alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

71 Pekerja Migran dari Denpasar Ikuti Test Swab, Begini Kata Kadiskes

DENPASAR – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Denpasar melalukan test swab terhadap 71 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang menjalani karantina di rumah singgah kemarin.

Test swab yang diselenggarakan GTPP Covid-19 hasil kerja bareng RS PTN Unud tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Denpasar.

Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Ni Luh Putu Sri Armini mengatakan, 71 orang PMI Kota Denpasar ini harus dilakukan swab test untuk memastikan mereka negatif atau tidak.

Petugas medis mengambil sampel specimen dari saluran pernapasan PMI mulai dari hidung hingga tenggorokan.

Sampel ini kemudian dibawa diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya DNA virus corona.  “Mengenai hasilnya baru bisa diketahui dalam waktu 2 atau 3 hari ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga:  For-Tep Instan, Makanan Tinggi Protein untuk Pasien Lansia, Tertarik?

Lebih lanjut dr. Sri Armini mengatakan, selama menunggu hasilnya agar para PMI tidak mengalami gangguan psikologis,

Pemkot Denpasar memberikan pelayanan psikologis bekerjasama dengan  Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa.

Dengan memberikan layanan tersebut diharapkan selama menjalankan karantina tidak terjadi hal-hal yang di inginkan serta gangguan psikologis.

Ia mengatakan, dengan swab test ini status PMI akan lebih cepat diketahui apakah yang bersangkutan positif atau negatif Covid-19.

“Tentu dengan kegiatan ini dapat mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, serta memberikan informasi akurat tentang diagnosis kesehatan orang yang sedang mengikuti karantina,” jelasnya.



DENPASAR – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Denpasar melalukan test swab terhadap 71 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang menjalani karantina di rumah singgah kemarin.

Test swab yang diselenggarakan GTPP Covid-19 hasil kerja bareng RS PTN Unud tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Denpasar.

Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Ni Luh Putu Sri Armini mengatakan, 71 orang PMI Kota Denpasar ini harus dilakukan swab test untuk memastikan mereka negatif atau tidak.

Petugas medis mengambil sampel specimen dari saluran pernapasan PMI mulai dari hidung hingga tenggorokan.

Sampel ini kemudian dibawa diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya DNA virus corona.  “Mengenai hasilnya baru bisa diketahui dalam waktu 2 atau 3 hari ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kendalikan Harga di Tengah Covid-19, Badung Rutin Gelar Operasi Pasar

Lebih lanjut dr. Sri Armini mengatakan, selama menunggu hasilnya agar para PMI tidak mengalami gangguan psikologis,

Pemkot Denpasar memberikan pelayanan psikologis bekerjasama dengan  Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa.

Dengan memberikan layanan tersebut diharapkan selama menjalankan karantina tidak terjadi hal-hal yang di inginkan serta gangguan psikologis.

Ia mengatakan, dengan swab test ini status PMI akan lebih cepat diketahui apakah yang bersangkutan positif atau negatif Covid-19.

“Tentu dengan kegiatan ini dapat mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, serta memberikan informasi akurat tentang diagnosis kesehatan orang yang sedang mengikuti karantina,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/