alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Ih Ngeri…Perdagangan Daging Anjing di Bali Marak

RadarBali.com – Isu jual beli daging anjing kepada tamu manca negara menjadi sorotan media asing.

Kondisi ini membuat gerah Gubernur Bali yang akhirnya menerbitkan Surat Edaran kepada Bupati/Wali Kota se Bali untuk pendataan, pengawasan, sosialisasi dan edukasi serta penertiban penjualan daging anjing.

Dinas Pertanian dan Pangan Badung juga gerah terhadap isu tersebut dan segera menindaklanjuti surat edaran Gubernur Bali.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung IGAK Sudaratmaja menyebutkan mengenai isu perdagangan daging anjing tersebut harus segera ditindaklanjuti.

Bahkan dia, menuding daging anjing tersebut sejatinya daging hewan bukan untuk dikonsumsi. “Karena dari segi psikologi sosial, itu (daging anjing) tidak untuk dikonsumsi,” jelas Sudaratmaja.

Baca Juga:  Siklon Tropis Seroja Menjauh,BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Bali

Dia menegaskan, akan segera menindaklanjuti surat edaran Gubernur Bali mengenai isu perdagangan daging anjing.

“Karena surat baru kita terima tetapi akan tindaklanjuti sesuai surat edaran itu, ” tegasnya. Dia juga menyebutkan untuk peredaran daging anjing di Badung tidak terlalu terbuka atau tidak dijual untuk umum.

Bahkan, tidak sedikit perdagangan daging anjing itu sembunyi. “Biasanya tidak terlalu terbuka yang seperti itu (perdagangan daging anjing). Dia kadang tersembunyi tapi peminat nya mengkhusus. Inti nya nanti kita akan mendata dulu baru dilakukan tindakan, ” ungkap nya.

Surat Edaran Gubernur Bali kepada Bupati/Walikota se Bali ada empat point penting yang ditekankan.

Yakni Pendataan terhadap lokasi penjualan daging anjing, sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat bahwa daging anjing bukan merupakan bahan pangan asal hewan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi terlebih lagi terhadap wisatawan mancanegara.

Baca Juga:  BIKIN SEJARAH! Ribuan Massa Demo Omnibus Law Berkumpul di Denpasar

Pengawasan terhadap kemungkinan adanya penjualan daging anjing namun dengan merk daging lain dan penertiban terhadap penjualan daging anjing karena tidak dijamin kesehatan nya. 



RadarBali.com – Isu jual beli daging anjing kepada tamu manca negara menjadi sorotan media asing.

Kondisi ini membuat gerah Gubernur Bali yang akhirnya menerbitkan Surat Edaran kepada Bupati/Wali Kota se Bali untuk pendataan, pengawasan, sosialisasi dan edukasi serta penertiban penjualan daging anjing.

Dinas Pertanian dan Pangan Badung juga gerah terhadap isu tersebut dan segera menindaklanjuti surat edaran Gubernur Bali.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung IGAK Sudaratmaja menyebutkan mengenai isu perdagangan daging anjing tersebut harus segera ditindaklanjuti.

Bahkan dia, menuding daging anjing tersebut sejatinya daging hewan bukan untuk dikonsumsi. “Karena dari segi psikologi sosial, itu (daging anjing) tidak untuk dikonsumsi,” jelas Sudaratmaja.

Baca Juga:  Pariwisata Bali Batal Dibuka, PHRI: Bukti Kegagalan Program Pemerintah

Dia menegaskan, akan segera menindaklanjuti surat edaran Gubernur Bali mengenai isu perdagangan daging anjing.

“Karena surat baru kita terima tetapi akan tindaklanjuti sesuai surat edaran itu, ” tegasnya. Dia juga menyebutkan untuk peredaran daging anjing di Badung tidak terlalu terbuka atau tidak dijual untuk umum.

Bahkan, tidak sedikit perdagangan daging anjing itu sembunyi. “Biasanya tidak terlalu terbuka yang seperti itu (perdagangan daging anjing). Dia kadang tersembunyi tapi peminat nya mengkhusus. Inti nya nanti kita akan mendata dulu baru dilakukan tindakan, ” ungkap nya.

Surat Edaran Gubernur Bali kepada Bupati/Walikota se Bali ada empat point penting yang ditekankan.

Yakni Pendataan terhadap lokasi penjualan daging anjing, sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat bahwa daging anjing bukan merupakan bahan pangan asal hewan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi terlebih lagi terhadap wisatawan mancanegara.

Baca Juga:  Ditelantarkan Suami, Warga Rusia dan Bayinya Dideportasi

Pengawasan terhadap kemungkinan adanya penjualan daging anjing namun dengan merk daging lain dan penertiban terhadap penjualan daging anjing karena tidak dijamin kesehatan nya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/