alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Badung Siapkan Lima Tempat Karantina, Biaya Ditanggung Wisatawan

MANGUPURA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno berencana akan membuka pariwisata Bali pada Oktober. 

 

Hal ini juga disambut gembira oleh Pemerintah Daerah dan juga masyarakat. Bahkan di Badung juga disediakan lima tempat karantina untuk wisatawan yang berkunjung ke Bali.

 

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung, Cokorda Raka Darmawan mengakui seandainya rencananya pariwisata Bali di buka pada bulan Oktober 2021 ini, Badung sejatinya sudah sangat siap.  

 

“Kami sudah sangat siap dan cukup lama kami mempersiapkan diri. Baik dari sisi tempat  karantina, kemudian hotel dan restoran, objek wisata juga mengantongi sertifikat CHSE, ” terang Cok Raka Darmawan saat ditemui usai Rapat koordinasi dengan Komisi II DPRD Badung, Senin (2/9).

Baca Juga:  Geger Temuan Mayat Mengambang di Perairan Pantai Kedonganan Kuta

 

Kata dia, bagi wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali juga telah disiapkan lima hotel karantina di kawasan Nusa Dua. Salah satunya, Grand Hyatt dan St Regis. Kapasitas masing-masing hotel  sekitar 200 orang.

 

“Ini baru kali pertama rencana untuk mendatangkan wisatawan. Tentu jumlahnya tidak langsung banyak. Jika dibutuhkan penambahan hotel karantina, kami di Badung sudah sangat siap,” beber Asisten Administrasi Umum Pemkab Badung ini.

 

Namun pihaknya juga sempat mengusulkan agar dikarantina cukup dua hari. Pertimbangan hasil swab negatif yang dibawa dari negaranya dan setibanya di Bali kembali diswab.

 

“Setelah hasil kelar hasil dan negatif boleh memilih hotel dan beriwisata,” kata Cok Darmawan.

 

Lebih lanjut, kalau hasil swab positif, maka wisatawan tersebut wajib dibawa ke rumah sakit rujukan pemerintah. Terdapat tiga rumah sakit rujukan, RS Sanglah, RS Udayana dan RS Bali Mandara.   

Baca Juga:  1 Siswa SMPN 2 Kuta Positif Covid-19 saat Tes Acak 10 Persen Siswa

 

“Untuk semua biaya karantina itu ditanggung oleh wisatawan,” terangnya.

 

Selain itu, Menteri  Hukum dan Hak Asasi Manusia  mengeluarkan  Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Masa Penanganan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 

 

Selain itu juga mengeluarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengeluarkan Keputusan Menkumham nomor M.HH-02.GR.02.02 Tahun 2021 tentang Tempat Pemeriksaan  Imigrasi Tertentu Sebagai Tempat Masuk Dalam Masa Penanganan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pihaknya juga menyambut baik perihal ini.

 

“Kami di Badung sebagai tempat wisata, semua sektor pariwisata sudah semua melakukan persiapan,” pungkasnya.

MANGUPURA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno berencana akan membuka pariwisata Bali pada Oktober. 

 

Hal ini juga disambut gembira oleh Pemerintah Daerah dan juga masyarakat. Bahkan di Badung juga disediakan lima tempat karantina untuk wisatawan yang berkunjung ke Bali.

 

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung, Cokorda Raka Darmawan mengakui seandainya rencananya pariwisata Bali di buka pada bulan Oktober 2021 ini, Badung sejatinya sudah sangat siap.  

 

“Kami sudah sangat siap dan cukup lama kami mempersiapkan diri. Baik dari sisi tempat  karantina, kemudian hotel dan restoran, objek wisata juga mengantongi sertifikat CHSE, ” terang Cok Raka Darmawan saat ditemui usai Rapat koordinasi dengan Komisi II DPRD Badung, Senin (2/9).

Baca Juga:  Cek Tiga Proyek Fisik, Balai Budaya Giri Nata Mandala Tahap Finishing

 

Kata dia, bagi wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali juga telah disiapkan lima hotel karantina di kawasan Nusa Dua. Salah satunya, Grand Hyatt dan St Regis. Kapasitas masing-masing hotel  sekitar 200 orang.

 

“Ini baru kali pertama rencana untuk mendatangkan wisatawan. Tentu jumlahnya tidak langsung banyak. Jika dibutuhkan penambahan hotel karantina, kami di Badung sudah sangat siap,” beber Asisten Administrasi Umum Pemkab Badung ini.

 

Namun pihaknya juga sempat mengusulkan agar dikarantina cukup dua hari. Pertimbangan hasil swab negatif yang dibawa dari negaranya dan setibanya di Bali kembali diswab.

 

“Setelah hasil kelar hasil dan negatif boleh memilih hotel dan beriwisata,” kata Cok Darmawan.

 

Lebih lanjut, kalau hasil swab positif, maka wisatawan tersebut wajib dibawa ke rumah sakit rujukan pemerintah. Terdapat tiga rumah sakit rujukan, RS Sanglah, RS Udayana dan RS Bali Mandara.   

Baca Juga:  Celaka…Banggar Sepakati Kenaikan Tunjangan Dewan Bali Rp 10 M

 

“Untuk semua biaya karantina itu ditanggung oleh wisatawan,” terangnya.

 

Selain itu, Menteri  Hukum dan Hak Asasi Manusia  mengeluarkan  Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Masa Penanganan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 

 

Selain itu juga mengeluarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengeluarkan Keputusan Menkumham nomor M.HH-02.GR.02.02 Tahun 2021 tentang Tempat Pemeriksaan  Imigrasi Tertentu Sebagai Tempat Masuk Dalam Masa Penanganan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pihaknya juga menyambut baik perihal ini.

 

“Kami di Badung sebagai tempat wisata, semua sektor pariwisata sudah semua melakukan persiapan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/