alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

SMSI Bali Minta Data Contact Tracing Bali Dibuka

 

DENPASAR, Radar Bali– Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se-Bali telah berupaya mencegah dan memutus rantai penularan pandemi Covid-19. Namun, sejak kasus pertama diumumkan 2 Maret 2020 hingga detik ini, segala daya upaya tersebut belum mampu mengendalikan virus SARS-CoV-2. Secara otomatis, cita-cita kebangkitan perekonomian Bali yang sangat bertumpu pada sektor pariwisata jauh panggang dari api. 

Parahnya, dalam kondisi terpuruk ini, citra Bali juga dinilai terpuruk di mata dunia internasional akibat adanya sejumlah pemberitaan yang mendiskreditkan Pulau Dewata sebagai daerah tujuan pariwisata mancanegara. Black campaign ini diduga sengaja dihembuskan seiring persaingan ketat industri pariwisata.

Mencermati berbagai persoalan ini, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali dalam rakerda tahun 2021 yang diselenggarakan Senin (26/7) mengusulkan sejumlah hal kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Bali. Pertama, Mendukung sepenuhnya upaya-upaya Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten/Kota, TNI dan Polri dalam percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 di seluruh Bali. Kedua, mengajak semua pihak melakukan perlawanan terhadap black campaign tentang penanganan pandemi Covid-19 di Bali dengan menggalang kesepahaman dengan seluruh media mainstream di Bali, baik media online, media cetak, dan media elektronik agar setiap hari memotret keseharian masyarakat Bali yang taat terhadap prokes penanggulangan covid-19 Bali melalui pemberitaan rutin selama 3-5 bulan. 

Baca Juga:  Hasil Rapid Test Negatif, Tes Swab Warga Denpasar Positif Covid-19

“Sebab diakui atau tidak, pemberitaan media yang massif akan berdampak bagi pencitraan Bali sebagai provinsi terbaik dalam menangani pandemi covid-19 untuk selanjutnya dapat membuka mata dunia internasional tentang Bali sesungguhnya. Ingat, campaign harus dilawan dengan campaign,” ucap Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja. 

Ketiga, sebagaimana pemerintah pusat telah bekerja sama dengan seribu lebih media online di seluruh Indonesia melalui program fellowship atau UBAH LAKU, maka dianjurkan agar Pemerintah Provinsi Bali mem-breakdown program UBAH LAKU tersebut untuk Provinsi Bali dengan melibatkan sebanyak mungkin media online, cetak dan elektronik. 

Keempat, menetapkan Dinas Kominfos Provinsi dan Kabupaten Kota se Bali bersama seluruh organisasi media dan organisasi wartawan yang ada di Bali sebagai garda terdepan untuk melakukan sosialisasi keseharian masyarakat Bali yang menunjang pencitraan Bali sebagai provinsi terbaik dalam menangani pandemic covid-19. 

Baca Juga:  Bangunan Perumahan Caplok Jalur Hijau di Abiansemal

- Advertisement -

Kelima, data contact tracing perlu dibuka ke publik untuk menunjukan keseriusan pemerintah menangani Covid19 di Bali dengan tetap mempertimbangkan berbagai ketentuan yang berlaku. Ini untuk menjaga keseimbangan publikasi berlebihan terhadap data kasus positif baik secara nasional maupun lokal yang menimbulkan kepanikan, sekaligus citra WHO terhadap Bali semakin positif. 

Rakerda SMSI Bali sendiri dibuka oleh Ketua Penasehat SMSI Bali yang juga ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra. Selain membahas evaluasi dan program kerja, Rakerda juga diisi dengan bansos berupa pembagian sembako beras dari mitra SMSI Bali, yakni PT Jimbaran Hijau, kepada anggota SMSI Bali dan sejumlah pedagang di sekitar kantor PWI Bali di kawasan Lumintang, Denpasar. Serta penyerahan sertifikat anggota SMSI Bali. 

- Advertisement -

 

DENPASAR, Radar Bali– Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se-Bali telah berupaya mencegah dan memutus rantai penularan pandemi Covid-19. Namun, sejak kasus pertama diumumkan 2 Maret 2020 hingga detik ini, segala daya upaya tersebut belum mampu mengendalikan virus SARS-CoV-2. Secara otomatis, cita-cita kebangkitan perekonomian Bali yang sangat bertumpu pada sektor pariwisata jauh panggang dari api. 

Parahnya, dalam kondisi terpuruk ini, citra Bali juga dinilai terpuruk di mata dunia internasional akibat adanya sejumlah pemberitaan yang mendiskreditkan Pulau Dewata sebagai daerah tujuan pariwisata mancanegara. Black campaign ini diduga sengaja dihembuskan seiring persaingan ketat industri pariwisata.

Mencermati berbagai persoalan ini, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali dalam rakerda tahun 2021 yang diselenggarakan Senin (26/7) mengusulkan sejumlah hal kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Bali. Pertama, Mendukung sepenuhnya upaya-upaya Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten/Kota, TNI dan Polri dalam percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 di seluruh Bali. Kedua, mengajak semua pihak melakukan perlawanan terhadap black campaign tentang penanganan pandemi Covid-19 di Bali dengan menggalang kesepahaman dengan seluruh media mainstream di Bali, baik media online, media cetak, dan media elektronik agar setiap hari memotret keseharian masyarakat Bali yang taat terhadap prokes penanggulangan covid-19 Bali melalui pemberitaan rutin selama 3-5 bulan. 

Baca Juga:  Warga Spanyol Itu Diduga Sudah Tewas di Rumah Sejak Enam Tahun Lalu

“Sebab diakui atau tidak, pemberitaan media yang massif akan berdampak bagi pencitraan Bali sebagai provinsi terbaik dalam menangani pandemi covid-19 untuk selanjutnya dapat membuka mata dunia internasional tentang Bali sesungguhnya. Ingat, campaign harus dilawan dengan campaign,” ucap Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja. 

Ketiga, sebagaimana pemerintah pusat telah bekerja sama dengan seribu lebih media online di seluruh Indonesia melalui program fellowship atau UBAH LAKU, maka dianjurkan agar Pemerintah Provinsi Bali mem-breakdown program UBAH LAKU tersebut untuk Provinsi Bali dengan melibatkan sebanyak mungkin media online, cetak dan elektronik. 

Keempat, menetapkan Dinas Kominfos Provinsi dan Kabupaten Kota se Bali bersama seluruh organisasi media dan organisasi wartawan yang ada di Bali sebagai garda terdepan untuk melakukan sosialisasi keseharian masyarakat Bali yang menunjang pencitraan Bali sebagai provinsi terbaik dalam menangani pandemic covid-19. 

Baca Juga:  Sambut Positif Desa Wisata Digital SMSI Bali, Ini Reaksi Kemenparekraf

Kelima, data contact tracing perlu dibuka ke publik untuk menunjukan keseriusan pemerintah menangani Covid19 di Bali dengan tetap mempertimbangkan berbagai ketentuan yang berlaku. Ini untuk menjaga keseimbangan publikasi berlebihan terhadap data kasus positif baik secara nasional maupun lokal yang menimbulkan kepanikan, sekaligus citra WHO terhadap Bali semakin positif. 

Rakerda SMSI Bali sendiri dibuka oleh Ketua Penasehat SMSI Bali yang juga ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra. Selain membahas evaluasi dan program kerja, Rakerda juga diisi dengan bansos berupa pembagian sembako beras dari mitra SMSI Bali, yakni PT Jimbaran Hijau, kepada anggota SMSI Bali dan sejumlah pedagang di sekitar kantor PWI Bali di kawasan Lumintang, Denpasar. Serta penyerahan sertifikat anggota SMSI Bali. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/