alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Tolak New Normal, Koster Tak Mau Buru-buru Buka Sektor Pariwisata Bali

DENPASAR – Bali masuk dalam 8 provinsi yang akan segera dibuka dan menjalani kehidupan normal baru (new normal) oleh pemerintah pusat.

Pemerintah Provinsi Bali sendiri saat ini sedang mengkaji dan memetakan persiapan dengan menyusun protokol Kesehatan untuk menuju penerapan new normal life ini.

Namun yang menarik, Gubernur Bali Wayan Koster menolak menyebutkan penerapan new normal, tapi memilih menggunakan padanan kalimat kehidupan Bali Era Baru.  

Koster mengatakan, konsep kehidupan Bali Era Baru lebih luas makanya dibandingkan new normal arahan Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, berdasar siaran pers  dari Kemenko Perekonomian, ada delapan daerah di Indonesia akan segera menerapkan skema new normal life.

Daerah – daerah itu antara lain Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jambi, DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau.

Baca Juga:  BENGKUNG! Buka Hingga Larut Malam, Toko di Kuta Utara Ditegur Keras

“Dalam pembahasan ini termasuk menyusun protokol tata kehidupan Bali Era Baru dalam konteks New Normal. Jadi lebih luas jangkauan dan  scope (cakupan) banyak  dari tatanan kehidupan yang kita jalankan,” ucap Koster.

Namun, sampai saat ini Koster belum bisa mengetahui kapan Bali akan dibuka, sebab pemulihan ini akan dilakukan secara gradual.

Keputusan tersebut akan dibahas bersama bupati dan walikota se-Bali. Koster meminta supaya pusat menetapkan tidak secara sepihak harus melihat bagaimana situasi dan kondisi di lapangan.

“Oleh karena itu kami belum memberikan kepastian kapan  akan dibuka, kami  petakan dulu. Yang pasti nanti akan  dilakukan secara bertahap dan secara terbatas dan selektif

akan diputuskan secara bersama-sama  bupati dan wali kota se Bali. Kami bicarakan dengan Menko jangan pusat menetapkan secara sepihak tapi harus atas kajian dan analisa dari pemerintah daerah

Baca Juga:  AMD Hibahkan 5 Kapal Kepada Walikota Denpasar

karena pemerintah daerah yang tahu situasi di lapangan dalam penanganan Covid-19. Kami punya hitungan dan tahapan sendiri yang akan  dilakukan  upaya skala dan niskala,” beber Politisi PDIP ini.

Tahap awal menuju new normal akan dibuka pergerakan dalam wilayah lokal di Bali.  Dia targetkan seminggu atau sampai tiga minggu.

Kemudian tahap berikutnya dibuka untuk warga luar Bali. Karena itu, Koster tidak ingin terburu-buru membuka sektor pariwisata.

Ia menyebutkan masih panjang dan jauh membuka sektor pariwisata yang selama ini dominan menopang kehidupan perekonomian di Bali.



DENPASAR – Bali masuk dalam 8 provinsi yang akan segera dibuka dan menjalani kehidupan normal baru (new normal) oleh pemerintah pusat.

Pemerintah Provinsi Bali sendiri saat ini sedang mengkaji dan memetakan persiapan dengan menyusun protokol Kesehatan untuk menuju penerapan new normal life ini.

Namun yang menarik, Gubernur Bali Wayan Koster menolak menyebutkan penerapan new normal, tapi memilih menggunakan padanan kalimat kehidupan Bali Era Baru.  

Koster mengatakan, konsep kehidupan Bali Era Baru lebih luas makanya dibandingkan new normal arahan Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, berdasar siaran pers  dari Kemenko Perekonomian, ada delapan daerah di Indonesia akan segera menerapkan skema new normal life.

Daerah – daerah itu antara lain Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jambi, DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau.

Baca Juga:  Kadiskes Bali Sebut Ada Pasien yang Terinfeksi Covid Lebih dari Sekali

“Dalam pembahasan ini termasuk menyusun protokol tata kehidupan Bali Era Baru dalam konteks New Normal. Jadi lebih luas jangkauan dan  scope (cakupan) banyak  dari tatanan kehidupan yang kita jalankan,” ucap Koster.

Namun, sampai saat ini Koster belum bisa mengetahui kapan Bali akan dibuka, sebab pemulihan ini akan dilakukan secara gradual.

Keputusan tersebut akan dibahas bersama bupati dan walikota se-Bali. Koster meminta supaya pusat menetapkan tidak secara sepihak harus melihat bagaimana situasi dan kondisi di lapangan.

“Oleh karena itu kami belum memberikan kepastian kapan  akan dibuka, kami  petakan dulu. Yang pasti nanti akan  dilakukan secara bertahap dan secara terbatas dan selektif

akan diputuskan secara bersama-sama  bupati dan wali kota se Bali. Kami bicarakan dengan Menko jangan pusat menetapkan secara sepihak tapi harus atas kajian dan analisa dari pemerintah daerah

Baca Juga:  Kacau! Bangunan SMPN 14 Denpasar Banyak Rusak juga Tak Ber-IMB

karena pemerintah daerah yang tahu situasi di lapangan dalam penanganan Covid-19. Kami punya hitungan dan tahapan sendiri yang akan  dilakukan  upaya skala dan niskala,” beber Politisi PDIP ini.

Tahap awal menuju new normal akan dibuka pergerakan dalam wilayah lokal di Bali.  Dia targetkan seminggu atau sampai tiga minggu.

Kemudian tahap berikutnya dibuka untuk warga luar Bali. Karena itu, Koster tidak ingin terburu-buru membuka sektor pariwisata.

Ia menyebutkan masih panjang dan jauh membuka sektor pariwisata yang selama ini dominan menopang kehidupan perekonomian di Bali.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/