alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Laptop Anak Didik Hilang, Kadisdik Minta Ortu Lapor ke Dinas

RadarBali.com – Kabar tentang adanya laptop siswa SD di Badung yang hilang langsung direspons. Kehilangan ini juga sudah diunggah di media sosial (medsos).

Namun pihak Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga menyayangkan hal ini. Karena orang tua mestinya bisa langsung melaporkan ke pihak Disdikpora.

Akun facebook bernama “Made” pada Senin lalu (28/8) mengunggahnya. Menurut pernyataan pada akun tersebut, laptop tersebut hilang lantaran dicolong maling.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, Dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Ketut Widia Astika, mengakui bahwa hingga pukul 12.00, Selasa kemarin  (29/8) pihak orang tua maupun sekolah juga belum melapor ke Disdikpora Badung.

“Semestinya, kalau hilang ya lapor kesini (Disdikpora) atau bisa melapor ke pihak dimana anaknya sekolah. Kemudian nanti kepala sekolah atau salah seorang guru melapor ke kami,” terang Widia Astika, kemarin

Baca Juga:  Dievaluasi Kemen-PAN dan RB, PN Denpasar Kejar Kriteria Excellent

Nah, kalau sudah melaporkan ke Disdikpora nanti bisa dijelaskan bagaimana laptop tersebut hilang atau langsung disertai dengan surat keterangan hilang yang resmi. 

Pihak korban juga bisa langsung melapor ke Kantor Polisi terdekat untuk mendapat bukti pelaporan atau bukti tertulis/fisik.

Kalau sudah melapor ke Disdikpora lengkap dengan bukti, selanjutnya akan diteruskan atau melapor kepada pimpinan dalam hal ini Bupati Badung untuk kebijakan selanjutnya.

“Kalau sudah melapor,  kami bisa menindaklanjutinya nanti,” terangnya. Disinggung apa ada sanksi kalau hilang, Widia Astika mengakui, untuk saat ini belum ada sanksi atau kebijakan kalau memang laptop tersebut hilang dicuri atau kena musibah seperti kebakaran.

Apalagi ini baru kali pertama terjadi.  “Untuk sekarang  ini kan tergolong musibah dan baru pertama kali terjadi. Intinya jika sudah melapor, kami akan minta petunjuk dari pimpinan,” terang mantan Kepala SMKN 1 Kuta Selatan ini.

Baca Juga:  Edukasi Prokes, Dokter Perbolehkan Foto Bareng Asal Lakukan Ini

Selain itu, pejabat  asal Kerobokan ini  menegaskan, sudah menyampaikan kepada Kepala Sekolah khususnya SD di seluruh Badung untuk menyampaikan kepada seluruh orang tua siswa agar segera melaporkannya ke pihak sekolah dulu kalau laptop tersebut ada masalah.

“Entah itu rusak, ada gangguan, dan hilang, pertama harus melapor dulu ke pihak sekolah. Selanjutnya baru pihak sekolah yang akan meneruskan dengan bukti nyata ke kami di Disdikpora,” pungkasnya. 



RadarBali.com – Kabar tentang adanya laptop siswa SD di Badung yang hilang langsung direspons. Kehilangan ini juga sudah diunggah di media sosial (medsos).

Namun pihak Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga menyayangkan hal ini. Karena orang tua mestinya bisa langsung melaporkan ke pihak Disdikpora.

Akun facebook bernama “Made” pada Senin lalu (28/8) mengunggahnya. Menurut pernyataan pada akun tersebut, laptop tersebut hilang lantaran dicolong maling.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, Dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Ketut Widia Astika, mengakui bahwa hingga pukul 12.00, Selasa kemarin  (29/8) pihak orang tua maupun sekolah juga belum melapor ke Disdikpora Badung.

“Semestinya, kalau hilang ya lapor kesini (Disdikpora) atau bisa melapor ke pihak dimana anaknya sekolah. Kemudian nanti kepala sekolah atau salah seorang guru melapor ke kami,” terang Widia Astika, kemarin

Baca Juga:  Corona Merebak, Dinkes Bali Klaim Kebutuhan Alat Pelindung Diri Cukup

Nah, kalau sudah melaporkan ke Disdikpora nanti bisa dijelaskan bagaimana laptop tersebut hilang atau langsung disertai dengan surat keterangan hilang yang resmi. 

Pihak korban juga bisa langsung melapor ke Kantor Polisi terdekat untuk mendapat bukti pelaporan atau bukti tertulis/fisik.

Kalau sudah melapor ke Disdikpora lengkap dengan bukti, selanjutnya akan diteruskan atau melapor kepada pimpinan dalam hal ini Bupati Badung untuk kebijakan selanjutnya.

“Kalau sudah melapor,  kami bisa menindaklanjutinya nanti,” terangnya. Disinggung apa ada sanksi kalau hilang, Widia Astika mengakui, untuk saat ini belum ada sanksi atau kebijakan kalau memang laptop tersebut hilang dicuri atau kena musibah seperti kebakaran.

Apalagi ini baru kali pertama terjadi.  “Untuk sekarang  ini kan tergolong musibah dan baru pertama kali terjadi. Intinya jika sudah melapor, kami akan minta petunjuk dari pimpinan,” terang mantan Kepala SMKN 1 Kuta Selatan ini.

Baca Juga:  Tak Dicover BPJS, 17 Penyakit Warga Badung Dilayani KBS, Ini Daftarnya

Selain itu, pejabat  asal Kerobokan ini  menegaskan, sudah menyampaikan kepada Kepala Sekolah khususnya SD di seluruh Badung untuk menyampaikan kepada seluruh orang tua siswa agar segera melaporkannya ke pihak sekolah dulu kalau laptop tersebut ada masalah.

“Entah itu rusak, ada gangguan, dan hilang, pertama harus melapor dulu ke pihak sekolah. Selanjutnya baru pihak sekolah yang akan meneruskan dengan bukti nyata ke kami di Disdikpora,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/