatuh di arah barat daya.

“Setelah terevakuasi, jenasahnya langsung dibawa menuju RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulance BPBD Provinsi Bali,” tambahnya. Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama I Wayan Redun, hanyut dan hilang di Dam Tukad Yeh Aye Renon, Denpasar. Kejadian itu terjadi pada Kamis (26/5/2021) sekitar pukul 16.30 WITA.

“Korban merupakan penjaga pintu dam di lokasi itu,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, Kamis (26/5/2022) malam. Kepada polisi, saksi bernama Kadek Sukarata, 31 menjelaskan bahwa kejadian itu bermula saat hujan deras mengguyur Denpasar, Kamis (26/5/2022) sore.

Lalu, sekitar pukul 15.00 Wita, air di sungai depan rumah saksi meluap. Sehingga saksi berinisiatif membuka pintu dam pengatur debit air yang berlokasi di jembatan Jln. Tukad Yeh Aye IX, Denpasar. Tak berselang lama, korban yang merupakan petugas dam datang ke lokasi itu.

Saat akan membuka pintu dam terlihat salah satu tali untuk mengangkat pintu dam bagian selatan telah putus. Sehingga korban berinsiati untuk turun mengikat pintu dan meminta kepada saksi agar bantu menarik tali bila sudah di ikat. “Saat itu saksi sempat melarang korban namun tidak dihiraukan,” ujar Sukadi.

Saat itu korban turun ke kali dari sisi utara dam. Namun diduga, kaki korban tergelincir dan jatuh ke sungai yang mengalir dengan deras dengan debit air yang tinggi. Korban langsung menghilang terseret arus. Saksi lalu memberitahu warga dan menunggu 30 menit sampai air surut. Namun korban tak muncul juga ke permukaan. Sehingga saksi menduga korban telah terseret arus  ke gorong-gorong yanf tembus di Jl.Tukad Badung, Denpasar karena pintu dam yang sebelah utara sudah terbuka.

“Karena kejadian itu saksi lalu melaporkan kepada Kaling Banjar Kelod selanjutnya melapor kepada Babinkamtibmas Kelurahan Renon Saat ini Pihak Kepolisian Polsek Densel,  Balawista Kota Denpasar, beserta pihak keluarga masih melakukan upaya pencarian terhadap korban,” tambahnya. Lebih dari dua jam setelah peristiwa itu, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.



DENPASAR – Petugas pintu dam bernama Wayan Redun, 55 yang sempat hanyut di arus sungai Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar ditemukan tewas. Jasadnya ditemukan tersangkut di bawah jembatan, Kamis (26/5/2022) sekitar pukul 18.30 WITA.

“Target sudah dapat ditemukan di Jalan Mertasari, tepatnya di sebelah kanan atau barat dari TPS Suwung, Denpasar Selatan,” kata Agus Yudana selaku koordinator lapangan dalam operasi SAR pencarian korban, Jumat (27/5/2022).

Jasad korban ditemukan oleh masyarakat yang ikut membantu petugas SAR mencari korban di sepanjang aliran sungai. Menurut Yudana, jasad korban ditemukan tersangkut di bawah jembatan Jalan Sidakarya. Jaraknya kurang lebih 3.7 KM dari lokasi korban jatuh di arah barat daya.

“Setelah terevakuasi, jenasahnya langsung dibawa menuju RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulance BPBD Provinsi Bali,” tambahnya. Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama I Wayan Redun, hanyut dan hilang di Dam Tukad Yeh Aye Renon, Denpasar. Kejadian itu terjadi pada Kamis (26/5/2021) sekitar pukul 16.30 WITA.

“Korban merupakan penjaga pintu dam di lokasi itu,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, Kamis (26/5/2022) malam. Kepada polisi, saksi bernama Kadek Sukarata, 31 menjelaskan bahwa kejadian itu bermula saat hujan deras mengguyur Denpasar, Kamis (26/5/2022) sore.

Lalu, sekitar pukul 15.00 Wita, air di sungai depan rumah saksi meluap. Sehingga saksi berinisiatif membuka pintu dam pengatur debit air yang berlokasi di jembatan Jln. Tukad Yeh Aye IX, Denpasar. Tak berselang lama, korban yang merupakan petugas dam datang ke lokasi itu.

Saat akan membuka pintu dam terlihat salah satu tali untuk mengangkat pintu dam bagian selatan telah putus. Sehingga korban berinsiati untuk turun mengikat pintu dan meminta kepada saksi agar bantu menarik tali bila sudah di ikat. “Saat itu saksi sempat melarang korban namun tidak dihiraukan,” ujar Sukadi.

Saat itu korban turun ke kali dari sisi utara dam. Namun diduga, kaki korban tergelincir dan jatuh ke sungai yang mengalir dengan deras dengan debit air yang tinggi. Korban langsung menghilang terseret arus. Saksi lalu memberitahu warga dan menunggu 30 menit sampai air surut. Namun korban tak muncul juga ke permukaan. Sehingga saksi menduga korban telah terseret arus  ke gorong-gorong yanf tembus di Jl.Tukad Badung, Denpasar karena pintu dam yang sebelah utara sudah terbuka.

“Karena kejadian itu saksi lalu melaporkan kepada Kaling Banjar Kelod selanjutnya melapor kepada Babinkamtibmas Kelurahan Renon Saat ini Pihak Kepolisian Polsek Densel,  Balawista Kota Denpasar, beserta pihak keluarga masih melakukan upaya pencarian terhadap korban,” tambahnya. Lebih dari dua jam setelah peristiwa itu, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/