alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Wisatawan Nyasar Ke Ubung, Kebingungan Cari Bus Ke Surabaya

RadarBali.com – Dampak erupsi Gunung Agung memaksa bandara Ngurah Rai ditutup. Kondisi ini membuat masyarakat atau wisatawan yang hendak ke luar Bali menjadi terganggu.

Calon penumpang yang sudah memiliki tiket  pun dialihkan ke transportasi darat. Lucunya,  terminal Ubung pun didatangi banyak wisatawan asing.

Padahal, di Terminang di Ubung sudah tidak ada lagi  Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang beroperasi.

Hasil pantuan Jawa Pos Radar Bali, di Terminal Ubung Selasa kemarin ( 28/11) banyak  wisatawan domestik maupun asing yang datang.

Mereka  terlihat kebingungan dan terus melihat sekitar terminal yang kini bertipe c tersebut. Para sopir bus AKDP maupun angkot biasa menghampiri mereka.

Rupanya, dia kebingungan mencari bus yang jurusan ke Surabaya. Tampak wisatawan yang datang berasal dari Jakarta,  Jepang, Singapura, dan Eropa.

Mereka membawa koper besar dan tas ransel besar. Para sopir mencoba mengajak berbicara dan menawarkan bus ke wisatawan tersebut.

Baca Juga:  Populasi Anjing 89 Ribu di Bali, Kok Dosis Vaksin hanya 6 Ribu?

Biwa, Wisatawan asal Singapura mengatakan dia dan teman-temannya harus ke Surabaya untuk bisa ke Bandara Juanda.

Karena bandara Ngurah Rai  ditutup, dia disarankan ke Bandara Juanda untuk terbang ke Singapura.

Petugas Dinas Perhubungan Kota Denpasar pun menghampiri para wisatawan ini dan menjelaskan kepada mereka bahwa tidak ada bus yang langsung ke Surabaya maupun provinsi yang lain.

Yang ada hanya angkutan untuk di dalam kota atau yang  bisa mengantarkan ke Terminal Mengwi.

Wayan Karyasa, petugas terminal Ubung mengatakan memang dari Selasa (27/11) banyak wisatawan yang datang ke Terminal Ubung mencari bus untuk ke Surabaya.

Tapi, sayangnya bus AKAP sudah pindah ke Terminal Mengwi. “Ini dah dari kemarin ( Selasa, Red) banyak orang yang ke sini. Mereka masih mengira Bus AKAP masih beroperasi disini. Padahalkan nggak,” ujarnya.

DIkatakan pihaknya hanya bisa mengarahkan dan mengkomunikasikan kepada mereka bahwa bus AKAP sudah tak beroperasi di Terminal Ubung.

Baca Juga:  Huni KRB III, Tiga Warga Lansia Dievakuasi Paksa

Dan mereka harus ke Terminal Mengwi, Badung. Untuk bisa ke sana, mereka harus naik angkot Untuk tarif,  para wisatawan ini diminta Rp 20 ribu per orang untuk diantar ke Terminal Mengwi.

Hal itu tentu tidak ditolak dan mereka langsung mengiyakan. Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) secara resmi tidak beroperasi di terminal Ubung, Denpasar, sejak Senin (23/10)  lalu.

Hal ini mengacu kepada hasil rapat antara Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Pengusaha Bus, dan beberapa pihak terkait di Balai Trasportasi Darat pada (17/10) lalu yang menyepakati operasional seluruh Bus AKAP dipindah ke Terminal Tipe A Mengwi.

Pemindahan tersebut ditandai dengan apel bersama antara Kepala Balai Pengelola Trasportasi Darat Bali NTB, Dishub Kota Denpasar, Dushub Provinsi Bali, dan Polresta Denpasar di Terminal Ubung. 



RadarBali.com – Dampak erupsi Gunung Agung memaksa bandara Ngurah Rai ditutup. Kondisi ini membuat masyarakat atau wisatawan yang hendak ke luar Bali menjadi terganggu.

Calon penumpang yang sudah memiliki tiket  pun dialihkan ke transportasi darat. Lucunya,  terminal Ubung pun didatangi banyak wisatawan asing.

Padahal, di Terminang di Ubung sudah tidak ada lagi  Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang beroperasi.

Hasil pantuan Jawa Pos Radar Bali, di Terminal Ubung Selasa kemarin ( 28/11) banyak  wisatawan domestik maupun asing yang datang.

Mereka  terlihat kebingungan dan terus melihat sekitar terminal yang kini bertipe c tersebut. Para sopir bus AKDP maupun angkot biasa menghampiri mereka.

Rupanya, dia kebingungan mencari bus yang jurusan ke Surabaya. Tampak wisatawan yang datang berasal dari Jakarta,  Jepang, Singapura, dan Eropa.

Mereka membawa koper besar dan tas ransel besar. Para sopir mencoba mengajak berbicara dan menawarkan bus ke wisatawan tersebut.

Baca Juga:  Gunung Agung Kembali Hembuskan Asap putih, PVMBG Himbau Warga Waspada

Biwa, Wisatawan asal Singapura mengatakan dia dan teman-temannya harus ke Surabaya untuk bisa ke Bandara Juanda.

Karena bandara Ngurah Rai  ditutup, dia disarankan ke Bandara Juanda untuk terbang ke Singapura.

Petugas Dinas Perhubungan Kota Denpasar pun menghampiri para wisatawan ini dan menjelaskan kepada mereka bahwa tidak ada bus yang langsung ke Surabaya maupun provinsi yang lain.

Yang ada hanya angkutan untuk di dalam kota atau yang  bisa mengantarkan ke Terminal Mengwi.

Wayan Karyasa, petugas terminal Ubung mengatakan memang dari Selasa (27/11) banyak wisatawan yang datang ke Terminal Ubung mencari bus untuk ke Surabaya.

Tapi, sayangnya bus AKAP sudah pindah ke Terminal Mengwi. “Ini dah dari kemarin ( Selasa, Red) banyak orang yang ke sini. Mereka masih mengira Bus AKAP masih beroperasi disini. Padahalkan nggak,” ujarnya.

DIkatakan pihaknya hanya bisa mengarahkan dan mengkomunikasikan kepada mereka bahwa bus AKAP sudah tak beroperasi di Terminal Ubung.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Bencana Longsor Terjadi di Sejumlah Titik di Badung

Dan mereka harus ke Terminal Mengwi, Badung. Untuk bisa ke sana, mereka harus naik angkot Untuk tarif,  para wisatawan ini diminta Rp 20 ribu per orang untuk diantar ke Terminal Mengwi.

Hal itu tentu tidak ditolak dan mereka langsung mengiyakan. Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) secara resmi tidak beroperasi di terminal Ubung, Denpasar, sejak Senin (23/10)  lalu.

Hal ini mengacu kepada hasil rapat antara Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Pengusaha Bus, dan beberapa pihak terkait di Balai Trasportasi Darat pada (17/10) lalu yang menyepakati operasional seluruh Bus AKAP dipindah ke Terminal Tipe A Mengwi.

Pemindahan tersebut ditandai dengan apel bersama antara Kepala Balai Pengelola Trasportasi Darat Bali NTB, Dishub Kota Denpasar, Dushub Provinsi Bali, dan Polresta Denpasar di Terminal Ubung. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/