alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

GTPP Covid-19: Pasien Meninggal di Pemogan Komorbid Infeksi Paru-paru

DENPASAR – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, tampaknya, belum mampu meredam penyebaran virus corona.

Terbukti, angka penyebaran masih tinggi. GTPP Covid-19 Denpasar melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 30 kasus.

Dari jumlah tersebut diketahui 7 orang merupakan orang tanpa gejala (OTG) yang dinyatakan positif dan 23 lainya merupakan kasus baru dengan riwayat pelaku perjalanan dalam daerah (PPDD).

Selain itu, di hari yang sama tercatat satu orang pasien Covid-19 meninggal dunia, dan 3 orang juga sembuh setelah menjalani perawatan medis. 

Pasien meninggal memiliki penyakit penyerta (komorbid) infeksi paru-paru. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengatakan, kasus Covid-19 di Denpasar kembali melonjak.

Selain kasus baru dengan riwayat pelaku perjalanan dalam daerah (PPDD), penyebaran di cluster keluarga dalam satu rumah juga menjadi catatan penting.

Sehingga diperlukan penerapan protokol kesehatan yang lebih disiplin di dalam keluarga, terlebih bagi mereka yang anggota keluarganya memiliki mobilitas di luar rumah yang tinggi. 

“Satu orang pasien PDP meninggal dunia, 3 pasien sembuh, dan pasien positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 30 orang.

Baca Juga:  Kondisi Pasien Suspect Corona Membaik, Hasil Lab Tak Kunjung Terbit

Selain kasus positif akibat perjalanan dalam daerah, penyebaran Covid-19 di internal keluarga juga harus diwaspadai, hal ini terbukti dengan jumlah OTG hasil tracing yang didominasi keluarga.

Ini menjadi peringatan, harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan di keluarga dan masyarakat,” terang Dewa Rai.

Menurutnya, untuk pasien yang meninggal adalah seorang perempuan asal Pemogan, Denpasar Selatan berusia 53 tahun. Almarhum juga memiliki penyakit penyerta (komorbid) infeksi paru-paru. 

Dewa Rai menjelaskan, berdasar data kasus Covid-19 Kota Denpasar saat ini memang perkembangan kasus positif baru di internal keluarga terus terjadi, namun pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah juga masih ditemukan.

Kedua cluster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

Namun lebih dari itu, rasa optimisme harus terus dibangun dan dikobarkan. Mengingat, jumlah pasien sembuh juga terus meningkat.

“Walaupun ada yang sambuh, juga terjadi penambahan kasus positif kembali, namun clusternya cenderung berubah, dimana kasus baru

dari pelaku perjalanan dalam daerah, dan ini harus kita waspadai dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat dan disiplin lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkab Badung Bentuk Satgas Penanggulangan Covid-19

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan covid 19 tidak semakin meluas.

Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking tim juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu  tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 510 kasus positif. Rincianya adalah 186 sembuh, 8 orang meninggal dunia, dan 316 orang masih dalam perawatan.

Sementara keberadaan  Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracing GTPP secara kumulatif sebanyak 1.642 kasus, namun  dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 573, sehingga tersisa 1.069 OTG.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 328 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 277, sehingga masih tersisa 51 ODP. 

Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 120 kasus, namun 47 orang sudah  dinyatakan negatif setelah menjalani Swab Test, sehingga tersisa 73 yang berstatus PDP. 



DENPASAR – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, tampaknya, belum mampu meredam penyebaran virus corona.

Terbukti, angka penyebaran masih tinggi. GTPP Covid-19 Denpasar melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 30 kasus.

Dari jumlah tersebut diketahui 7 orang merupakan orang tanpa gejala (OTG) yang dinyatakan positif dan 23 lainya merupakan kasus baru dengan riwayat pelaku perjalanan dalam daerah (PPDD).

Selain itu, di hari yang sama tercatat satu orang pasien Covid-19 meninggal dunia, dan 3 orang juga sembuh setelah menjalani perawatan medis. 

Pasien meninggal memiliki penyakit penyerta (komorbid) infeksi paru-paru. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengatakan, kasus Covid-19 di Denpasar kembali melonjak.

Selain kasus baru dengan riwayat pelaku perjalanan dalam daerah (PPDD), penyebaran di cluster keluarga dalam satu rumah juga menjadi catatan penting.

Sehingga diperlukan penerapan protokol kesehatan yang lebih disiplin di dalam keluarga, terlebih bagi mereka yang anggota keluarganya memiliki mobilitas di luar rumah yang tinggi. 

“Satu orang pasien PDP meninggal dunia, 3 pasien sembuh, dan pasien positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 30 orang.

Baca Juga:  Pemkab Badung Bentuk Satgas Penanggulangan Covid-19

Selain kasus positif akibat perjalanan dalam daerah, penyebaran Covid-19 di internal keluarga juga harus diwaspadai, hal ini terbukti dengan jumlah OTG hasil tracing yang didominasi keluarga.

Ini menjadi peringatan, harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan di keluarga dan masyarakat,” terang Dewa Rai.

Menurutnya, untuk pasien yang meninggal adalah seorang perempuan asal Pemogan, Denpasar Selatan berusia 53 tahun. Almarhum juga memiliki penyakit penyerta (komorbid) infeksi paru-paru. 

Dewa Rai menjelaskan, berdasar data kasus Covid-19 Kota Denpasar saat ini memang perkembangan kasus positif baru di internal keluarga terus terjadi, namun pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah juga masih ditemukan.

Kedua cluster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

Namun lebih dari itu, rasa optimisme harus terus dibangun dan dikobarkan. Mengingat, jumlah pasien sembuh juga terus meningkat.

“Walaupun ada yang sambuh, juga terjadi penambahan kasus positif kembali, namun clusternya cenderung berubah, dimana kasus baru

dari pelaku perjalanan dalam daerah, dan ini harus kita waspadai dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat dan disiplin lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Meski Tutup saat PPKM, Pekerja Pura Taman Ayun Tetap Digaji

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan covid 19 tidak semakin meluas.

Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking tim juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu  tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 510 kasus positif. Rincianya adalah 186 sembuh, 8 orang meninggal dunia, dan 316 orang masih dalam perawatan.

Sementara keberadaan  Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracing GTPP secara kumulatif sebanyak 1.642 kasus, namun  dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 573, sehingga tersisa 1.069 OTG.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 328 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 277, sehingga masih tersisa 51 ODP. 

Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 120 kasus, namun 47 orang sudah  dinyatakan negatif setelah menjalani Swab Test, sehingga tersisa 73 yang berstatus PDP. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/