alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Panglima TNI dan Kapolri Sebut Isoter di Bali Terbaik Se-Indonesia

DENPASAR – Selama pelaksanaan dari Isolasi Mandiri (Isoman) ke Isolasi Terpusat (Isoter), Bali mendapat pujian yang terbaik di Indonesia.

 

Hal itu dikatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat berkunjung di fasilitas isoter di Hotel Grand Ina Bali Beach, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu 29 Agustus 2021.

Kedatangan Kapolri dan Panglima didampingi langsung oleh Gubernur Wayan Koster dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Para pejabat ini sempat mengobrol langsung dengan pasien isoter yang menjalani perawatan, tenaga medis hingga protokol kesehatan. 

 

Menurut Marsekal Hadi Tjahjanto, upaya menekan laju penyebaran Covid-19 yang tepat adalah menggencarkan tracing (pelacakan) terhadap orang yang kontak erat.

Sehingga, orang terkonfirmasi positif yang berhasil dilacak bisa dilanjutkan pelaksanaan treatment dengan pengawasan yang tepat antara lain isoter.

- Advertisement -

 

Untuk itulah fasilitas isoter sangat penting untuk disediakan. Dalam hal ini, Marsekal Hadi Tjahjanto memuji isoter di Bali yang terbaik. 

 

“Isoter di Bali ini sudah sangat bagus,” bebernya.

Hal itu disebut setelah melakukan peninjauan terhadap para penghuni isoter yang dalam hal ini masuk dalam kasus perawatan, baik tenaga kesehatan kemudian obat-obatan termasuk juga di antaranya fasilitas kesehatan.

 

Diungkapkanya, kelebihan dari mengikuti isoter adalah ketika keadaan pasien memburuk, penanganan dan perawatan dapat dengan cepat dilakukan.

Untuk itu, Marsekal Hadi meminta Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat pasien terkonfirmasi Covid-19 yang lebih memilih isoman berpindah ke isoter. Dengan penanganan tersebut, diharapkan dapat menekan penyebaran covid-19 di Bali. 

 

“Harapan kami, apabila tracing contact dilaksanakan dengan baik dan isoter juga dilaksanakan dengan baik, maka positifity rate yang kita harapkan akan segera tercapai,” tegasnya. 

Selain itu, Marsekal Hadi Tjahjanto meminta vaksinasi terus dilaksanakan. Meski persentase vaksinasi dosis pertama yang diikuti masyarakat Bali sudah 100 persen, namun dosis kedua masih di angka 58 persen.

 

“Kami berharap segera masuk ke 100 persen. Sehingga kekebalan komunal di Bali dalam waktu dekat bisa segera tercapai,” sebutnya. 

Keterangan terpisah, Kapolri Jendral Polisi Listy Sigit Prabowo mengaku Pulau Bali menjadi atensi khusus penanganan covid-19. Menurutnya, progres penanganan Covid-19 sudah baik yang terlihat dari laju kasus harian yang menurun.

Baca Juga:  Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Melonjak, Pedagang Ikut Menjerit

 

Dijelaskan, angka laju kasus aktif harian sudah turun, yang tadinya sempat di atas 1000 dalam kurun waktu beberapa waktu yang lalu.

 

“Saat ini sudah mulai turun sampai di angka 434. Ini perkembangan yang bagus,” tutur lulusan Akpol 1991 itu.

Kapolri juga mengapresiasi Gubernur Bali dan pemerintah daerah Bali yang telah mampu menggeser masyarakat pasien Covid-19 dari isoman ke isoter dengan jumlah yang jauh lebih banyak. Sehingga Bali disebut menjadi yang terbaik Nasional. 

 

“Yang isoter itu kurang lebih 60 persen sementara yang isoman kurang lebih 25 persen. Jadi ini angka isoter terbaik se-Indonesia,” terangnya. 

Menurutnya, semua upaya yang telah dilakukan diharapkan PPKM di Bali yang saat ini masih Level 4 pada minggu sebelumnya, dapat bergeser ke level 3 atau bahkan level 2.

 

“Sehingga terjadi kelonggaran dan aktivitas ekonomi tentunya semakin meningkat, pertumbuhan ekonomi Bali kembali semakin baik dan seperti yang diharapkan oleh masyarakat Bali,” tegas Kapolri.

 

Sekadar diketahui, isoter mulai gencar dilakukan pemerintah di Bali setelah Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan datang ke Bali pada 12 Agustus 2021. Saat itu Luhut datang bersama Mendagri Tito Karnavian dan Menkes Gunadi Sadikin.

Sebelum Luhut datang, kebijakan untuk membuat isoter sudah ada. Gubernur Bali Wayan Koster sudah menyurati bupati dan wali kota agar mendorong pembuatan isoter secara berjenjang sampai di tingkat desa.

Namun, isoter tidak berjalan dengan maksimal. Jumlah isoter yang dibuat Pemkab atau Pemkot di Bali terbatas, sedangkan isoter di tingkat desa juga tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan, isoter mendapat penolakan dari desa, seperti yang terjadi di Nusa Penida, Klungkung. Masalahnya, pemerintah tidak berbuat apa dalam kondisi seperti ini.

Akibatnya, sebagian besar bahkan sampai 80 persen, warga yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala menjalani isolasi mandiri (isoman). Tak pelak, penularan Covid-19 tetap tinggi meski sudah dilakukan PPKM sejak 3 Juli 2021. Di sisi lain, kasus kematian juga masih tinggi. 

Baca Juga:  OMG! Biasa Menangkap Ular, Pria di Bali Meninggal karena Dipatuk Ular

Tercatat, dari tanggal ditetapkannya PPKM pada 3 Juli sampai sehari sebelum kedatangan Luhut, yakni pada 11 Agustus, sebanyak 967 nyawa melayang dengan diagnosis Covid-19. Sedangkan pada periode yang sama, jumlah kasus bertambah 39.027 kasus terkonfirmasi Covid-19, sehingga secara akumulatif dari awal pandemi Covid-19 di Bali sudah mencapai 89.898 kasus terkonfirmasi Covid-19.

Padahal, penambahan kasus Covid-19 di Jawa sudah mengalami penurunan sejak diberlakukan PPKM. Persisnya mulai 18 Juli 2021, grafik terkonfirmasi Covid-19 mengalami penurunan.

Menurut Virolog Unud, Prof IGN Kade Mahardika, Bali sebuah anomali. Mestinya ketika melihat grafik penurunan Covid-19 di Jawa, kasus di Bali juga bisa menurun dua pekan sesudahnya, alias sekitar awal Agustus mestinya sudah turun. Tapi yang terjadi tidak demikian.

“Bali ini anomali,” kata Prof Mahardika.

Maka, Prof Mahardika pun menilai penularan masih tinggi karena aktivitas dan mobilitas masyarakat masih tinggi. Maka sejumlah upaya dilakukan. Di antaranya membatasi kegiatan adat ada agama. Termasuk ada penundaan ngaben melalui surat PHDI dan MDA Bali.

Akhirnya, Luhut Panjaitan datang ke Bali pada 12 Agustus 2021, dan dia menemukan tingginya kasus aktif yang menjalani isoman. Bahkan mencapai 8 ribuan yang isoman, dari kasus aktif sekitar 12 ribuan. Di sisi lain, tracing dan testing Covid-19 masih rendah.

Luhut pun meminta agar seluruh kabupaten/ kota dan provinsi di Bali memperbanyak isoter, kemudian memindahkan warga yang isoman ke isoter. Upaya pemindahan warga isoman ke isoter ini akhirnya diback-up penuh aparat kepolisian dan TNI. Juga memperbanyak tracing dan testing. Serta membatasi kegiatan maasyarakat, khususnya kegiatan adat dan keagamaan.

Hasilnya, dalam sembilan hari berturut-turut, dari 21 Agustus sampai 29 Agustus 2021, jumlah penambahan kasus Covid-19 terus konsisten di bawah 1.000 kasus. Bahkan, pada 29 Agustus 2021 kemarin, sudah di angka 302 kasus.

- Advertisement -

DENPASAR – Selama pelaksanaan dari Isolasi Mandiri (Isoman) ke Isolasi Terpusat (Isoter), Bali mendapat pujian yang terbaik di Indonesia.

 

Hal itu dikatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat berkunjung di fasilitas isoter di Hotel Grand Ina Bali Beach, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu 29 Agustus 2021.

Kedatangan Kapolri dan Panglima didampingi langsung oleh Gubernur Wayan Koster dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Para pejabat ini sempat mengobrol langsung dengan pasien isoter yang menjalani perawatan, tenaga medis hingga protokol kesehatan. 

 

Menurut Marsekal Hadi Tjahjanto, upaya menekan laju penyebaran Covid-19 yang tepat adalah menggencarkan tracing (pelacakan) terhadap orang yang kontak erat.

Sehingga, orang terkonfirmasi positif yang berhasil dilacak bisa dilanjutkan pelaksanaan treatment dengan pengawasan yang tepat antara lain isoter.

 

Untuk itulah fasilitas isoter sangat penting untuk disediakan. Dalam hal ini, Marsekal Hadi Tjahjanto memuji isoter di Bali yang terbaik. 

 

“Isoter di Bali ini sudah sangat bagus,” bebernya.

Hal itu disebut setelah melakukan peninjauan terhadap para penghuni isoter yang dalam hal ini masuk dalam kasus perawatan, baik tenaga kesehatan kemudian obat-obatan termasuk juga di antaranya fasilitas kesehatan.

 

Diungkapkanya, kelebihan dari mengikuti isoter adalah ketika keadaan pasien memburuk, penanganan dan perawatan dapat dengan cepat dilakukan.

Untuk itu, Marsekal Hadi meminta Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat pasien terkonfirmasi Covid-19 yang lebih memilih isoman berpindah ke isoter. Dengan penanganan tersebut, diharapkan dapat menekan penyebaran covid-19 di Bali. 

 

“Harapan kami, apabila tracing contact dilaksanakan dengan baik dan isoter juga dilaksanakan dengan baik, maka positifity rate yang kita harapkan akan segera tercapai,” tegasnya. 

Selain itu, Marsekal Hadi Tjahjanto meminta vaksinasi terus dilaksanakan. Meski persentase vaksinasi dosis pertama yang diikuti masyarakat Bali sudah 100 persen, namun dosis kedua masih di angka 58 persen.

 

“Kami berharap segera masuk ke 100 persen. Sehingga kekebalan komunal di Bali dalam waktu dekat bisa segera tercapai,” sebutnya. 

Keterangan terpisah, Kapolri Jendral Polisi Listy Sigit Prabowo mengaku Pulau Bali menjadi atensi khusus penanganan covid-19. Menurutnya, progres penanganan Covid-19 sudah baik yang terlihat dari laju kasus harian yang menurun.

Baca Juga:  Karena Dipaksa, Sudah Ada 600-an Mahasiswa Baru Unud Bayar Asrama

 

Dijelaskan, angka laju kasus aktif harian sudah turun, yang tadinya sempat di atas 1000 dalam kurun waktu beberapa waktu yang lalu.

 

“Saat ini sudah mulai turun sampai di angka 434. Ini perkembangan yang bagus,” tutur lulusan Akpol 1991 itu.

Kapolri juga mengapresiasi Gubernur Bali dan pemerintah daerah Bali yang telah mampu menggeser masyarakat pasien Covid-19 dari isoman ke isoter dengan jumlah yang jauh lebih banyak. Sehingga Bali disebut menjadi yang terbaik Nasional. 

 

“Yang isoter itu kurang lebih 60 persen sementara yang isoman kurang lebih 25 persen. Jadi ini angka isoter terbaik se-Indonesia,” terangnya. 

Menurutnya, semua upaya yang telah dilakukan diharapkan PPKM di Bali yang saat ini masih Level 4 pada minggu sebelumnya, dapat bergeser ke level 3 atau bahkan level 2.

 

“Sehingga terjadi kelonggaran dan aktivitas ekonomi tentunya semakin meningkat, pertumbuhan ekonomi Bali kembali semakin baik dan seperti yang diharapkan oleh masyarakat Bali,” tegas Kapolri.

 

Sekadar diketahui, isoter mulai gencar dilakukan pemerintah di Bali setelah Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan datang ke Bali pada 12 Agustus 2021. Saat itu Luhut datang bersama Mendagri Tito Karnavian dan Menkes Gunadi Sadikin.

Sebelum Luhut datang, kebijakan untuk membuat isoter sudah ada. Gubernur Bali Wayan Koster sudah menyurati bupati dan wali kota agar mendorong pembuatan isoter secara berjenjang sampai di tingkat desa.

Namun, isoter tidak berjalan dengan maksimal. Jumlah isoter yang dibuat Pemkab atau Pemkot di Bali terbatas, sedangkan isoter di tingkat desa juga tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan, isoter mendapat penolakan dari desa, seperti yang terjadi di Nusa Penida, Klungkung. Masalahnya, pemerintah tidak berbuat apa dalam kondisi seperti ini.

Akibatnya, sebagian besar bahkan sampai 80 persen, warga yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala menjalani isolasi mandiri (isoman). Tak pelak, penularan Covid-19 tetap tinggi meski sudah dilakukan PPKM sejak 3 Juli 2021. Di sisi lain, kasus kematian juga masih tinggi. 

Baca Juga:  OMG! Biasa Menangkap Ular, Pria di Bali Meninggal karena Dipatuk Ular

Tercatat, dari tanggal ditetapkannya PPKM pada 3 Juli sampai sehari sebelum kedatangan Luhut, yakni pada 11 Agustus, sebanyak 967 nyawa melayang dengan diagnosis Covid-19. Sedangkan pada periode yang sama, jumlah kasus bertambah 39.027 kasus terkonfirmasi Covid-19, sehingga secara akumulatif dari awal pandemi Covid-19 di Bali sudah mencapai 89.898 kasus terkonfirmasi Covid-19.

Padahal, penambahan kasus Covid-19 di Jawa sudah mengalami penurunan sejak diberlakukan PPKM. Persisnya mulai 18 Juli 2021, grafik terkonfirmasi Covid-19 mengalami penurunan.

Menurut Virolog Unud, Prof IGN Kade Mahardika, Bali sebuah anomali. Mestinya ketika melihat grafik penurunan Covid-19 di Jawa, kasus di Bali juga bisa menurun dua pekan sesudahnya, alias sekitar awal Agustus mestinya sudah turun. Tapi yang terjadi tidak demikian.

“Bali ini anomali,” kata Prof Mahardika.

Maka, Prof Mahardika pun menilai penularan masih tinggi karena aktivitas dan mobilitas masyarakat masih tinggi. Maka sejumlah upaya dilakukan. Di antaranya membatasi kegiatan adat ada agama. Termasuk ada penundaan ngaben melalui surat PHDI dan MDA Bali.

Akhirnya, Luhut Panjaitan datang ke Bali pada 12 Agustus 2021, dan dia menemukan tingginya kasus aktif yang menjalani isoman. Bahkan mencapai 8 ribuan yang isoman, dari kasus aktif sekitar 12 ribuan. Di sisi lain, tracing dan testing Covid-19 masih rendah.

Luhut pun meminta agar seluruh kabupaten/ kota dan provinsi di Bali memperbanyak isoter, kemudian memindahkan warga yang isoman ke isoter. Upaya pemindahan warga isoman ke isoter ini akhirnya diback-up penuh aparat kepolisian dan TNI. Juga memperbanyak tracing dan testing. Serta membatasi kegiatan maasyarakat, khususnya kegiatan adat dan keagamaan.

Hasilnya, dalam sembilan hari berturut-turut, dari 21 Agustus sampai 29 Agustus 2021, jumlah penambahan kasus Covid-19 terus konsisten di bawah 1.000 kasus. Bahkan, pada 29 Agustus 2021 kemarin, sudah di angka 302 kasus.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/