alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

WASPADA! Kasus HIV/AIDS Terus Naik, Per Bulan Tambah 36 Kasus

MANGUPURA– Kasus HIV/ADIS di Badung setiap bulannya kian bertambah. Fakta itu diungkap Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Badung saat melaksanakan sosialisasi pencegahan AIDS kepada sejumlah perusahaan.

Ketua KPA Badung IB Oka Dirga menyatakan, terdapat kecenderungan peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS dari waktu ke waktu.

Berdasar data kasus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung ditemukan per  April 2019 tercatat 2.346 kasus HIV/AIDS, dimana HIV terdapat 1.624 dan AIDS 722. 

Penambahan kasus dari Januari hingga April 2019 sebanyak 147 kasus, yang dapat dihitung rata-rata ditemukan 36 kasus per bulannya.

“Sebagian besar ditemukan pada kelompok usia produktif yang akan berdampak negatif terhadap produktivitas dan ini sangat perlu untuk diantisipasi karena berdampak negatif di tempat kerja,” kata Oka Dirga.

Baca Juga:  Libatkan Pecalang untuk Operasi Skala Besar, Akademisi: Apa Urgensinya

Kata dia, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS juga difokuskan pada lingkungan tempat kerja.

Sehingga diharapkan dapat mengakhiri epidemi HIV/AIDS sesuai dengan tujuan pembangunan dunia pada point 3.3 yaitu “End to AIDS 2030”.

“Di mana 90 persen orang yang positif HIV mengetahui statusnya, 90% dari orang yang positif HIV untuk melakukan pengobatan, 90% orang yang terkena HIV positif sedang menjalani pengobatan sehingga dapat menurunkan viral loadnya,” jelasnya. 



MANGUPURA– Kasus HIV/ADIS di Badung setiap bulannya kian bertambah. Fakta itu diungkap Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Badung saat melaksanakan sosialisasi pencegahan AIDS kepada sejumlah perusahaan.

Ketua KPA Badung IB Oka Dirga menyatakan, terdapat kecenderungan peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS dari waktu ke waktu.

Berdasar data kasus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung ditemukan per  April 2019 tercatat 2.346 kasus HIV/AIDS, dimana HIV terdapat 1.624 dan AIDS 722. 

Penambahan kasus dari Januari hingga April 2019 sebanyak 147 kasus, yang dapat dihitung rata-rata ditemukan 36 kasus per bulannya.

“Sebagian besar ditemukan pada kelompok usia produktif yang akan berdampak negatif terhadap produktivitas dan ini sangat perlu untuk diantisipasi karena berdampak negatif di tempat kerja,” kata Oka Dirga.

Baca Juga:  Redam Covid-19 di Kejaksaan, Pak dan Bu Jaksa Berani Jarum Suntik

Kata dia, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS juga difokuskan pada lingkungan tempat kerja.

Sehingga diharapkan dapat mengakhiri epidemi HIV/AIDS sesuai dengan tujuan pembangunan dunia pada point 3.3 yaitu “End to AIDS 2030”.

“Di mana 90 persen orang yang positif HIV mengetahui statusnya, 90% dari orang yang positif HIV untuk melakukan pengobatan, 90% orang yang terkena HIV positif sedang menjalani pengobatan sehingga dapat menurunkan viral loadnya,” jelasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/