alexametrics
25.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Vaksinasi Tahap Dua Pelaku Wisata di Nusa Dua Tuntas 100 Persen

KUTA SELATAN – Setelah menunggu hampir satu bulan lebih, vaksinasi tahap dua bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di The Nusa Dua akhirnya tuntas.

Lebih dari 8.000 peserta telah menerima vaksinasi dosis kedua ini mulai tanggal 20 hingga 28 Mei 2021. 

Penerima vaksinasi ini terdiri dari karyawan hotel dan fasilitas kawasan The Nusa Dua, petugas keamanan dan kebersihan kawasan, pegawai ITDC, paguyuban pedagang pantai, serta tenaga transportasi.

Program vaksinasi bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di dalam kawasan The Nusa Dua ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan,

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian BUMN bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung,

ITDC, Bali Tourism Board, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort serta BIMC Siloam Nusa Dua.

Dinas Kesehatan Badung menerjunkan 5 tim yang terdiri dari 60 tenaga kesehatan, didukung oleh BIMC Siloam Nusa Dua yang menyediakan mini ICU serta ambulance di lokasi vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan The Nusa Dua sebagai salah satu green zone atau lokasi bebas Covid-19 dalam upaya pemulihan pariwisata Bali.

Baca Juga:  Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Badung Minta Bantuan ke Pusat

“Kami telah menyelesaikan program vaksinasi dosis kedua bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan The Nusa Dua yang telah dilaksanakan selama 9 hari dan mencapai lebih

dari 8.000 orang. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan vaksinasi ini.

Dengan telah rampungnya kegiatan vaksinasi bagi pelaku pariwisata di kawasan The Nusa Dua, sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE)

yang telah kawasan dan tenant The Nusa Dua kantongi, serta implementasi protokol kesehatan yang ketat dalam kawasan, kami optimis The Nusa Dua siap menjadi Green Zone Destination

yang akan mendukung program-program pemulihan pariwisata Bali yang direncanakan Pemerintah,” kata Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, Minggu (30/5).

Salah satu program pemulihan tersebut adalah Work From Bali yang dicanangkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI

Baca Juga:  HP Tetap On, Bawa Bekal Minyak Kayu Putih, Sudah Biasa Ditolak Warga

yang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan BUMN untuk menjadikan Bali sebagai tempat diadakannya aktivitas pekerjaan

antara lain rapat focus group discussion (FGD) dan outbond guna meningkatkan kunjungan dan tingkat hunian dalam upaya pemulihan pariwisata Bali.

Implementasi program ini telah dimulai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Kemenko Marves dan ITDC pada 18 Mei 2021,

yang dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi untuk pengecekan kesiapan di lapangan pada 28 Mei 2021.

“Kawasan The Nusa Dua dipilih menjadi pilot project program Work From Bali karena sistem single management yang membuat kawasan yang kami kelola ini lebih terkendali dan terawasi.

Kami harapkan dimulainya Work From Bali di The Nusa Dua dapat meningkatkan kepercayaan diri wisatawan untuk berkunjung ke Bali dan melakukan aktivitas wisata dalam

koridor perjalanan yang aman dan tersertifikasi, khususnya dengan telah diselesaikannya program vaksinasi bagi seluruh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan The Nusa Dua,” tutup Ardita. 


KUTA SELATAN – Setelah menunggu hampir satu bulan lebih, vaksinasi tahap dua bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di The Nusa Dua akhirnya tuntas.

Lebih dari 8.000 peserta telah menerima vaksinasi dosis kedua ini mulai tanggal 20 hingga 28 Mei 2021. 

Penerima vaksinasi ini terdiri dari karyawan hotel dan fasilitas kawasan The Nusa Dua, petugas keamanan dan kebersihan kawasan, pegawai ITDC, paguyuban pedagang pantai, serta tenaga transportasi.

Program vaksinasi bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di dalam kawasan The Nusa Dua ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan,

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian BUMN bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung,

ITDC, Bali Tourism Board, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort serta BIMC Siloam Nusa Dua.

Dinas Kesehatan Badung menerjunkan 5 tim yang terdiri dari 60 tenaga kesehatan, didukung oleh BIMC Siloam Nusa Dua yang menyediakan mini ICU serta ambulance di lokasi vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan The Nusa Dua sebagai salah satu green zone atau lokasi bebas Covid-19 dalam upaya pemulihan pariwisata Bali.

Baca Juga:  Dari Kerja Kasino di Singapura hingga Bertahun-tahun di Kapal Pesiar

“Kami telah menyelesaikan program vaksinasi dosis kedua bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan The Nusa Dua yang telah dilaksanakan selama 9 hari dan mencapai lebih

dari 8.000 orang. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan vaksinasi ini.

Dengan telah rampungnya kegiatan vaksinasi bagi pelaku pariwisata di kawasan The Nusa Dua, sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE)

yang telah kawasan dan tenant The Nusa Dua kantongi, serta implementasi protokol kesehatan yang ketat dalam kawasan, kami optimis The Nusa Dua siap menjadi Green Zone Destination

yang akan mendukung program-program pemulihan pariwisata Bali yang direncanakan Pemerintah,” kata Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, Minggu (30/5).

Salah satu program pemulihan tersebut adalah Work From Bali yang dicanangkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI

Baca Juga:  HP Tetap On, Bawa Bekal Minyak Kayu Putih, Sudah Biasa Ditolak Warga

yang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan BUMN untuk menjadikan Bali sebagai tempat diadakannya aktivitas pekerjaan

antara lain rapat focus group discussion (FGD) dan outbond guna meningkatkan kunjungan dan tingkat hunian dalam upaya pemulihan pariwisata Bali.

Implementasi program ini telah dimulai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Kemenko Marves dan ITDC pada 18 Mei 2021,

yang dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi untuk pengecekan kesiapan di lapangan pada 28 Mei 2021.

“Kawasan The Nusa Dua dipilih menjadi pilot project program Work From Bali karena sistem single management yang membuat kawasan yang kami kelola ini lebih terkendali dan terawasi.

Kami harapkan dimulainya Work From Bali di The Nusa Dua dapat meningkatkan kepercayaan diri wisatawan untuk berkunjung ke Bali dan melakukan aktivitas wisata dalam

koridor perjalanan yang aman dan tersertifikasi, khususnya dengan telah diselesaikannya program vaksinasi bagi seluruh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan The Nusa Dua,” tutup Ardita. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/