alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

ASN Badung Ngedumel, BPKAD Klaim TPP Sudah Cair Senin Kemarin

MANGUPURA Keluhan para Aparatur Sipil Negeri (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terkait

tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang tak kunjung cair mendapat respons Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung I Ketut Gede Suyasa.

Gede Suyasa menegaskan, TPP pegawai di Pemkab Badung sudah dibayarkan. “Yang bulan April kita bayarkan mulai hari Senin (27/4) lalu.

Malah sudah ada yang keluar, sampai hari ini (Selasa, kemarin) sudah sebagian besar mengamprah. Yang belum memang masih melengkapi administrasi,” jelas Kepala BPKAD Badun, I Ketut Gede Suyasa kemarin.

Pihaknya juga telah menginformasikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Badung untuk melakukan pengamprahan.

“Semua sudah kita informasikan dan sebagian besar cair serta ada yang  sudah berproses.  Jadi yang belum cair, karena administrasinya belum masuk ke kami, sebab pengamprahan dilakukan oleh masing-masing OPD, ” ungkapnya.,

Ia mengakui pemberian TPP bulan ini agak lambat. Hal ini dikarenakan melihat kondisi keuangan daerah sesuai dengan laporan arus keuangan atau cash flow.

Skema TPP itu dibagi yakni  70 persen statis alias dibayar rutin tiap bulan. Sisanya 30 persen TPP dinamis dengan rincian 15 persen

dibayar tiap bulan berdasar absensi, sedangkan 15 persen lagi dibayar per triwulan berdasar realisasi anggaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

“Nah,  yang baru kita bayarkan baru TPP yang 70 persen saja,” ungkapnya. Disinggung apakah tidak ada pemotongan TPP, Gede Suyasa tak berani komentar banyak.

Namun ia mengakui kemungkinan TPP yang dibayar hanya 70 persen saja.  Mengingat saat ini ASN di Badung kebanyakan work from home (WFH). 

“Mungkin saja nanti kalau toh dipotong mungkin 70 persen. Pegawai sekarang kan kebanyakan WFH dan belum bisa masuk normal,” terangnya.

Ia juga berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu. Sehingga kondisi keuangan daerah maupun kerja pegawai dapat kembali normal seperti biasanya.

“Ya, mudah-mudahan kondisi cepat membaik.  Pegawai bisa masuk dan bekerja normal seperti biasanya,” jelasnya.

Seperti diketahui, berdasar data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung, total jumlah ASN di Badung sebanyak 8.252 orang.  



MANGUPURA Keluhan para Aparatur Sipil Negeri (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terkait

tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang tak kunjung cair mendapat respons Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung I Ketut Gede Suyasa.

Gede Suyasa menegaskan, TPP pegawai di Pemkab Badung sudah dibayarkan. “Yang bulan April kita bayarkan mulai hari Senin (27/4) lalu.

Malah sudah ada yang keluar, sampai hari ini (Selasa, kemarin) sudah sebagian besar mengamprah. Yang belum memang masih melengkapi administrasi,” jelas Kepala BPKAD Badun, I Ketut Gede Suyasa kemarin.

Pihaknya juga telah menginformasikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Badung untuk melakukan pengamprahan.

“Semua sudah kita informasikan dan sebagian besar cair serta ada yang  sudah berproses.  Jadi yang belum cair, karena administrasinya belum masuk ke kami, sebab pengamprahan dilakukan oleh masing-masing OPD, ” ungkapnya.,

Ia mengakui pemberian TPP bulan ini agak lambat. Hal ini dikarenakan melihat kondisi keuangan daerah sesuai dengan laporan arus keuangan atau cash flow.

Skema TPP itu dibagi yakni  70 persen statis alias dibayar rutin tiap bulan. Sisanya 30 persen TPP dinamis dengan rincian 15 persen

dibayar tiap bulan berdasar absensi, sedangkan 15 persen lagi dibayar per triwulan berdasar realisasi anggaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

“Nah,  yang baru kita bayarkan baru TPP yang 70 persen saja,” ungkapnya. Disinggung apakah tidak ada pemotongan TPP, Gede Suyasa tak berani komentar banyak.

Namun ia mengakui kemungkinan TPP yang dibayar hanya 70 persen saja.  Mengingat saat ini ASN di Badung kebanyakan work from home (WFH). 

“Mungkin saja nanti kalau toh dipotong mungkin 70 persen. Pegawai sekarang kan kebanyakan WFH dan belum bisa masuk normal,” terangnya.

Ia juga berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu. Sehingga kondisi keuangan daerah maupun kerja pegawai dapat kembali normal seperti biasanya.

“Ya, mudah-mudahan kondisi cepat membaik.  Pegawai bisa masuk dan bekerja normal seperti biasanya,” jelasnya.

Seperti diketahui, berdasar data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung, total jumlah ASN di Badung sebanyak 8.252 orang.  



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/