alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Proyek Jembatan Ayunan-Blahkiuh Dikebut, Per Are Dihargai Rp 55 Juta

MANGUPURA – Proyek pembangunan jembatan dan peningkatan jalan Ayunan-Blahkiuh mulai dikerjakan.

Plafon anggaran untuk pembuatan jembatan ini mencapai Rp 16.811.534.000. Jembatan dibangun bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat setempat.

Kabid Bina Marga Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Badung Sang Nyoman Oka Permana membenarkan proyek jembatan sepanjang 90 meter tersebut mulai dikerjakan.

“Ya, sudah mulai dikerjakan. Pembebasan lahannya sudah beres. Sudah diurus sejak 2 tahun lalu,” jelas Oka Permana kemarin.

Perbekel Ayunan I Made Sugatra mengatakan, pembangunan jembatan tersebut memang merupakan proyek dari pemerintah dalam hal ini PUPR Badung. 

Dia menyatakan sudah ada kesepakatan pemilik lahan dengan pemerintah.  Karena lahan warga yang terkena proyek, sudah diberi ganti rugi oleh pemerintah.

Namun, dirinya mengaku tidak tahu pasti luas lahan dan berapa jumlah lahan yang dibayar pemerintah kepada pemilik.

“Itu tidak masalah. Uang ganti rugi sudah diterima oleh warga kami,” ujar Sugatra. Kata dia, terwujudnya jembatan Ayunan-Blahkiuh merupakan harapan sejak dulu masyarakat setempat.

Masyarakat setempat bahkan, ingin jembatan secepatnya dapat diselesaikan. “Sebelumnya, banyak terjadi kecelakaan di akses jalan Ayunan-Blahkiuh itu.

Tapi, jalan yang dulu masih akan digunakan untuk kepentingan warga seperti saat upacara Nganyut,” jelasnya.

Sementara salah satu pemilik lahan I Ketut Sukarta membenarkan bahwa telah menyetujui lahan miliknya digunakan sebagai jembatan.

Lahan miliknya dibayar oleh pemerintah sebesar Rp 55.000.000 per are dengan total Rp 102.965.000.

“Kalau untuk menjual tanah sih sebenarnya saya tidak ada niat. Tapi kan karna itu untuk kepentingan, jadi saya setuju saja,” pungkasnya. 



MANGUPURA – Proyek pembangunan jembatan dan peningkatan jalan Ayunan-Blahkiuh mulai dikerjakan.

Plafon anggaran untuk pembuatan jembatan ini mencapai Rp 16.811.534.000. Jembatan dibangun bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat setempat.

Kabid Bina Marga Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Badung Sang Nyoman Oka Permana membenarkan proyek jembatan sepanjang 90 meter tersebut mulai dikerjakan.

“Ya, sudah mulai dikerjakan. Pembebasan lahannya sudah beres. Sudah diurus sejak 2 tahun lalu,” jelas Oka Permana kemarin.

Perbekel Ayunan I Made Sugatra mengatakan, pembangunan jembatan tersebut memang merupakan proyek dari pemerintah dalam hal ini PUPR Badung. 

Dia menyatakan sudah ada kesepakatan pemilik lahan dengan pemerintah.  Karena lahan warga yang terkena proyek, sudah diberi ganti rugi oleh pemerintah.

Namun, dirinya mengaku tidak tahu pasti luas lahan dan berapa jumlah lahan yang dibayar pemerintah kepada pemilik.

“Itu tidak masalah. Uang ganti rugi sudah diterima oleh warga kami,” ujar Sugatra. Kata dia, terwujudnya jembatan Ayunan-Blahkiuh merupakan harapan sejak dulu masyarakat setempat.

Masyarakat setempat bahkan, ingin jembatan secepatnya dapat diselesaikan. “Sebelumnya, banyak terjadi kecelakaan di akses jalan Ayunan-Blahkiuh itu.

Tapi, jalan yang dulu masih akan digunakan untuk kepentingan warga seperti saat upacara Nganyut,” jelasnya.

Sementara salah satu pemilik lahan I Ketut Sukarta membenarkan bahwa telah menyetujui lahan miliknya digunakan sebagai jembatan.

Lahan miliknya dibayar oleh pemerintah sebesar Rp 55.000.000 per are dengan total Rp 102.965.000.

“Kalau untuk menjual tanah sih sebenarnya saya tidak ada niat. Tapi kan karna itu untuk kepentingan, jadi saya setuju saja,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/