28.7 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Pandemi Covid, Pujawali di Pura Agung Jagatnatha Hanya Digelar Sehari

DENPASAR – Dampak pandemi covid-19 mempengaruhi pelaksanaan ritual keagamaan. Pujawali di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar yang jatuh pada Purnama Kelima, Sabtu (31/10) mendatang dipastikan berlangsung hanya 1 hari.

Bahkan berlangsungkan pujawali tersebut umat diwajibkan penerapan Protokol Kesehatan secara ketat.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara menjelaskan bahwa pelaksanaan pujawali di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar jatuh setiap Purnama Kelima.

Terlebih saat ini sedang berada pada situasi penanganan Covid-19, sehingga pelaksanaan pujawali dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pelaksanaan pujawali tetap berpedoman pada sastra dengan tidak mengurangi makna. Sesuai dengan surat edaran PHDI dan MDA Provinsi Bali maka rangkaian pelaksanaan pujawali kali ini turut dipermaklumkan empat poin utama.

Baca Juga:  Gara-Gara Siswa Positif Covid Bertambah, SMPN 2 Kuta Masih Stop PTM

Yakni pujawali akan dilaksanakan sehari mulai pukul 10.00 -17.00  dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Pujawali tetap dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna, namun mengingat saat ini kita sedang berada pada masa penanganan Covid-19, maka pujawali dilaksanakan hanya sehari saja,

dan Ida Bhatara tidak nyejer, pengaturan jarak pengecekan suhu tubuh dan penggunaan masker akan diawasi secara ketat,” jelasnya.

Lebih lanjut, piranti penunjang upacara (uperengga) akan dibatasi termasuk meniadakan tari wali dan tetabuhan gambelan.

Selain itu, personil pendukung penyelenggaraan upacara juga akan dibatasi dengan melibatkan pemangku, serati banten, pecalang,

pesantian, serta pengayah yang terdiri atas penyuluh Agama Hindu dan Bahasa Bali dengan jumlah yang tidak lebih dari 75 orang.

Baca Juga:  Ratusan Taruna Pulang, Sisakan Satu Taruna yang Hilang Indra Penciuman

Sementara masyarakat umum yang hendak nangkil diharapkan untuk melaksanakan pemujaan atau ngayat dari rumah masing-masing.

“Kami mengajak masyarakat untuk ngayat dari rumah atau merajan masing-masing sebagai upaya mendukung percepatan

penanganan dan pencegahan penularan Covid-19, atas kondisi ini kami mohon permakluman demi kebaikan kita bersama,” pungkasnya



DENPASAR – Dampak pandemi covid-19 mempengaruhi pelaksanaan ritual keagamaan. Pujawali di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar yang jatuh pada Purnama Kelima, Sabtu (31/10) mendatang dipastikan berlangsung hanya 1 hari.

Bahkan berlangsungkan pujawali tersebut umat diwajibkan penerapan Protokol Kesehatan secara ketat.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara menjelaskan bahwa pelaksanaan pujawali di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar jatuh setiap Purnama Kelima.

Terlebih saat ini sedang berada pada situasi penanganan Covid-19, sehingga pelaksanaan pujawali dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pelaksanaan pujawali tetap berpedoman pada sastra dengan tidak mengurangi makna. Sesuai dengan surat edaran PHDI dan MDA Provinsi Bali maka rangkaian pelaksanaan pujawali kali ini turut dipermaklumkan empat poin utama.

Baca Juga:  Bangli Mendadak Hentikan Belajar Tatap Muka, Ternyata Ini Penyebabnya

Yakni pujawali akan dilaksanakan sehari mulai pukul 10.00 -17.00  dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Pujawali tetap dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna, namun mengingat saat ini kita sedang berada pada masa penanganan Covid-19, maka pujawali dilaksanakan hanya sehari saja,

dan Ida Bhatara tidak nyejer, pengaturan jarak pengecekan suhu tubuh dan penggunaan masker akan diawasi secara ketat,” jelasnya.

Lebih lanjut, piranti penunjang upacara (uperengga) akan dibatasi termasuk meniadakan tari wali dan tetabuhan gambelan.

Selain itu, personil pendukung penyelenggaraan upacara juga akan dibatasi dengan melibatkan pemangku, serati banten, pecalang,

pesantian, serta pengayah yang terdiri atas penyuluh Agama Hindu dan Bahasa Bali dengan jumlah yang tidak lebih dari 75 orang.

Baca Juga:  Perempuan 30 Tahun di Denpasar Positif Covid-19 Karena Transmisi Lokal

Sementara masyarakat umum yang hendak nangkil diharapkan untuk melaksanakan pemujaan atau ngayat dari rumah masing-masing.

“Kami mengajak masyarakat untuk ngayat dari rumah atau merajan masing-masing sebagai upaya mendukung percepatan

penanganan dan pencegahan penularan Covid-19, atas kondisi ini kami mohon permakluman demi kebaikan kita bersama,” pungkasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/