alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Unud Bidik Guru Besar Usia Muda Demi Pengabdian Lebih Lama

BADUNG, radarbali.id – Universitas Udayana (Unud) mengukuhkan 6 orang guru besar tetap pada Sabtu (29/1) di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Badung. Rektor Unud, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng, IPU, menyampaikan seyogianya Unud mengukuhkan enam orang guru besar, namun salah satu di antaranya meninggal dunia sehingga hanya lima saja yang dikukuhkan. Upacara pengukuhan berlangsung secara daring dan luring menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

Adapun lima guru besar tetap yang dikukuhkan, yakni Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si.,Sp.MK(K) sebagai guru besar bidang Ilmu Mikrobiologi Klinik pada Fakultas Kedokteran (FK). Kedua, Prof. Dr. Ida Bagus Anom Purbawangsa, S.E.,M.M sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ketiga, Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, S.E.,M.M sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen pada FEB. Keempat, Prof. dr. I Md. Ady Wirawan, S.Ked.,M.P.H.,Ph.D. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran. Kelima, Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Pertanian pada Fakultas Pertanian.

 

Rektor Unud menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas berpulangnya Dr. Ir. Sri Mulyani, MP dari Fakultas Teknologi Pertanian yang diangkat dalam jabatan fungsional guru besar atau profesor, yang semestinya juga dikukuhkan sebagai guru besar tetap. “Kepada almarhumah, Prof. Dr. Ir. Sri Mulyani, MP saya mengucapkan terima kasih dan rasa hormat yang setinggi-tingginya atas pengabdian, sumbangsih pemikiran, pengetahuan beliau, dan kerja keras almarhumah kepada Universitas Udayana dan masyarakat,” ujar Prof. Antara.

Baca Juga:  Sakit & Punya Riwayat ke Malaysia, Pasien Disuruh Isolasi Diri Sendiri

 

Lebih lanjut rektor mengatakan bahwa jumlah guru besar di kampus tertua di Bali ini melebihi syarat yang ditentukan, yaitu 10 persen dari jumlah dosen sedangkan di Universitas Udayana melampaui itu yaitu 13 persen. Jumlah guru besar 175 dari berbagai disiplin ilmu. 

- Advertisement -

 

“Tentu kami dorong mengusulkan guru besar sehingga pertumbuhan guru besar semakin baik karena ada beberapa guru besar yang purna tugas akan datang harus diantisipasi pertumbuhan  guru besar baru tetap di atas dari pertumbuhan yang bertugas. Untuk memperlancar capaian guru besar kita sudah melakukan apa yang perlu dilakukan sekitar enam tahun lalu dalam rangka mempercepat mendorong dosen bisa mencapai guru besar dengan waktu tidak terlalu lama,” ujarnya. 

 

Prof. Antara mendorong para dosen di usia yang masih relatif muda bisa mendapat guru besar sehingga masa pengabdiannya lama. Bila perlu menurutnya bisa di bawah 40 tahun. “Target selain kuantitas lebih penting jabatan guru besar dicapai seorang dosen usia relatif lebih muda sebelumnya itu lebih penting lebih muda lebih baik waktu pengabdian mereka sebagai guru besar  semakin lama. Yang menggembirakan menurut data rata- rata usia profesor lebih muda dari periode-periode sebelumnya. Kami dorong bagaimana seorang dosen memenuhi syarat walaupun masih muda bisa meraih gelar guru besar. Saya ingin kedepannya capaian di bawah 40 tahun. Segala sesuatu dilakukan sangat baik proses keterbukaan informasi memungkinkan capaian profesor yang lebih muda,” terangnya. 

Baca Juga:  Pemanfaatan Aplikasi Smartphone Untuk Meningkatkan Pelayanan Anemia

Dalam sambutannya Ia menjelaskan perubahan iptek yang sangat cepat mengharuskan kita untuk siap menghadapi perubahan dunia terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu bentuk perubahan tersebut yaitu society 5.0. Era soceity 5.0 merupakan perkembangan dari revolusi industri 4.0. Langkah Unud dalam meningkatkan kualitas SDM untuk mendukung era society 5.0 dengan mendorong dan terus memotivasi seluruh dosen yang  memenuhi syarat menjadi guru besar.

 

Pada Oktober 2021 lalu, Unud mengukuhkan 14 orang guru besar tetap. Dengan penambahan lima guru besar tetap ini, kini Unud memiliki 175 orang guru besar tetap atau 13% dari 1.360 dosen PNS) yang tersebar pada 11 fakultas dari 13 fakultas di lingkungan Unud. Dua fakultas yang belum memiliki guru besar adalah Fakultas Pariwisata dan FISIP. “Kami harapkan kedua fakultas ini segera menghasilkan guru besar. Saya harapkan dekan agar memotivasi dosen yang telah memenuhi syarat untuk menuju ke jenjang tersebut,” katanya.

 

Prof. Antara menambahkan, Unud akan membentuk Forum Guru Besar yang beranggotakan seluruh guru besar di lingkungan Unud. Forum ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran, pengetahuan, dan ide-ide kreatif dalam bidang akademik maupun nonakademik untuk memajukan institusi. (rba)

- Advertisement -

BADUNG, radarbali.id – Universitas Udayana (Unud) mengukuhkan 6 orang guru besar tetap pada Sabtu (29/1) di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Badung. Rektor Unud, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng, IPU, menyampaikan seyogianya Unud mengukuhkan enam orang guru besar, namun salah satu di antaranya meninggal dunia sehingga hanya lima saja yang dikukuhkan. Upacara pengukuhan berlangsung secara daring dan luring menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

Adapun lima guru besar tetap yang dikukuhkan, yakni Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si.,Sp.MK(K) sebagai guru besar bidang Ilmu Mikrobiologi Klinik pada Fakultas Kedokteran (FK). Kedua, Prof. Dr. Ida Bagus Anom Purbawangsa, S.E.,M.M sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ketiga, Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, S.E.,M.M sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen pada FEB. Keempat, Prof. dr. I Md. Ady Wirawan, S.Ked.,M.P.H.,Ph.D. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran. Kelima, Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Pertanian pada Fakultas Pertanian.

 

Rektor Unud menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas berpulangnya Dr. Ir. Sri Mulyani, MP dari Fakultas Teknologi Pertanian yang diangkat dalam jabatan fungsional guru besar atau profesor, yang semestinya juga dikukuhkan sebagai guru besar tetap. “Kepada almarhumah, Prof. Dr. Ir. Sri Mulyani, MP saya mengucapkan terima kasih dan rasa hormat yang setinggi-tingginya atas pengabdian, sumbangsih pemikiran, pengetahuan beliau, dan kerja keras almarhumah kepada Universitas Udayana dan masyarakat,” ujar Prof. Antara.

Baca Juga:  Panjer Denpasar Mempercantik Diri dengan Penanaman Tabebuya

 

Lebih lanjut rektor mengatakan bahwa jumlah guru besar di kampus tertua di Bali ini melebihi syarat yang ditentukan, yaitu 10 persen dari jumlah dosen sedangkan di Universitas Udayana melampaui itu yaitu 13 persen. Jumlah guru besar 175 dari berbagai disiplin ilmu. 

 

“Tentu kami dorong mengusulkan guru besar sehingga pertumbuhan guru besar semakin baik karena ada beberapa guru besar yang purna tugas akan datang harus diantisipasi pertumbuhan  guru besar baru tetap di atas dari pertumbuhan yang bertugas. Untuk memperlancar capaian guru besar kita sudah melakukan apa yang perlu dilakukan sekitar enam tahun lalu dalam rangka mempercepat mendorong dosen bisa mencapai guru besar dengan waktu tidak terlalu lama,” ujarnya. 

 

Prof. Antara mendorong para dosen di usia yang masih relatif muda bisa mendapat guru besar sehingga masa pengabdiannya lama. Bila perlu menurutnya bisa di bawah 40 tahun. “Target selain kuantitas lebih penting jabatan guru besar dicapai seorang dosen usia relatif lebih muda sebelumnya itu lebih penting lebih muda lebih baik waktu pengabdian mereka sebagai guru besar  semakin lama. Yang menggembirakan menurut data rata- rata usia profesor lebih muda dari periode-periode sebelumnya. Kami dorong bagaimana seorang dosen memenuhi syarat walaupun masih muda bisa meraih gelar guru besar. Saya ingin kedepannya capaian di bawah 40 tahun. Segala sesuatu dilakukan sangat baik proses keterbukaan informasi memungkinkan capaian profesor yang lebih muda,” terangnya. 

Baca Juga:  Catat! Perluasan Pelabuhan Benoa Tanggung Jawab Pusat

Dalam sambutannya Ia menjelaskan perubahan iptek yang sangat cepat mengharuskan kita untuk siap menghadapi perubahan dunia terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu bentuk perubahan tersebut yaitu society 5.0. Era soceity 5.0 merupakan perkembangan dari revolusi industri 4.0. Langkah Unud dalam meningkatkan kualitas SDM untuk mendukung era society 5.0 dengan mendorong dan terus memotivasi seluruh dosen yang  memenuhi syarat menjadi guru besar.

 

Pada Oktober 2021 lalu, Unud mengukuhkan 14 orang guru besar tetap. Dengan penambahan lima guru besar tetap ini, kini Unud memiliki 175 orang guru besar tetap atau 13% dari 1.360 dosen PNS) yang tersebar pada 11 fakultas dari 13 fakultas di lingkungan Unud. Dua fakultas yang belum memiliki guru besar adalah Fakultas Pariwisata dan FISIP. “Kami harapkan kedua fakultas ini segera menghasilkan guru besar. Saya harapkan dekan agar memotivasi dosen yang telah memenuhi syarat untuk menuju ke jenjang tersebut,” katanya.

 

Prof. Antara menambahkan, Unud akan membentuk Forum Guru Besar yang beranggotakan seluruh guru besar di lingkungan Unud. Forum ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran, pengetahuan, dan ide-ide kreatif dalam bidang akademik maupun nonakademik untuk memajukan institusi. (rba)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/