alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Duh, Gaji Guru Kontrak Wilayah Kuta Utara Badung Masih Ngadat

MANGUPURA – Kendati sejumlah guru pegawai dan guru Kontrak di Badung telah menerima gaji bulan Januari 2019, tetapi masih menyisakan masalah.

Pasalnya, beberapa guru kontrak di ada yang belum menerima gaji. Para guru pun pakrimik terkait molornya pembayaran gaji tersebut.

Salah satu guru kontrak yang mengajar di wilayah Dalung mengatakan hingga kemarin gaji guru kontrak belum cair. 

 “Ia gaji kami belum cair. Saya sudah tanya teman yang mengajar di wilayah Kuta Utara juga, tapi mereka bilang belum cair juga,” ujarnya menolak namanya ditulis di media.

Guru yang mengajar di salah satu SD di Dalung itu meminta kejelasan dinas terkait dengan masalah ini. Ia mengatakan, gaji yang cair sudah lambat, apa lagi gaji yang di berikan tidak berbarengan.

Karena gaji guru kontrak di wilayah Kuta Selatan sudah cair duluan.“Itu yang kami belum mengerti, kok bisa tidak berbarengan dicairkan ya. Padahal semua persyaratan yang di minta dinas sudah dilengkapi, ”jelasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung Ketut Gede Suyasa mengatakan proses pemberian gaji untuk guru ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Badung.

“Setahu saya sudah banyak sekali saya keluarkan anggaran untuk gaji,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika mengakui, perihal lambatnya proses pencairan gaji pegawai honorer di Kecamatan Kuta utara.

Keterlambatan pencairan gaji ini akibat lambatnya penyetoran berkas. Sehingga, berdampak pula terhadap pengajuan ke Disdikpora Badung untuk proses verifikasi.

“Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di kecamatan itu akan mengajukan berkas ke Dinas, setelah semua dari sekolah terkumpul. Kalau ada salah satu yang lambat, maka semua akan kena dampak,” terang Astika.

Normalnya, lanjut pejabat asal Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara itu, bila tidak ada keterlambatan, maka UPT akan menyerahkan ke Disdikpora sesegera mungkin.

Setelah itu, Disdikpora melakukan verifikasi. Jika dinyatakan lengkap maka diteruskan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung untuk proses pencairan.

Namun, dia menegaskan untuk proses pencairan gaji guru honorer tidak semua terlambat. Di Kecamatan Kuta Selatan, Kuta, dan Abiansemal, sudah dibayarkan.

“Sekarang tinggal sebagian saja, kalau tidak salah di Kuta, Mengwi, dan Petang yang belum. Tapi secepatnya kami selesaikan biar cepat cair,” pungkasnya. 



MANGUPURA – Kendati sejumlah guru pegawai dan guru Kontrak di Badung telah menerima gaji bulan Januari 2019, tetapi masih menyisakan masalah.

Pasalnya, beberapa guru kontrak di ada yang belum menerima gaji. Para guru pun pakrimik terkait molornya pembayaran gaji tersebut.

Salah satu guru kontrak yang mengajar di wilayah Dalung mengatakan hingga kemarin gaji guru kontrak belum cair. 

 “Ia gaji kami belum cair. Saya sudah tanya teman yang mengajar di wilayah Kuta Utara juga, tapi mereka bilang belum cair juga,” ujarnya menolak namanya ditulis di media.

Guru yang mengajar di salah satu SD di Dalung itu meminta kejelasan dinas terkait dengan masalah ini. Ia mengatakan, gaji yang cair sudah lambat, apa lagi gaji yang di berikan tidak berbarengan.

Karena gaji guru kontrak di wilayah Kuta Selatan sudah cair duluan.“Itu yang kami belum mengerti, kok bisa tidak berbarengan dicairkan ya. Padahal semua persyaratan yang di minta dinas sudah dilengkapi, ”jelasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung Ketut Gede Suyasa mengatakan proses pemberian gaji untuk guru ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Badung.

“Setahu saya sudah banyak sekali saya keluarkan anggaran untuk gaji,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika mengakui, perihal lambatnya proses pencairan gaji pegawai honorer di Kecamatan Kuta utara.

Keterlambatan pencairan gaji ini akibat lambatnya penyetoran berkas. Sehingga, berdampak pula terhadap pengajuan ke Disdikpora Badung untuk proses verifikasi.

“Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di kecamatan itu akan mengajukan berkas ke Dinas, setelah semua dari sekolah terkumpul. Kalau ada salah satu yang lambat, maka semua akan kena dampak,” terang Astika.

Normalnya, lanjut pejabat asal Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara itu, bila tidak ada keterlambatan, maka UPT akan menyerahkan ke Disdikpora sesegera mungkin.

Setelah itu, Disdikpora melakukan verifikasi. Jika dinyatakan lengkap maka diteruskan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung untuk proses pencairan.

Namun, dia menegaskan untuk proses pencairan gaji guru honorer tidak semua terlambat. Di Kecamatan Kuta Selatan, Kuta, dan Abiansemal, sudah dibayarkan.

“Sekarang tinggal sebagian saja, kalau tidak salah di Kuta, Mengwi, dan Petang yang belum. Tapi secepatnya kami selesaikan biar cepat cair,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/