alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Final, Penyebaran Abu Vulkanik Meluas, Bandara Ngurah Rai Tutup Total

MANGUPURA – Erupsi Gunung Agung di Karangasem kembali terjadi. Dampak paling terasa adalah penutupan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Penutupan bandara dilakukan berdasar Hasil Rapat Evaluasi Erupsi Gunung Agung oleh Komunitas Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali

dipimpin oleh Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara, Jumat (29/6) dini hari pukul 00.05. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, aktifitas Gunung Agung Level III (Siaga), dan erupsi berlangsung terus menerus

sejak pukul 10.00 Kamis lalu dan VONA masih kategori Orange karena ketinggian hanya mencapai 2.000 m diatas puncak gunung.

Kemudian, ploting VAAC Darwin memprediksi terjadi sebaran ke atas permukaan dengan ketinggian 23.000 feet yang mempunyai kecepatan 10 knot, sudah menutupi ruang udara Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai-Bali.

Baca Juga:  Temuan Produk Illegal Meningkat Tajam, BPOM Sebut Kurang Efek Jera

Kemudian dari record Pilot Report pada ketinggian 15.000-23.000 feet masih ditemui adanya Vulcanic ash diruang udara dengan arah angin cenderung ke arah Barat dan Barat Daya.

Namun data RGB Citra Satelit terakhir, sejak pukul 19.00  – 00.00  bahwa Vulcanic Ash sudah tersebar dengan cepat  yang

hampir menutupi Ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan kecenderungan bergerak ke barat – barat daya.

Begitu juga RGB Citra satelit cuaca Himawari Pukul 01.00 pergerakan debu vulkanik terdeteksi ke arah barat- barat daya dan menutupi aerodrome Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

“Sampai dengan Pukul 00.38 (Jumat, dini hari), Hasil Aerodrome Observation dalam bentuk Paper test menunjukkan NIL adanya

Vulcanic Ash di Area Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” jelas Arie Ahsanurrohim selaku Humas Bandara Ngurah Rai dsalam siaran persnya.

Baca Juga:  600 Ribu Kendaraan di Bali Nunggak Pajak, Pemprov Bikin Pemutihan Lagi

Berdasar model trayektori BMKG, diprediksi sebaran Debu Vulkanik akan terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada pagi hari Jumat tanggal 29 Juni 2018. 

Forecasting arah angin dari BMKG pada ketinggian / level angin dijelaskan sebagai berikut yakni 5000 ft arah angin dari timur, ketinggian 14.000 ft dari timur, ketinggian 18.000 ft dari Timur Laut-Timur, ketinggian 24.000 ft dari Timur.

Dengan pertimbangan ruang udara bandara masih tertutup oleh sebaran vulcanic ash ke arah barat- barat daya, operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai akhirnya ditutup untuk batas waktu hingga pukul 19.00 Wita.

Untuk evaluasi atas perkembangan situasi penyebarann Vulcanic Ash dan arah angin akan tetap dievaluasi secara berkala.



MANGUPURA – Erupsi Gunung Agung di Karangasem kembali terjadi. Dampak paling terasa adalah penutupan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Penutupan bandara dilakukan berdasar Hasil Rapat Evaluasi Erupsi Gunung Agung oleh Komunitas Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali

dipimpin oleh Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara, Jumat (29/6) dini hari pukul 00.05. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, aktifitas Gunung Agung Level III (Siaga), dan erupsi berlangsung terus menerus

sejak pukul 10.00 Kamis lalu dan VONA masih kategori Orange karena ketinggian hanya mencapai 2.000 m diatas puncak gunung.

Kemudian, ploting VAAC Darwin memprediksi terjadi sebaran ke atas permukaan dengan ketinggian 23.000 feet yang mempunyai kecepatan 10 knot, sudah menutupi ruang udara Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai-Bali.

Baca Juga:  Gunung Agung Hasilkan Gas SO2 1.300 Ton per Hari, Kandungan Berbeda

Kemudian dari record Pilot Report pada ketinggian 15.000-23.000 feet masih ditemui adanya Vulcanic ash diruang udara dengan arah angin cenderung ke arah Barat dan Barat Daya.

Namun data RGB Citra Satelit terakhir, sejak pukul 19.00  – 00.00  bahwa Vulcanic Ash sudah tersebar dengan cepat  yang

hampir menutupi Ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan kecenderungan bergerak ke barat – barat daya.

Begitu juga RGB Citra satelit cuaca Himawari Pukul 01.00 pergerakan debu vulkanik terdeteksi ke arah barat- barat daya dan menutupi aerodrome Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

“Sampai dengan Pukul 00.38 (Jumat, dini hari), Hasil Aerodrome Observation dalam bentuk Paper test menunjukkan NIL adanya

Vulcanic Ash di Area Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” jelas Arie Ahsanurrohim selaku Humas Bandara Ngurah Rai dsalam siaran persnya.

Baca Juga:  Gunung Agung Meletus Besar, BNPB : Itu Isu Menyesatkan

Berdasar model trayektori BMKG, diprediksi sebaran Debu Vulkanik akan terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada pagi hari Jumat tanggal 29 Juni 2018. 

Forecasting arah angin dari BMKG pada ketinggian / level angin dijelaskan sebagai berikut yakni 5000 ft arah angin dari timur, ketinggian 14.000 ft dari timur, ketinggian 18.000 ft dari Timur Laut-Timur, ketinggian 24.000 ft dari Timur.

Dengan pertimbangan ruang udara bandara masih tertutup oleh sebaran vulcanic ash ke arah barat- barat daya, operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai akhirnya ditutup untuk batas waktu hingga pukul 19.00 Wita.

Untuk evaluasi atas perkembangan situasi penyebarann Vulcanic Ash dan arah angin akan tetap dievaluasi secara berkala.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/