alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Bantah WN Jepang Positif Virus Corona, Wagub Cok Ace Sebut Kena SARS

DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mendadak mengelak seorang pria berkewarganegaraan Jepang, berumur 60-an tahun dinyatakan positif terjangkit corona. 

Cok Ace sapaan akrabnya mengaku bahwa pria tersebut terkena SARS bukan corona.  Padahal, seperti dilansir kantor berita Jepang 

Nippon Hoso Kyokai (NHK), pria tersebut dikabarkan positif terjangkit virus Covid-19 setelah berlibur di Bali. 

“Positif SARS. Dapat verifikasi dia SARS. Corona di bawah SARS. Kami di Bali yang jelas belum pernah ada (corona) sampai sekarang, semoga tidak pernah ada. 

Kalau ada bagaimana cara menutupi di Bali. Setiap kecamatan ada Puskesmas. Bahkan, ada ruangan inap untuk ditutupi,” ucap Cok Ace.

Baca Juga:  Gubernur Koster Jenguk Korban Gempa di Karangasem dan Bangli

Meski penurunan wisatawan sangat terasa, Cok Ace masih mengatakan bahwa wabah ini tidak membuat tingkat kunjungan wisatawan turun.

Karena market Tiongkok hanya 18 persen, jadi yang terdampak okupansi  di  Nusa Dua. Sedangkan Sanur dan Ubud hanya kehilangan 5 sampai 10 persen. 

“Saya tinggal di Ubud itu daerah Tiongkok okupansinya masih bagus. Ubud bukan market Tiongkok di 18 persen terdistribusi di Nusa Dua. 

Ubud dan Sanur tidak terdampak, yang lainnya ada penurunan. Bahkan, wisatawan dari negara lain tujuan ke Cina, justru belok ke Bali,” terangnya. 

Mengenai Warga Negara Korea Selatan yang juga sebagai salah satu negara terpapar corona, kata dia, belum ada kewaspadaan.

Baca Juga:  WWF dan HSBC Komit Perbaiki Tata Kelola Sungai di Indonesia

Menurut Cok Ace, pemerintah Bali hanya menunggu instruksi kebijakan dari pusat. “ Kami di Bali bagian Republik.

Tentu apapun kebijakan pusat kami ikuti di Bali, tapi sampai saat ini belum ada kebijakan pusat. Kami belum mendahului. Normal saja,” terangnya. 

Rencananya Senin mendatang pemerintah Bali akan rapat bersama pelaku pariwisata membahas kebijakan pemerintah pusat. 

Pembahasan mengenai penghapusan  pajak hotel dan restoran  selama 6 bulan, kemudian  pemotongan tiket pesawat. 

“Jangan sampai pemerintah pusat begitu banyak menggelontorkan dana,  kita tidak memakai ini,” pungkasnya.



DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mendadak mengelak seorang pria berkewarganegaraan Jepang, berumur 60-an tahun dinyatakan positif terjangkit corona. 

Cok Ace sapaan akrabnya mengaku bahwa pria tersebut terkena SARS bukan corona.  Padahal, seperti dilansir kantor berita Jepang 

Nippon Hoso Kyokai (NHK), pria tersebut dikabarkan positif terjangkit virus Covid-19 setelah berlibur di Bali. 

“Positif SARS. Dapat verifikasi dia SARS. Corona di bawah SARS. Kami di Bali yang jelas belum pernah ada (corona) sampai sekarang, semoga tidak pernah ada. 

Kalau ada bagaimana cara menutupi di Bali. Setiap kecamatan ada Puskesmas. Bahkan, ada ruangan inap untuk ditutupi,” ucap Cok Ace.

Baca Juga:  Gubernur Koster Jenguk Korban Gempa di Karangasem dan Bangli

Meski penurunan wisatawan sangat terasa, Cok Ace masih mengatakan bahwa wabah ini tidak membuat tingkat kunjungan wisatawan turun.

Karena market Tiongkok hanya 18 persen, jadi yang terdampak okupansi  di  Nusa Dua. Sedangkan Sanur dan Ubud hanya kehilangan 5 sampai 10 persen. 

“Saya tinggal di Ubud itu daerah Tiongkok okupansinya masih bagus. Ubud bukan market Tiongkok di 18 persen terdistribusi di Nusa Dua. 

Ubud dan Sanur tidak terdampak, yang lainnya ada penurunan. Bahkan, wisatawan dari negara lain tujuan ke Cina, justru belok ke Bali,” terangnya. 

Mengenai Warga Negara Korea Selatan yang juga sebagai salah satu negara terpapar corona, kata dia, belum ada kewaspadaan.

Baca Juga:  Dibikin dari Lontar, Pohon Natal Gereja Katedral Usung Tema Go Green

Menurut Cok Ace, pemerintah Bali hanya menunggu instruksi kebijakan dari pusat. “ Kami di Bali bagian Republik.

Tentu apapun kebijakan pusat kami ikuti di Bali, tapi sampai saat ini belum ada kebijakan pusat. Kami belum mendahului. Normal saja,” terangnya. 

Rencananya Senin mendatang pemerintah Bali akan rapat bersama pelaku pariwisata membahas kebijakan pemerintah pusat. 

Pembahasan mengenai penghapusan  pajak hotel dan restoran  selama 6 bulan, kemudian  pemotongan tiket pesawat. 

“Jangan sampai pemerintah pusat begitu banyak menggelontorkan dana,  kita tidak memakai ini,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/