alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

BPKN-RI Gandeng BBPOM Denpasar Sosialisasi Pangan Aman Jelang Ramadhan

DENPASAR, radarbali.id- Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN-RI) bersinergi bersama Balai Besar POM di Denpasar memberikan edukasi perlindungan konsumen tentang kandungan bahan berbahaya pada pangan olahan yang dikonsumsi saat buka puasa. Edukasi dilakukan secara hybrid di ruangan terbuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, dengan tetap menerapkan 3 M (mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak).

 

Hadir dalam acara Edukasi Perlindungan Konsumen Rizal E.Halim (Ketua BPKNRI), I Made Bagus Gerametta (Kepala Balai Besar POM di Denpasar), Johan Efendi (Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKNRI) , Firman Turmantara Endipraja (Wakil Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKNRI), beserta para tamu undangan komunitas pelaku usaha UMKM Bali.

 

Ketua BPKNRI dalam keterangannya menyebutkan : “memasuki bulan Ramadan tahun ini Negara kita masih menghadapi masalah yang sama, yaitu kenaikan harga sembako setiap menjelang Ramadhan. Belakangan ini kita juga disibukkan dengan urusan hilangnya minyak goreng di pasaran. Sejumlah bahan pokok seperti telur, minyak goreng, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang rutin dikonsumsi masyarakat ini akan berpengaruh pada pemenuhan gizi keluarga’’. Papar Rizal.

Baca Juga:  WALHI Gagal Mediasi dengan Gubernur Bali, Ini Penyebabnya…

 

Hal ini melatar belakangi upaya BPKN RI dengan Balai Besar POM di Denpasar bersinergi dalam melindungi konsumen terutama menjelang bulan Ramadan. Rizal juga melihat tren perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin membaik tentunya hal ini dapat kita pertahankan agar tidak ada angka kenaikan menjelang bulan Ramadhan dan tentunya hal tersebut harus dibarengi dengan tetap jalankan protokol kesehatan, disiplin memakai masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak,” ujar Rizal.

 

Ke depan, lanjut Rizal, hal yang perlu diperkuat pemerintah adalah memastikan terkendalinya harga pangan di beberapa waktu tertentu seperti di bulan Ramadan dan Idul Fitri. pemerintah perlu melakukan stabilisasi harga dan menurunkan harga bahan pokok, termasuk minyak goreng. Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, apalagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri, tentu ini akan memberatkan masyarakat,” pungkas Rizal.

Baca Juga:  Jelang Piodalan, Penyeberangan ke Nusa Penida Naik, Ingatkan Prokes

 

Kepala Balai Besar POM di Denpasar mengatakan Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan umat Islam karena merupakan bulan yang suci. Di bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan berpuasa untuk mendapatkan pahala berkali lipat. Biasanya banyak pedagang takjil dadakan yang bermunculan saat bulan puasa, salah satunya di kawasan Dalung Permai Dalung. Hal ini menjadi perhatian pihak Balai Besar POM (BPOM) Denpasar untuk melindungi masyarakat dalam memastikan tidak ada zat berbahaya dalam makanan tersebut. (adv)

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR, radarbali.id- Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN-RI) bersinergi bersama Balai Besar POM di Denpasar memberikan edukasi perlindungan konsumen tentang kandungan bahan berbahaya pada pangan olahan yang dikonsumsi saat buka puasa. Edukasi dilakukan secara hybrid di ruangan terbuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, dengan tetap menerapkan 3 M (mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak).

 

Hadir dalam acara Edukasi Perlindungan Konsumen Rizal E.Halim (Ketua BPKNRI), I Made Bagus Gerametta (Kepala Balai Besar POM di Denpasar), Johan Efendi (Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKNRI) , Firman Turmantara Endipraja (Wakil Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKNRI), beserta para tamu undangan komunitas pelaku usaha UMKM Bali.


 

Ketua BPKNRI dalam keterangannya menyebutkan : “memasuki bulan Ramadan tahun ini Negara kita masih menghadapi masalah yang sama, yaitu kenaikan harga sembako setiap menjelang Ramadhan. Belakangan ini kita juga disibukkan dengan urusan hilangnya minyak goreng di pasaran. Sejumlah bahan pokok seperti telur, minyak goreng, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang rutin dikonsumsi masyarakat ini akan berpengaruh pada pemenuhan gizi keluarga’’. Papar Rizal.

Baca Juga:  Produk Pangan Rekayasa Genetik, Amankah?

 

Hal ini melatar belakangi upaya BPKN RI dengan Balai Besar POM di Denpasar bersinergi dalam melindungi konsumen terutama menjelang bulan Ramadan. Rizal juga melihat tren perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin membaik tentunya hal ini dapat kita pertahankan agar tidak ada angka kenaikan menjelang bulan Ramadhan dan tentunya hal tersebut harus dibarengi dengan tetap jalankan protokol kesehatan, disiplin memakai masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak,” ujar Rizal.

 

Ke depan, lanjut Rizal, hal yang perlu diperkuat pemerintah adalah memastikan terkendalinya harga pangan di beberapa waktu tertentu seperti di bulan Ramadan dan Idul Fitri. pemerintah perlu melakukan stabilisasi harga dan menurunkan harga bahan pokok, termasuk minyak goreng. Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, apalagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri, tentu ini akan memberatkan masyarakat,” pungkas Rizal.

Baca Juga:  Anjing Mati Massal di Pantai Berawa Badung, Dokter Hewan Diterjunkan

 

Kepala Balai Besar POM di Denpasar mengatakan Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan umat Islam karena merupakan bulan yang suci. Di bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan berpuasa untuk mendapatkan pahala berkali lipat. Biasanya banyak pedagang takjil dadakan yang bermunculan saat bulan puasa, salah satunya di kawasan Dalung Permai Dalung. Hal ini menjadi perhatian pihak Balai Besar POM (BPOM) Denpasar untuk melindungi masyarakat dalam memastikan tidak ada zat berbahaya dalam makanan tersebut. (adv)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/